Ledakan dan Kebakaran Pipa Gas PGN di Indragiri Hilir Riau: 4 Rumah Terbakar, 5 Sepeda Motor Hangus, 2 Orang Terluka
Pipa gas jaringan nasional yang dikelola PT Trans Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo meledak di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) medak dan terbakar pada Jumat (2/1/2026) sore. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Kebakaran pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang memicu ledakan keras pada Jumat (2/1/2026) sore kemarin, memicu kerusakan sejumlah fasilitas rumah dan kendaraan masyarakat.
Dilaporkan, sebanyak 4 rumah ikut terbakar karena berada di dekat ledakan pipa. Selain itu, ada 5 sepeda motor yang hangus.
Dari sisi korban manusia, peristiwa ini menyebabkan 2 orang mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Adapun pipa yang terbakar merupakan jaringan nasional pasokan distribusi gas dari Sumatera Selatan (Sumsel) menuju Dumai, Provinsi Riau. Akibat ledakan ini, distribusi gas mengalami gangguan serius terhadap suplai gas kepada buyyer dan pemakai layanan.
Namun, sejauh ini, PGN belum mengonfirmasi secara detil dampak dari terbakarnya pipa gas tersebut. Termasuk soal potensi kerugian perusahaan BUMN tersebut karena kasus ini.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, terbakar dan meledaknya pipa gas disebabkan karena faktor umur pipa yang sudah relatif tua, di atas 20 tahun. Namun, belum ada penjelasan PGN soal usia pipa dan pemantauan kondisi pipa sebelum kebakaran terjadi.
Sebelumnya, pipa gas yang dikelola PT Trans Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo meledak di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) medak dan terbakar pada Jumat (2/1/2026) sore. Api membumbung tinggi membuat warga sekitar panik. PT TGI merupakan anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN.
Masyarakat sekitar telah diminta untuk menjauh dari lokasi ledakan pipa gas. Selain itu, lokasi pipa yang meledak dekat dengan jalan Lintas Timur Sumatera, membuat kendaraan berhenti. Arus lalu lintas jalan lumpuh.
Kebakaran diawali dengan suara ledakan yang disusul munculnya kobaran api dari jalur pipa gas. Kondisi itu membuat warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian panik dan memilih mengungsi demi keselamatan.
Meski warga telah mengungsi sejauh kurang lebih 8 kilometer dari lokasi kejadian, bau gas masih tercium cukup menyengat.
Camat Kemuning Raja Nurliatin mengatakan, pihak kecamatan telah mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi warga yang berada di sekitar jalur pipa gas serta mendirikan posko pengungsian di lokasi yang dinilai aman.
Kapolsek Kemuning Kompol M Simanungkalit membenarkan kejadian kebakaran pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) tersebut. Ia menyatakan aparat kepolisian telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan.
“Jalan Lintas Timur kami tutup total. Masyarakat dilarang mendekat ke lokasi kejadian dengan radius 500 meter hingga 1 kilometer demi keselamatan,” tegasnya. (R-03)

