Daftar Kerusakan dan Korban Akibat Terbakar dan Meledaknya Pipa Gas PT Transgasindo Anak Perusahaan PGN Tbk di Riau
Sebuah truk ikut terbakar dalam ledakan hebat pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI/Transgasindo) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada Jumat (2/1/2026) sore kemarin. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Sejumlah properti milik masyarakat mengalami kerusakan serius dampak terbakar dan meledaknya pipa gas PT Transportasi Gas Indonesia (TGI/Transgasindo) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada Jumat (2/1/2026) sore kemarin. PT TGI merupakan anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara/PGN Tbk (PGAS).
Angka kerugian material akibat ledakan tersebut belum bisa dihitung. Termasuk soal kerugian ekonomi yang dialami PT Transgasindo akibat tidak berfungsinya jalur distribusi gas yang merupakan bagian dari ruas Gressik-Duri tersebut.
Berdasarkan informasi yang dirangkum, sedikitnya terdapat 3 rumah milik masyarakat yang ikut terbakar dalam insiden pada objek vital negara tersebut.
Selain itu, dilaporkan ada 10 kendaraan yang rusak terbakar. Dengan rincian 5 unit mobil dan truk serta 5 unit sepeda motor.
Kerusakan lain yang merugikan masyarakat yakni terbakarnya tanaman kelapa sawit warga. Kebun sawit tersebut berada di dalam radius titik kebakaran pipa yang mencapai puluhan meter.
Dari sisi korban manusia, insiden ini tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Namun, ada sebanyak 8 warga masyarakat yang mengalami luka bakar. Korban telah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan.
Perbaikan Pipa Butuh 5 Hari
Sementara itu, manajemen PT Transgasindo mengungkap upaya perbaikan dan pemulihan pipa yang terbakar membutuhkan waktu 5 hari.
"Saat ini perusahaan fokus pada upaya perbaikan pipa yang diperkirakan memakan waktu maksimal 5 hari ke depan," kata Corporate Secretary TGI, Emil Ismail dalam keterangan tertulis diterima SabangMerauke News, Sabtu (3/1/2026).
Emil menyatakan, upaya pemulihan jaringan pada insiden kebocoran pipa gas di Indragiri Hilir telah berlangsung. Setelah dilakukan penutupan seluruh section valve terdekat, api disekitar pipa terdampak telah padam sepenuhnya padam pada Sabtu pukul 05:35 WIB (3/1/2026).
Emil mengklaim tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sebanyak 8 orang warga yang mengalami luka bakar ringan telah mendapatkan perawatan dan kembali ke rumah masing-masing.
"Selain itu atas beberapa aset milik warga sekitar yang terdampak, TGI berkomitmen untuk bertanggung-jawab penuh atas semua dampak yang ditimbulkan," jelas Emil.
Emil Ismail menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan adalah memastikan pengamanan lokasi dan keselamatan masyarakat serta melakukan pemulihan operasional secepatnya. Seluruh tahapan penanganan dilakukan mengikuti standar HSSE oleh personel yang kompeten.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berkomitmen penuh untuk memastikan keselamatan semua pihak. Kami juga terus memantau tekanan jaringan dan menyiagakan tim untuk memastikan kondisi tetap aman,” tutup Emil.
Namun Emil tidak menjelaskan apa penyebab terbakarnya pipa gas pada jaringan Grissik (Sumatera Selatan)-Duri (Riau) tersebut. Termasuk dampak sistemik akibat insiden yang membuat objek vital nasional itu terbakar.
PT TPI mengoperasikan distribusi gas, salah satunya pada jaringan pipa gas Grissik-Duri. Selain itu, TPI juga mengoperasikan pipa gas ruas Grissik-Singapura dengan panjang pipa 468 kilometer.
Adapun panjang pipa gas ruas Grissik-Duri mencapai 536 kilometer dengan ukuran diameter pipa 28 inchi. Kapasitas pipa Free Flow 310 MMSCFD dan pada kondisi maksimum mencapai 427 MMSCFD.
Ruas pipa gas Grissik-Duri berhubungan dengan 8 shippers, meliputi Pertamina Hulu Rokan (PHR), Energasindo Heksa Karya, PLN (Persero), PLN EPI, Pertamina Gas Negara, Kilang Pertamina Internasional, Pertamina Gas, Pertamina (Persero).
Diwartakan sebelumnya, kebakaran pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang memicu ledakan keras pada Jumat (2/1/2026) sore kemarin, memicu kerusakan sejumlah fasilitas rumah dan kendaraan masyarakat.
Adapun pipa yang terbakar merupakan jaringan nasional pasokan distribusi gas dari Sumatera Selatan (Sumsel) menuju Duri, Provinsi Riau. Akibat ledakan ini, distribusi gas mengalami gangguan serius terhadap suplai gas kepada buyyer dan pemakai layanan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, terbakar dan meledaknya pipa gas disebabkan karena faktor umur pipa yang sudah relatif tua, di atas 20 tahun. Namun, belum ada penjelasan PGN soal usia pipa dan pemantauan kondisi pipa sebelum kebakaran terjadi.
Api dan suara ledakan pipa gas membuat warga sekitar panik. Masyarakat sekitar telah diminta untuk menjauh dari lokasi ledakan pipa gas. Selain itu, lokasi pipa yang meledak dekat dengan jalan Lintas Timur Sumatera, membuat kendaraan berhenti. Arus lalu lintas jalan lumpuh.
Meski warga telah mengungsi sejauh kurang lebih 8 kilometer dari lokasi kejadian, bau gas masih tercium cukup menyengat.
Camat Kemuning Raja Nurliatin mengatakan, pihak kecamatan telah mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi warga yang berada di sekitar jalur pipa gas serta mendirikan posko pengungsian di lokasi yang dinilai aman. (R-03)

