Usai Temui Tokoh Islam, Prabowo Nyatakan Keluar dari Dewan Perdamaian Jika Tak Sejalan dengan Indonesia
Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto saat menandatangani piagam pernyataan Indonesia bergabung Dewan Keamanan (Board of Peace) beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto disebut membuka opsi keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jika tidak sejalan dengan Republik Indonesia.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan hal ini usai Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para ormas Islam di Istana, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
"Ya kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, pertama situasi damai di Gaza sekarang pada khususnya. Kemudian situasi damai di Palestina pada umumnya dan akhirnya nanti adalah kemerdekaan dan kedaulatan Palestina," ujar Sugiono di Kompleks Istana.
"Saya kira itu trajektori yang kita ingin capai, yang kita lihat, saya kira koridor-koridornya ada di situ," sambungnya.
Adapun situasi di Palestina juga masih cukup rawan karena masih terjadi serangan-serangan dari Israel. Menurut Sugiono, situasi di Palestina juga masih rapuh, sehingga masing-masing negara yang tergabung di dalam Board of Peace ini juga harus membahas hal-hal yang sifatnya lebih rinci.
"Tentu saja terkait dengan serangan tersebut, kita semua khususnya negara-negara yang tergabung di dalam group of New York yang delapan negara dengan mayoritas penduduk Islam, muslim terbesar itu sepakat untuk mengeluarkan joint statement bersama yang sifatnya mengecam dan menyatakan bahwa hal tersebut itu bisa mencederai proses yang sedang terjadi. Kita minta semua pihak untuk sama-sama menghormati karena ini kesepakatan yang sudah kita lakukan bersama," jelasnya.
Ia menambahkan, situasi di Gaza juga perlu diselesaikan secara dingin.
"Menuntut tanggung jawab dari semuanya, dari semua pihak dan saya kira situasi demi situasi ataupun kasus demi kasus yang kita lihat itu memerlukan suatu penilaian dan penanganan yang dingin, tidak emosional dengan tetap berpegangan pada tujuan akhir tercapai," ucap dia.
Selain Menlu RI, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis juga mengungkap hal serupa usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana.
Sebagai salah satu perwakilan dari ormas Islam, Cholil mengungkap Presiden Prabowo menegaskan akan bersikap abstain dan absen jika Board of Peace tidak sejalan dengan sikap Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, Prabowo disebut akan keluar dari Board of Peace jika memang sudah tidak cocok dan sejalan dengan lembaga yang digagas Trump itu. (R-03)

