SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Polda Riau Kembali Mutasi Pejabat di Polres Kepulauan Meranti, Kasatreskrim dan Kasatresnarkoba Berganti

      Polda Riau Kembali Mutasi Pejabat di Polres Kepulauan Meranti, Kasatreskrim dan Kasatresnarkoba Berganti

      19/06/2026  ❘  08:18 WIB
    • Polda Riau Rotasi 11 Perwira Polres Rohil, Sejumlah Kapolsek dan Kasat Berganti

      Polda Riau Rotasi 11 Perwira Polres Rohil, Sejumlah Kapolsek dan Kasat Berganti

      19/06/2026  ❘  08:16 WIB
    • Pasar Parluasan Siantar Jadi Lautan Api, Ratusan Pedagang Menjerit Histeris

      Pasar Parluasan Siantar Jadi Lautan Api, Ratusan Pedagang Menjerit Histeris

      18/06/2026  ❘  11:36 WIB
    • Luis Tewas di Pinggir Jalan, Polisi Tangkap Oknum TNI dan Purnawirawan TNI

      Luis Tewas di Pinggir Jalan, Polisi Tangkap Oknum TNI dan Purnawirawan TNI

      18/06/2026  ❘  08:49 WIB
  • Nasional
    • Senator Penrad Siagian Khawatir Sistem Merit ASN Terganggu Masuknya Personel Aktif TNI-Polri

      Senator Penrad Siagian Khawatir Sistem Merit ASN Terganggu Masuknya Personel Aktif TNI-Polri

      19/06/2026  ❘  12:58 WIB
    • Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap, Kuasa Hukum Protes Keras

      Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap, Kuasa Hukum Protes Keras

      19/06/2026  ❘  09:34 WIB
    • Transparansi Kepemilikan Saham Jadi Sorotan MSCI terhadap Pasar Modal Indonesia

      Transparansi Kepemilikan Saham Jadi Sorotan MSCI terhadap Pasar Modal Indonesia

      19/06/2026  ❘  08:13 WIB
    • Rencana Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Turun, Pertamax Ikut Murah? Ini Jawaban Airlangga

      Rencana Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Turun, Pertamax Ikut Murah? Ini Jawaban Airlangga

      19/06/2026  ❘  07:45 WIB
  • Ekonomi
    • Belajar Etika Makan di Hotel Berbintang, Tjokro Hotel Pekanbaru Tawarkan Promo Table Manner

      Belajar Etika Makan di Hotel Berbintang, Tjokro Hotel Pekanbaru Tawarkan Promo Table Manner

      19/06/2026  ❘  13:36 WIB
    • KHAS Pekanbaru Hotel Hadirkan Promo Happy School Holiday, Staycation dengan Harga Hemat

      KHAS Pekanbaru Hotel Hadirkan Promo Happy School Holiday, Staycation dengan Harga Hemat

      19/06/2026  ❘  13:31 WIB
    • BRK Syariah Perkuat Bisnis Emas, SDI Dibekali Sertifikasi Penaksir Rahn

      BRK Syariah Perkuat Bisnis Emas, SDI Dibekali Sertifikasi Penaksir Rahn

      19/06/2026  ❘  13:03 WIB
    • Bos Baru The Fed Mengamuk, Kurs Rupiah Sengklek Nyaris Tembus Delapan Belas Ribu!

      Bos Baru The Fed Mengamuk, Kurs Rupiah Sengklek Nyaris Tembus Delapan Belas Ribu!

      19/06/2026  ❘  09:41 WIB
  • Politik
    • Jokowi Titip Pesan ke PSI, Prabowo-Gibran Diminta Dikawal hingga Dua Periode

      Jokowi Titip Pesan ke PSI, Prabowo-Gibran Diminta Dikawal hingga Dua Periode

      19/06/2026  ❘  08:08 WIB
    • Elit PKB Sentil Kejelasan Sikap Politik PDI Perjuangan Terhadap Pemerintahan Prabowo: Jangan Abu-abu!

      Elit PKB Sentil Kejelasan Sikap Politik PDI Perjuangan Terhadap Pemerintahan Prabowo: Jangan Abu-abu!

      19/06/2026  ❘  01:00 WIB
    • Datangi Rumah Jokowi, Rismon Sianipar Bawa Buku 800 Halaman dan Permintaan Maaf

      Datangi Rumah Jokowi, Rismon Sianipar Bawa Buku 800 Halaman dan Permintaan Maaf

      17/06/2026  ❘  11:45 WIB
    • PSI Balas PDIP soal Jokowi, Bestari: Belum Move On dan Terus Membicarakan

      PSI Balas PDIP soal Jokowi, Bestari: Belum Move On dan Terus Membicarakan

      15/06/2026  ❘  21:06 WIB
  • Hukrim
    • Nekat Lawan Polisi, Kaki Kiri Rampok Kantor PT MPT Bolong Ditembus Pelor!

      Nekat Lawan Polisi, Kaki Kiri Rampok Kantor PT MPT Bolong Ditembus Pelor!

      19/06/2026  ❘  09:13 WIB
    • Bareskrim Polri Buru Dua Warga Bengkalis Buronan Kasus 64 Kg Sabu Asal Malaysia

      Bareskrim Polri Buru Dua Warga Bengkalis Buronan Kasus 64 Kg Sabu Asal Malaysia

      19/06/2026  ❘  08:46 WIB
    • Pria 54 Tahun Jadi Tersangka Karhutla 180 Hektare di Bengkalis, Polisi Lengkapi Berkas Perkara

      Pria 54 Tahun Jadi Tersangka Karhutla 180 Hektare di Bengkalis, Polisi Lengkapi Berkas Perkara

      19/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Skandal Korupsi MBG, Glory Harimas Sihombing Disebut Setor Uang ke Dadan Hasil Jual Titik SPPG

      Skandal Korupsi MBG, Glory Harimas Sihombing Disebut Setor Uang ke Dadan Hasil Jual Titik SPPG

      19/06/2026  ❘  00:47 WIB
  • Umum
    • Rapat Senat Unri Tetapkan 8 Bakal Calon Rektor 2026-2030, Terbanyak Dalam Sejarah Universitas Riau

      Rapat Senat Unri Tetapkan 8 Bakal Calon Rektor 2026-2030, Terbanyak Dalam Sejarah Universitas Riau

      17/06/2026  ❘  18:03 WIB
    • Panduan Membuat Cold Brew yang Halus, Segar, dan Minim Rasa Pahit

      Panduan Membuat Cold Brew yang Halus, Segar, dan Minim Rasa Pahit

      17/06/2026  ❘  07:53 WIB
    • Piagam Madinah Berusia 1.400 Tahun, Rahasia Nabi Muhammad Menyatukan Umat yang Masih Relevan hingga Kini

      Piagam Madinah Berusia 1.400 Tahun, Rahasia Nabi Muhammad Menyatukan Umat yang Masih Relevan hingga Kini

      16/06/2026  ❘  07:18 WIB
    • Shock! Sayur dan Buah Favorit Masyarakat RI Disebut Paling Banyak Mengandung Mikroplastik

      Shock! Sayur dan Buah Favorit Masyarakat RI Disebut Paling Banyak Mengandung Mikroplastik

      15/06/2026  ❘  11:39 WIB
  • Riau
    • Jangan Nekat Keluar Rumah, Petir dan Angin Kencang Siap Kepung Pekanbaru Sampai Subuh!

      Jangan Nekat Keluar Rumah, Petir dan Angin Kencang Siap Kepung Pekanbaru Sampai Subuh!

      19/06/2026  ❘  09:24 WIB
    • Plt Gubri Dorong Percepatan Data TORA dan Akses Ekonomi

      Plt Gubri Dorong Percepatan Data TORA dan Akses Ekonomi

      19/06/2026  ❘  07:15 WIB
    • LPS Bekinerja Baik, Diapresiasi Wako Agung

      LPS Bekinerja Baik, Diapresiasi Wako Agung

      18/06/2026  ❘  20:26 WIB
    • Diskes Riau Perkuat Kolaborasi, Percepatan Cek Kesehatan Gratis di Pekanbaru Terus Digenjot

      Diskes Riau Perkuat Kolaborasi, Percepatan Cek Kesehatan Gratis di Pekanbaru Terus Digenjot

      18/06/2026  ❘  20:13 WIB
  • Sport
    • Kanada Mengamuk! Jonathan David Hattrick, Qatar Dibantai 6-0 dengan Sembilan Pemain

      Kanada Mengamuk! Jonathan David Hattrick, Qatar Dibantai 6-0 dengan Sembilan Pemain

      19/06/2026  ❘  08:11 WIB
    • Harry Kane Cetak Dua Gol, Inggris Taklukkan Kroasia 4-2 di Piala Dunia 2026

      Harry Kane Cetak Dua Gol, Inggris Taklukkan Kroasia 4-2 di Piala Dunia 2026

      18/06/2026  ❘  07:41 WIB
    • Portugal Gagal Menang, RD Kongo Paksa Selecao Bermain Imbang 1-1

      Portugal Gagal Menang, RD Kongo Paksa Selecao Bermain Imbang 1-1

      18/06/2026  ❘  07:39 WIB
    • Mewakili Riau, Kampar Junior FA Siap Berlaga di Piala Garuda Anak Indonesia 2026

      Mewakili Riau, Kampar Junior FA Siap Berlaga di Piala Garuda Anak Indonesia 2026

      18/06/2026  ❘  07:06 WIB
  • Opini
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
  • Internasional
    • Pertamina Mempersiapkan Pemulangan Dua Kapal Tanker Dari Selat Hormuz

      Pertamina Mempersiapkan Pemulangan Dua Kapal Tanker Dari Selat Hormuz

      19/06/2026  ❘  09:51 WIB
    • Perang Dagang Memanas, China Siap Hajar Balik Amerika Usai Raksasa Teknologinya Masuk Daftar Hitam

      Perang Dagang Memanas, China Siap Hajar Balik Amerika Usai Raksasa Teknologinya Masuk Daftar Hitam

      18/06/2026  ❘  20:48 WIB
    • India Tiba-Tiba Blokir Telegram! Pemerintah Bertindak Keras Usai Skandal Bocornya Soal Ujian Kedokteran

      India Tiba-Tiba Blokir Telegram! Pemerintah Bertindak Keras Usai Skandal Bocornya Soal Ujian Kedokteran

      16/06/2026  ❘  15:23 WIB
    • Kesepakatan AS-Iran Buka Harapan Baru, Selat Hormuz Jadi Kunci Perhatian Dunia

      Kesepakatan AS-Iran Buka Harapan Baru, Selat Hormuz Jadi Kunci Perhatian Dunia

      16/06/2026  ❘  10:18 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Jargon Green for Riau di Tengah Ambisi Iklim dan Realitas Tingkat Tapak

04/02/2026  ❘  09:40 WIB • Opini
Bagikan :
Jargon Green for Riau di Tengah Ambisi Iklim dan Realitas Tingkat Tapak

Ali Afriandi. Foto: Istimewa

Penulis: Ali Afriandi

SABANGMERAUKE NEWS - Program Green for Riau patut diapresiasi sebagai sebuah inisiatif strategis dalam upaya pemulihan ekosistem, penurunan emisi karbon, serta perbaikan tata kelola lingkungan di Provinsi Riau, sebuah wilayah yang selama puluhan tahun bergulat dengan persoalan deforestasi, degradasi lahan gambut, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang. Namun demikian, agar program ini tidak berhenti pada tataran teknokratis dan simbolik semata, diperlukan evaluasi kritis yang konstruktif untuk menilai sejauh mana Green for Riau secara substantif menempatkan masyarakat sebagai subjek utama, bukan sekadar objek, dalam proses dan manfaat pemulihan lingkungan.

Salah satu persoalan mendasar terletak pada ketimpangan antara skala wilayah yang ditetapkan sebagai target program dan ruang kelola yang secara realistis dapat diakses serta dikelola oleh masyarakat. Dalam kerangka perhitungan REDD+/pendanaan karbon, Green for Riau menetapkan area akuntansi indikatif seluas kurang lebih 2,6 juta hektare sebagai wilayah kerja untuk penghitungan penurunan emisi dan potensi kredit karbon. Penetapan ini disertai dengan pengembangan sistem measurement, reporting, and verification (MRV) yang didukung oleh lembaga internasional FAO–UNEP, serta dibingkai dalam target penurunan emisi yang ambisius di Provinsi Riau.

Perlu ditegaskan, apabila program ambisi karbon Green for Riau dirancang dan diimplementasikan semata-mata di dalam kawasan hutan negara, maka secara praktis satu-satunya jalur legal yang tersedia bagi masyarakat untuk terlibat sekaligus mengakses manfaat program tersebut adalah melalui skema Perhutanan Sosial. Di luar skema ini, tidak terdapat mekanisme yang secara eksplisit memberikan ruang kelola langsung kepada masyarakat, terutama mengingat bahwa inisiatif karbon mensyaratkan kepastian tenurial, legalitas pengelolaan, serta keterintegrasian ke dalam sistem akuntansi emisi berbasis negara.

Data menunjukkan bahwa realisasi izin Perhutanan Sosial (PS) di Provinsi Riau berada pada kisaran ±160 ribu hingga 260 ribu hektare, bergantung pada sumber dan periode pencatatan. Namun demikian, capaian tersebut masih jauh dari target Peta Indikatif Areal Perhutanan Sosial (PIAPS) dan sangat kecil jika dibandingkan dengan total wilayah yang menjadi fokus Green for Riau. Kondisi ini mengindikasikan bahwa lebih dari 80% kawasan target program belum berada dalam ruang kelola legal masyarakat, sehingga menegaskan adanya kesenjangan struktural yang signifikan antara ambisi program di tingkat kebijakan dan realitas pengelolaan di tingkat tapak.

Lebih jauh, sebagian besar areal Perhutanan Sosial (PS) yang telah berizin pun belum berada dalam kondisi ekologis yang stabil. Di Provinsi Riau, banyak kawasan PS terletak pada lahan gambut yang telah terdegradasi, rentan terhadap kebakaran, serta sarat dengan konflik tenurial yang melibatkan masyarakat, perusahaan, dan negara. Situasi ini menempatkan masyarakat pada posisi sosial-ekologis yang tidak seimbang: di satu sisi mereka dibebani tanggung jawab untuk menjaga dan memulihkan fungsi ekosistem, sementara di sisi lain mereka harus menanggung risiko kegagalan pencapaian target penurunan emisi, risiko yang kerap dipengaruhi oleh faktor struktural dan eksternal yang berada di luar kendali langsung mereka.

Dalam konteks pendanaan karbon, skema ini menawarkan insentif ekonomi berbasis kinerja penurunan emisi, namun pada saat yang sama membawa beban tanggung jawab teknis yang sangat ketat. Kewajiban penerapan measurement, reporting, and verification (MRV), kepastian hak kelola (tenurial), serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan menjadi prasyarat utama untuk dapat mengakses manfaat finansial dari perdagangan karbon. Pada tingkat nasional, Pemerintah Indonesia bahkan tengah menyiapkan mekanisme offset trading berbasis kehutanan yang akan mengintegrasikan sektor Perhutanan Sosial dan perusahaan kehutanan ke dalam sistem perdagangan karbon domestik dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara pemerintah mendorong partisipasi masyarakat dalam ekonomi karbon, kapasitas teknis dan ketersediaan sumber daya di tingkat masyarakat kerap belum memadai untuk memenuhi standar pelaporan, manajemen risiko ekologis, serta administrasi yang dituntut oleh skema tersebut. Keterbatasan akses terhadap data spasial, kemampuan pengukuran dan pemantauan stok karbon, bimbingan teknis yang berkelanjutan serta dukungan pendanaan jangka panjang, menempatkan masyarakat pada posisi yang rentan terhadap risiko kegagalan implementasi program, termasuk kemungkinan tidak tercapainya target kinerja, tertundanya pembayaran berbasis hasil, hingga potensi sanksi dalam kerangka skema karbon.

Situasi ini memunculkan persoalan keadilan yang mendasar: siapa yang seharusnya menanggung risiko ketika target pengurangan emisi atau kinerja ekonomi karbon tidak tercapai? 
Tanpa desain kebijakan yang adil, maka secara eksplisit pengaturan pembagian manfaat (benefit-sharing) dan pembagian risiko (risk-sharing) bagi masyarakat, program berbasis hasil seperti pendanaan karbon justru berpotensi mereproduksi dan memperdalam ketimpangan yang telah ada. Dalam banyak praktik, manfaat ekonomi dari perdagangan karbon cenderung lebih dinikmati oleh aktor yang memiliki modal besar, kapasitas teknologi tinggi, serta akses kuat ke pasar, sementara masyarakat lokal berfungsi sebagai buffer risiko yang menanggung beban kegagalan di tingkat tapak.

Dalam kerangka Green for Riau, absennya aturan operasional yang tegas terkait mekanisme pembagian manfaat dan perlindungan risiko, termasuk ketiadaan payung hukum benefit and risk sharing yang berpihak pada Masyarakat, berpotensi melemahkan tujuan keadilan sosial dan ekologis program ini. Ketika kewajiban pengelolaan, pemantauan, dan pelaporan dibebankan secara ketat tanpa diimbangi dengan penguatan kapasitas yang berkelanjutan, program hijau berbasis karbon justru berisiko memperdalam ketimpangan sosial dan kerentanan ekologi di Riau.

Oleh karena itu, kritik ini menegaskan perlunya koreksi arah kebijakan Green for Riau. Pendanaan karbon dan proyek restorasi lanskap semestinya tidak diposisikan semata sebagai instrumen pembiayaan berbasis kinerja, melainkan sebagai mekanisme keadilan ekologis yang menghormati hak masyarakat, menjamin kepastian tenurial, mengatur pembagian manfaat secara adil, serta menyediakan perlindungan yang memadai terhadap risiko kegagalan, termasuk konflik tenurial dan kejadian ekologis ekstrem.

Pada akhirnya, keberhasilan Green for Riau dalam pemanfaatan pendanaan karbon tidak semata diukur dari volume emisi yang diklaim berhasil ditekan atau nilai finansial yang diperoleh, tetapi dari sejauh mana program ini mampu menyelaraskan ambisi iklim dengan realitas sosial di tingkat tapak, mengurangi beban risiko yang ditanggung masyarakat, serta menjadikan pemulihan ekologi sebagai proses yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Tanpa prasyarat tersebut, Green for Riau berisiko menjadi proyek hijau berbiaya tinggi, namun rapuh secara sosial dan tata kelola. (R-03) 

*Penulis aktif di Khazanah Alam dan Budaya Tropis (Kabut) Riau

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Green for RiauPerhutanan SosialGambutSabangMeraukeNews

BERITA TERKAIT :

  • BATIQA Hotel Pekanbaru Perkuat Budaya Safety Lewat Training Fire Drill Bersama Damkar Rutin Selama Tiga Bukan Sekali

    BATIQA Hotel Pekanbaru Perkuat Budaya Safety Lewat Training Fire Drill Bersama Damkar Rutin Selama Tiga Bukan Sekali

    Ekonomi •
    03/02/2026 ❘ 20:16 WIB
  • Usai Temui Tokoh Islam, Prabowo Nyatakan Keluar dari Dewan Perdamaian Jika Tak Sejalan dengan Indonesia

    Usai Temui Tokoh Islam, Prabowo Nyatakan Keluar dari Dewan Perdamaian Jika Tak Sejalan dengan Indonesia

    Nasional •
    03/02/2026 ❘ 22:15 WIB
  • Persaingan Ketat Kursi Kepsek SMA/SMK Negeri Riau, 500 Pelamar Incar 69 Formasi

    Persaingan Ketat Kursi Kepsek SMA/SMK Negeri Riau, 500 Pelamar Incar 69 Formasi

    Riau •
    03/02/2026 ❘ 21:36 WIB
  • Kasus Dugaan Saham Gorengan, Bareskrim Polri Geledah Kantor PT Sinhan Sekuritas

    Kasus Dugaan Saham Gorengan, Bareskrim Polri Geledah Kantor PT Sinhan Sekuritas

    Hukrim •
    03/02/2026 ❘ 19:24 WIB
  • Terkait Penertiban Billboard, Pemko Pekanbaru Sudah Tegas Dari Awal

    Terkait Penertiban Billboard, Pemko Pekanbaru Sudah Tegas Dari Awal

    Riau •
    03/02/2026 ❘ 19:01 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    10/06/2026  ❘  16:53 WIB
  • Nama Bupati Inhu Terseret! Dani Nursalam Bongkar Misteri Handphone dan CCTV Jelang OTT KPK

    Nama Bupati Inhu Terseret! Dani Nursalam Bongkar Misteri Handphone dan CCTV Jelang OTT KPK

    04/06/2026  ❘  18:23 WIB
  • Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    12/06/2026  ❘  12:05 WIB
  • Drama Baru Kasus Dugaan Korupsi Jatah Preman! Kesaksian Dani Nursalam Memberatkan Gubernur Abdul Wahid, Ini Pengakuannya

    Drama Baru Kasus Dugaan Korupsi Jatah Preman! Kesaksian Dani Nursalam Memberatkan Gubernur Abdul Wahid, Ini Pengakuannya

    04/06/2026  ❘  19:54 WIB
  • Jaksa KPK Tuding Abdul Wahid Lakukan Kejahatan Kerah Putih yang Tertutup dan Terorganisir

    Jaksa KPK Tuding Abdul Wahid Lakukan Kejahatan Kerah Putih yang Tertutup dan Terorganisir

    05/06/2026  ❘  09:21 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan