Bukan Borong Lebaran, Pria di Kampar Ini Malah "Belanja" Gas Elpiji dan Telur Bebek Lewat Jalur Belakang
SABANGMERAUKE NEWS, Kampar - Fajar di Kelurahan Air Tiris biasanya menyuguhkan aroma kopi dan keceriaan pedagang yang mulai menata dagangan. Namun, Rabu pagi itu menjadi momen paling menjengkelkan bagi HY saat melangkah menuju pintu warung miliknya. Harapan untuk melayani pelanggan dengan senyuman berganti menjadi helaan napas panjang melihat kondisi toko yang porak-poranda.
Warung sembako di Jalan Pasar Usang tersebut tampak seperti habis dilewati angin puting beliung dalam skala kecil. HY tiba sekitar pukul 06.30 WIB dan langsung merasakan ada sesuatu yang hilang dari tempat seharusnya. Pintu yang terbuka paksa menjadi saksi bisu masuknya tamu tak diundang saat seisi kelurahan sedang bermimpi indah.
Setelah melangkah masuk, ia menemukan pemandangan menyedihkan berupa deretan rak yang mendadak melompong. Barang-barang kebutuhan pokok yang tersusun rapi seolah melakukan migrasi besar-besaran tanpa seizin sang pemilik. Kegelisahan HY semakin memuncak saat menyadari stok utamanya telah raib terbawa kegelapan malam yang dingin.
Teka-teki hilangnya harta karun berupa sembako ini akhirnya terjawab melalui rekaman digital kamera pengawas. Dalam layar monitor, terlihat dua sosok misterius sedang asyik "berbelanja" pada pukul 01.00 WIB dini hari. Mereka membawa keluar berbagai barang dengan sangat lihai seolah sedang melakukan pindahan rumah darurat di tengah kesunyian pasar.
Pemilik warung segera melaporkan kejadian memilukan tersebut kepada pihak berwajib agar pelaku tidak semakin melunjak. Ia merasa sangat terpukul karena barang yang hilang merupakan modal utama untuk memutar roda ekonomi keluarga. Polisi pun langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian guna mencari jejak kaki atau sidik jari yang tertinggal.
Daftar Belanja Ilegal Sang Pencuri
Setelah dilakukan inventarisasi secara mendetail, daftar barang yang hilang ternyata cukup membuat dahi berkerut karena jenisnya yang beragam. Para pelaku tampak ingin membuka dapur umum atau mungkin sekadar mempersiapkan stok makanan untuk setahun ke depan. Barang yang diambil bukan hanya barang mewah, melainkan komoditas harian yang sangat dibutuhkan oleh ibu-ibu rumah tangga.
Kapolsek Kampar, Asdisyah Mursyid, merinci kerugian korban yang terdiri dari berbagai macam bahan kebutuhan dapur yang sangat esensial. Lima tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram yang biasanya berwarna hijau cerah ikut hilang dari tempat penyimpanannya. Empat papan telur bebek yang rawan pecah pun sukses dibawa kabur tanpa menyisakan satu pun cangkang yang retak.
“Pelaku mengambil lima tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram, empat papan telur bebek, serta beberapa kardus minyak goreng,” ujar Kapolsek dengan nada tegas. Kalimat singkat tersebut menggambarkan betapa rakusnya para pelaku dalam mengeruk keuntungan dari keringat pedagang kecil. Selain minyak goreng, sekitar 15 kilogram gula pasir putih juga ikut lenyap dalam aksi "manis" mereka malam itu.
Jika ditotal dalam angka rupiah, kerugian yang dialami oleh HY mencapai angka Rp2.265.000 untuk satu kali kejadian. Angka ini mungkin terlihat kecil bagi pengusaha besar, namun bagi pemilik warung di kelurahan, ini adalah pukulan telak. Kehilangan stok utama dagangan berarti hilangnya potensi pendapatan harian yang menjadi tumpuan hidup keluarga selama beberapa pekan ke depan.
Warga sekitar pasar merasa sangat resah karena merasa barang dagangan mereka tidak lagi aman dari incaran pencuri. Keberanian pelaku mengambil barang dalam jumlah banyak menunjukkan mereka sangat paham dengan kondisi keamanan lingkungan sekitar. Kini, harapan warga hanya tertumpu pada kesigapan aparat kepolisian untuk meringkus para pengganggu kenyamanan aktivitas jual beli tersebut.
Penyelidikan Intensif dan Salah Sasaran
Tim Reserse Kriminal Polsek Kampar langsung tancap gas setelah menerima laporan resmi dari sang pemilik warung sembako. David Gusmanto dipercaya memimpin pasukan penyidik untuk menyisir setiap sudut Kelurahan Air Tiris demi mencari titik terang. Fokus utama penyelidikan adalah mencocokkan wajah dalam rekaman kamera pengawas dengan basis data kependudukan setempat yang ada.
Informasi dari mulut ke mulut mulai berkembang liar di tengah masyarakat mengenai siapa dalang di balik aksi pembobolan tersebut. Berdasarkan bisikan warga yang merasa melihat orang mencurigakan, polisi sempat mengamankan seorang pria berinisial TK. Pria malang ini dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait keberadaannya saat malam kejadian berlangsung.
Interogasi dilakukan secara mendalam dan sangat teliti guna memastikan kebenaran alibi yang disampaikan oleh pria berinisial TK. Setelah diperiksa secara silang dengan data lapangan, polisi akhirnya menyimpulkan pria tersebut bersih dari segala tuduhan kriminal. Polisi tidak ingin gegabah dalam menetapkan tersangka hanya berdasarkan asumsi atau desas-desus yang belum teruji kebenarannya secara hukum.
Meskipun sempat menemui jalan buntu pada awal penyelidikan, tim penyidik tidak lantas mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Mereka terus melakukan pemantauan terhadap peredaran barang-barang sembako dengan harga miring di pasar-pasar tradisional sekitarnya. Strategi "mengikuti barang" ini sering kali lebih efektif daripada sekadar mencari wajah pelaku di tengah ribuan penduduk kelurahan.
Perjuangan tanpa lelah tersebut membuahkan hasil manis tepat pada hari Jumat, tanggal 6 Maret 2026 silam. Informasi akurat mengenai keberadaan barang bukti mulai mengerucut pada satu nama yang sebelumnya sudah masuk dalam radar kecurigaan. Penangkapan pun segera direncanakan dengan sangat matang agar pelaku tidak memiliki celah sedikit pun untuk melarikan diri.
Tertangkap Basah Bersama Minyakita
Detik-detik penangkapan pria berinisial RE berlangsung cukup dramatis karena ia tertangkap tangan sedang membawa barang bukti yang sangat identik. RE kedapatan membawa 12 kemasan minyak goreng merek Minyak Kita yang masih terbungkus rapi dalam kemasan aslinya. Polisi langsung melakukan pengecekan seri produk untuk memastikan apakah minyak tersebut merupakan bagian dari stok yang hilang.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pengakuan yang mengejutkan dari mulut RE saat ia mulai terpojok oleh pertanyaan penyidik. Ia mengakui minyak goreng tersebut didapatkan dari rumah pelaku lain berinisial CL yang berlokasi di Seberang Air Tiris. Pengakuan ini menjadi kunci pembuka gerbang rahasia mengenai jaringan pencurian yang selama ini meresahkan para pemilik toko harian.
RE mengaku hanya berperan membantu proses penjualan barang hasil curian agar bisa segera dikonversi menjadi uang tunai. Kerja sama ilegal antara RE dan CL ternyata sudah terjalin cukup lama dalam skema kejahatan yang terorganisir rapi. Namun, sepandai-pandainya RE menyembunyikan minyak goreng hasil curian, akhirnya baunya tercium juga oleh hidung tajam para detektif kepolisian.
Barang bukti berupa 12 botol minyak goreng tersebut kini telah disita dan diamankan di Mapolsek Kampar untuk proses persidangan. Polisi juga mulai menelusuri di mana letak lima tabung gas elpiji dan papan telur bebek yang sebelumnya dilaporkan hilang. Pengungkapan identitas RE memberikan secercah harapan bagi para korban lain yang juga pernah mengalami musibah serupa.
Kini RE harus mendekam di balik teruji besi sembari meratapi nasibnya yang apes gara-gara belasan botol minyak goreng. Ia terancam pasal pencurian dengan pemberatan yang akan membuatnya terpisah jauh dari hiruk-pukuk kehidupan Pasar Air Tiris. Sementara itu, fokus polisi kini bergeser penuh untuk melacak keberadaan CL yang diduga merupakan otak utama di balik aksi ini.
Jejak Kriminal di Tiga Toko Berbeda
Nyanyian RE di depan penyidik ternyata mengungkap fakta mengerikan mengenai rekam jejak kriminalitas pasangan ini di masa lalu. Penyelidikan mendalam menemukan indikasi kuat keterlibatan mereka dalam setidaknya tiga kasus pencurian besar lainnya di wilayah hukum Kampar. Mereka bukan sekadar amatir yang sedang butuh uang, melainkan sudah masuk dalam kategori pelaku spesialis pembobol toko harian.
Kasus pertama yang teridentifikasi terjadi di Toko Sembako Yandri pada pertengahan bulan Februari tahun 2026 yang baru saja lewat. Dalam aksi tersebut, para pelaku sukses menggasak barang senilai tujuh juta rupiah yang membuat pemilik toko sempat jatuh sakit. Skema masuknya pelaku ke dalam toko Yandri memiliki kemiripan pola dengan kasus yang terjadi di warung milik HY.
Aksi kedua dilakukan pada bulan Desember tahun 2025 di sebuah toko buah milik seorang pedagang yang akrab disapa Uda. Di lokasi tersebut, kerugian diperkirakan mencapai tiga juta rupiah akibat banyaknya stok buah segar dan peralatan toko yang raib. Nampaknya, kedua pelaku ini tidak pilih-pilih dalam menentukan target asalkan ada barang yang bisa diangkut dan dijual kembali.
Kejadian ketiga menimpa Toko Harian Hendra pada tanggal 25 Februari 2026 dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp2,3 juta. Akumulasi dari seluruh kerugian para pedagang di tiga lokasi ini menunjukkan angka yang sangat fantastis bagi ukuran ekonomi kelurahan. Kapolsek menyebutkan total kerugian diperkirakan sudah menembus angka lebih dari dua belas juta rupiah yang sangat meresahkan warga.
Rentetan kejadian ini membuktikan ada celah keamanan yang selama ini dimanfaatkan oleh kedua pelaku untuk melancarkan aksi jahat mereka. Keberhasilan mengungkap keterkaitan antar kasus ini menjadi prestasi tersendiri bagi jajaran Kepolisian Sektor Kampar dalam memberikan rasa aman. Warga pun mulai berani bersuara dan memberikan kesaksian tambahan mengenai pergerakan mencurigakan para pelaku di masa lalu.
Memburu Sang Buronan CL ke Lubang Semut
Meskipun RE sudah berhasil diringkus, pekerjaan rumah bagi pihak kepolisian masih menyisakan satu nama besar berinisial CL. Pelaku utama ini diketahui memiliki mobilitas yang sangat tinggi dan diduga sudah melarikan diri ke luar wilayah Air Tiris. Nama CL kini resmi masuk ke dalam daftar pencarian orang yang fotonya akan segera disebar ke seluruh kantor polisi.
Pihak aparat mengimbau dengan sangat agar masyarakat tidak mencoba-coba melindungi atau menyembunyikan keberadaan CL dari kejaran petugas. Informasi sekecil apa pun mengenai tempat persembunyian pelaku akan sangat berharga bagi tim yang sedang melakukan pengejaran di lapangan. Kerja sama yang baik antara polisi dan warga akan menjadi kunci utama dalam mengakhiri pelarian panjang sang gembong sembako ini.
Kapolsek Kampar menegaskan komitmennya untuk tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi para pelaku kejahatan untuk menghirup udara bebas. Pengungkapan kasus ini menjadi bukti keseriusan institusi kepolisian dalam merespon setiap keluhan masyarakat terkait masalah keamanan dan ketertiban. Ia menyatakan: “Pengungkapan ini menunjukkan keseriusan dalam menindak pelaku kejahatan,” seraya memberikan peringatan bagi pelaku lainnya.
Langkah preventif mulai disusun guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali dan menghantui para pedagang pasar yang bekerja keras. Patroli rutin di kawasan pasar tradisional akan ditingkatkan frekuensinya, terutama pada jam-jam rawan saat dini hari menjelang subuh tiba. Polisi ingin memastikan bahwa saat para pedagang membuka warung, mereka tidak perlu lagi menemukan rak dagangan dalam kondisi kosong.
Kisah dari Pasar Air Tiris ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada dan saling menjaga keamanan lingkungan sekitar. Kejahatan bisa terjadi kapan saja, namun kesigapan petugas dan partisipasi warga akan selalu menjadi tembok penghalang yang kokoh. Semoga ke depannya, pasar-pasar di Kampar tetap menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk mencari rezeki tanpa bayang-bayang pencurian. R-02

