Heboh di Media Sosial, Bantuan Pangan Pemerintah Rokan Hilir Diduga 'Disunat'
Bantuan pangan Pemkab Rokan Hilir diduga disunat. Foto: Facebook
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Seorang warga Desa Bagan Batu Barat, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir mempertanyakan adanya dugaan pengurangan jumlah bantuan pangan pemerintah setelah menerima paket bantuan tidak sesuai dengan undangan resmi.
Dalam unggahan media sosial yang beredar pada Jumat (12/12/2025), akun bernama Aidha Juli memposting di salah satu grup Facebook bahwa ia menerima undangan untuk pengambilan bantuan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 'MinyaKita' 4 liter di kantor desa. Namun setelah datang ke lokasi, warga tersebut mengaku hanya menerima beras 10 kilogram dan MinyaKita 2 liter.
“Undangan yang saya terima beras 20 kg dan MinyaKita 4 liter. Tapi saat saya ke kantor desa, saya hanya diberi 10 kg beras dan 2 liter minyak. Bagaimana menurut bapak/ibu?” tulis Aidha dalam unggahan yang disertai video.
Peristiwa ini kemudian mengundang perhatian warga lain di media sosial yang ikut mempertanyakan transparansi serta mekanisme penyaluran bantuan pemerintah di desa tersebut.
Namun hingga malam ini, postingan di grup Facebook itu sudah tak terlihat lagi. Pemilik akun Aidha Juli mengaku tidak pernah menghapus postingan itu.
Penjelasan Datuk Penghulu
Penjabat (Pj) Datuk Penghulu (Kepala Desa) Desa Persiapan Bagan Batu Barat, Markis mengakui bantuan pangan itu dibagi dua untuk keluarga kurang mampu lainnya.
"Keluarga kurang mampu di wilayah kami ada 200 orang, sementara yang mendapat bantuan hanya 24. Jadi kami berinisiatif bantuan kami bagi dua," kata Markis.
Dengan membagi dua bantuan tersebut, kata Markis, maka sebanyak 24 keluarga lain dapat ikut merasakannya. Ia mengklaim kebijakan itu diterapkan hampir di semua dusun yang ada di wilayah Bagan Batu Barat.
"Pihak desa juga sudah menjelaskan kepada yang bersangkutan kalau bantuan pangan itu kita bagi kepada keluarga kurang mampu lainnya," terang Markis. (R-02/Ilong)

