Sinergi PT EMP dan Pemkab Meranti: Bantuan untuk Anak Yatim hingga Hadirnya Batik Khas Daerah
Manajemen PT diwakili Arip Hidayatuloh, selaku Field Sr. CSR Officer menyerahkan baju batik yang diproduksi oleh kelompok binaan perusahaan kepada Bupati Kepulauan Meranti. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Senyum hangat menyambut kehadiran manajemen PT Energi Mega Persada (EMP) saat mereka melangkah memasuki Kantor Bupati Kepulauan Meranti. Di ruang pertemuan yang sederhana namun penuh keakraban itu, Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menerima langsung rombongan perusahaan migas yang beroperasi di wilayah Meranti tersebut. Kunjungan hari itu bukan sekadar agenda formal, tetapi membawa misi kemanusiaan yakni penyaluran bantuan sosial bagi anak-anak yatim dan penyerahan contoh batik khas Kepulauan Meranti.
Di hadapan jajaran pemerintah dan perwakilan perusahaan, Bupati Asmar mengapresiasi kepedulian PT EMP yang selama ini menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan sentuhan perhatian lebih. Menurutnya, kehadiran perusahaan bukan hanya soal operasional, tetapi juga bagaimana keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Pada hari ini kami didatangi rekan-rekan dari PT EMP yang telah menyalurkan bantuan uang tunai kepada anak yatim sebesar Rp500 ribu per orang, dengan total penerima sebanyak 150 anak. Bantuan tersebut disalurkan di wilayah Kecamatan Merbau dan Kecamatan Tebing Tinggi Barat,” ujar Bupati Asmar.
Bantuan tersebut bukan hanya angka di atas kertas. Bagi ratusan anak yatim di dua kecamatan itu, dana bantuan yang diterima merupakan bentuk kepedulian yang mampu meringankan beban kehidupan mereka. Banyak dari mereka menjalani hari-hari tanpa figur orang tua, namun tetap berusaha melangkah dengan penuh harapan. Sentuhan kecil dari perusahaan ini menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Selain menyerahkan bantuan sosial, PT EMP juga membawa contoh batik khas Kepulauan Meranti—sebuah langkah awal dalam upaya memperkenalkan identitas budaya Meranti ke tingkat yang lebih luas. Batik tersebut menjadi simbol bahwa perjalanan kemajuan daerah tidak hanya dibangun dari sektor ekonomi, tetapi juga dari pelestarian seni dan budaya lokal.
Dalam suasana pertemuan yang penuh kekeluargaan, Bupati Asmar menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu membuka ruang sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Kolaborasi seperti ini, menurutnya, menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kunjungan PT EMP hari itu bukan sekadar acara seremonial. Di baliknya ada pesan mendalam tentang pentingnya empati, kepedulian, dan keberpihakan kepada kelompok rentan. Asmar berharap langkah baik ini menjadi momentum bagi perusahaan lain untuk turut mengambil peran dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Meranti.
Tidak hanya membawa bantuan sosial untuk anak yatim, kunjungan tersebut juga menjadi momen penting bagi lahirnya identitas baru bagi Meranti yakni batik khas daerah yang terinspirasi dari kekayaan alam setempat.
Di ruang kerja Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, manajemen PT EMP yang diwakili Arip Hidayatuloh, selaku Field Sr. CSR Officer PT ITA mempersembahkan selembar baju batik yang sarat makna. Coraknya elegan, dengan warna alami yang diekstraksi dari dua ikon Meranti yakni tanaman sagu dan mangrove. Keduanya bukan hanya simbol daerah, tetapi juga sumber kehidupan dan budaya masyarakat pesisir.
“Selain bantuan sosial, PT EMP juga menyerahkan contoh batik khas Kepulauan Meranti yang insya Allah akan menjadi batik asli daerah kita. Ini baru contoh awal, dan ke depan kita akan mencoba menjalin kerja sama serta kolaborasi dengan PT EMP maupun PT ITA untuk memproduksi batik khas Kepulauan Meranti," ujar Bupati Asmar.
Batik itu bukan sekadar kain. Ia adalah identitas, kebanggaan, dan harapan akan bangkitnya ekonomi kreatif di Kepulauan Meranti. Dengan bahan berkualitas dan pewarna alami yang ramah lingkungan, batik tersebut mencerminkan karakter Meranti yang alami, lembut, namun penuh kekuatan.
Menurut Bupati Asmar, jika produksi batik khas ini berhasil dikembangkan secara berkelanjutan, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para pelaku UMKM, pengrajin, hingga generasi muda yang ingin terjun ke dunia industri kreatif.
“Bahannya sangat baik, dan warna-warnanya betul-betul diambil dari alam, dari sagu dan bakau. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik. Insya Allah masyarakat Kepulauan Meranti nantinya resmi memiliki batik khas daerah,” tuturnya penuh optimisme.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dapat menghadirkan manfaat ganda: membantu sesama sekaligus melestarikan budaya lokal. Setelah penyaluran bantuan untuk 150 anak yatim di Kecamatan Merbau dan Tebingtinggi Barat, PT EMP melangkah lebih jauh dengan mendukung upaya Pemkab Meranti memperkuat identitas daerah melalui batik.
Di penghujung pertemuan, suasana penuh harapan menyelimuti ruangan. Sebuah lembar batik kini membawa pesan bahwa Meranti tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya budaya yang patut dijaga dan dipromosikan ke seluruh Nusantara. (R-01)

