Lagi, Nelayan di Rohil Kembali Temukan Mayat Mr X di Perairan Panipahan
Lagi dan lagi, nelayan kembali menemukan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas (Mr. X) terapung di perairan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau – Lagi dan lagi, nelayan kembali menemukan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas (Mr. X) terapung di perairan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada Pos Pol Airud Panipahan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Kasat Polairud Polres Rokan Hilir AKP Charisma Fajar Angkasa Putra membenarkan adanya temuan mayat tersebut dan menyatakan proses identifikasi serta penelusuran asal-usul korban masih berlangsung.
Mayat pertama kali ditemukan oleh kapal GT.06 Arpan Sintong yang dinakhodai Rois (43), seorang nelayan asal Kepenghuluan Panipahan. Saat kapal berada pada koordinat N 02°26.300 E 100°33.100, salah satu ABK melihat objek mencurigakan terapung di permukaan laut. Setelah didekati, ternyata itu adalah jasad manusia.
Rois kemudian segera menghubungi Pos Pol Airud Panipahan pada pukul 10.40 WIB untuk melaporkan temuan tersebut. Petugas meminta agar jasad dibawa ke Dermaga Pelabuhan Penyeberangan Panipahan. Sekitar pukul 13.00 WIB, mayat tiba di pelabuhan dan dievakuasi bersama personel Polairud, Posal, Polsek, serta Posramil Panipahan.
Pada pukul 15.20 WIB, tenaga kesehatan dari Puskesmas Panipahan melakukan pemeriksaan kondisi mayat. Hasil pemeriksaan menunjukkan tubuh korban telah mengalami kerusakan parah. Kondisi mayat bagian kepala tersisa tengkorak, kedua telinga hilang, hidung hilang, tangan kanan dan kiri hancur, kedua kaki hancur, serta organ kelamin rusak. Meski demikian, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan tinggi badan sekitar 160 cm dan mengenakan kaus hitam saat ditemukan.
Saksi-saksi dalam penemuan mayat ini antara lain Rois (43), Andri (50), Reza (42), Safrize (48), dan Epi Sintong (25), seluruhnya nelayan yang berdomisili di wilayah Panipahan dan sekitarnya.
Polairud Rohil telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk proses pengurusan jenazah serta penyebarluasan informasi penemuan mayat guna memudahkan identifikasi. Keterangan para saksi juga telah dicatat sebagai bagian dari penyelidikan awal.
Berdasarkan penilaian sementara, korban diduga merupakan nelayan yang menjadi korban musibah angin kencang dan gelombang besar di perairan Selat Malaka. Kondisi jasad yang telah rusak dan membusuk mengindikasikan korban kemungkinan telah berada di laut selama beberapa hari.
“Penanganan lebih lanjut akan kami lakukan sambil menunggu petunjuk dan proses identifikasi dari pihak berwenang,” ujar AKP Charisma Fajar Angkasa Putra.
Hingga kini identitas korban belum diketahui. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera melapor ke Polres Rokan Hilir atau Pos Pol Airud Panipahan. (R-02)

