Anak Harimau Terjebak Perangkap Warga, Begini Nasibnya Sekarang
Seekor anak harimau Sumatera terperangkap jebakan warga di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Pelalawan - Sebuah peristiwa unik terjadi di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. Seekor anak harimau Sumatera terperangkap dalam jebakan buatan warga setempat. Kejadian ini bermula dari keresahan warga akan ternak mereka. Kambing milik seorang warga bernama Hamzah sebelumnya dimangsa harimau.
Peristiwa hilangnya kambing itu terjadi pada hari Senin, 9 Maret 2026. Hamzah segera berinisiatif memasang perangkap bersama para tetangga sekitar. Mereka menggunakan sisa bangkai kambing sebagai umpan di dalam perangkap. Perangkap tersebut dipasang tepat di lokasi kejadian perkara.
Malam harinya, sekitar pukul 21.30 WIB, suara dari perangkap mengejutkan warga. Warga menemukan anak harimau sudah berada dalam kondisi terperangkap. Mereka tidak mengambil tindakan anarkis terhadap hewan langka tersebut. Keputusan warga untuk melapor sangat patut mendapatkan apresiasi tinggi.
"Kami sangat mengapresiasi kesadaran masyarakat Desa Pulau Muda," kata Ipda Boby Evan, Rabu, 11 Maret 2026.
Warga segera menghubungi aparat kepolisian terkait penemuan satwa tersebut. Ipda Boby Evan dari Polsek Teluk Meranti turun langsung ke lapangan. Dia memastikan situasi di sekitar lokasi perangkap tetap aman terkendali. Petugas menjaga anak harimau agar tidak mengalami stres berlebihan.
Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau. Kepala Desa Pulau Muda, Andika, turut menyaksikan proses penyerahan satwa itu. Tim konservasi segera membawa anak harimau untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Pemeriksaan medis sangat penting sebelum mereka melakukan proses pelepasliaran nanti.
Pihak kepolisian terus berkomitmen mendukung pelestarian satwa liar di wilayah Pelalawan. Kerja sama antara aparat dan warga menjadi kunci utama keberhasilan ini. Kesadaran masyarakat terhadap perlindungan hewan langka kini meningkat jauh lebih baik. Hal ini menjadi kabar positif bagi keberlangsungan populasi harimau Sumatera.
Wilayah Teluk Meranti memang merupakan kawasan yang berbatasan langsung dengan hutan alami. Konflik antara satwa liar dan manusia sering terjadi di area tersebut. Warga kini lebih memilih jalur koordinasi daripada melakukan perburuan hewan liar. Langkah ini mencegah jatuhnya korban jiwa dari pihak satwa dilindungi.
Kini anak harimau sedang menjalani masa observasi di pusat rehabilitasi satwa. Tim medis akan memantau perilaku hewan sebelum kembali ke habitat aslinya. Semoga anak harimau ini segera pulih dan bisa kembali ke hutan. Semoga kebaikan warga Desa Pulau Muda menjadi inspirasi bagi banyak wilayah lainnya. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Liga Champions 2025/2026
Magis Bodo/Glimt Terus Berlanjut, Sporting Lisbon Jadi Korban
-
Liga Champions 2025/2026
Blunder Kiper Jadi Malapetaka, Chelsea Dicukur Habis oleh PSG
-
Liga Champions 2025/2026
Hat-trick Valverde Benamkan Manchester City di Santiago Bernabeu

