Jejak Maut Blok Rokan di Era PT Pertamina Hulu Rokan, Ini Daftar 13 Kecelakaan Kerja yang Sudah Merenggut Belasan Nyawa Manusia
Kecelakaan kerja terus berlanjut terjadi di Blok Migas Rokan, Riau. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Blok Rokan di Provinsi Riau seolah menjadi lapangan maut bagi para buruh migas. Rentetan kecelakaan kerja terus terjadi, secara khusus ketika ladang minyak ini dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sejak 9 Agustus 2021 lalu. PT PHR ditunjuk menjadi pengelola Blok Rokan, pasca habisnya masa konsesi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang telah bercokol puluhan tahun di ladang minyak tersebut.
Berdasarkan data yang diolah SabangMerauke News, sedikitnya telah terjadi 13 kecelakaan kerja yang merenggut belasan jiwa para buruh di Blok Rokan. Para pekerja umumnya merupakan buruh dari perusahaan mitra (kontraktor) PT PHR.
Selain itu, terjadi pula satu kasus non kerja yang merenggut dua nyawa bocah kakak beradik di Rokan Hilir dalam wilayah operasional PT PHR. Kedua anak tersebut masuk ke kolam limbah pengeboran minyak yang tidak diawasi dengan baik.
Kasus kecelakaan (fatality) kerja terbaru, yakni terjadi pada Senin (24/11/2025) kemarin. Tiga pekerja menjadi korbannya, satu di antaranya, yakni Anggiat Sianturi (43) meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara, dua korban lainnya dilaporkan mengalami luka serius dan berpotensi cacat permanen. Para korban tertimpa menara rig yang roboh.
Kejadian maut ini terjadi di lokasi 4P-84B, Duri Field, Kabupaten Bengkalis, Riau. Insiden tersebut melibatkan rig milik PT Arthindo Utama-17 (AU-17), mitra kerja PT PHR dalam pembangunan sumur minyak.
Kasus demi kasus terjadi, seolah tak pernah ada koreksi dan pembelajaran yang dipetik. Korban terus berjatuhan di tengah ambisi untuk meningkatkan produksi minyak Blok Rokan yang pernah menyentuh angka fantastis 1 juta barel per hari (BPH) pada era tahun 80an silam.
Ironisnya, kasus kecelakaan kerja dan kematian yang terjadi di Blok Rokan, serasa tanpa ada implikasi hukum yang serius. Penegakan hukum ketenagakerjaan, termasuk pidana atas hilangnga nyawa manusia, seakan tak berjalan dan hening begitu saja.
Belum pernah ada jerat hukum dikenakan kepada petinggi perusahaan, baik dari PT PHR maupun mitra kerjanya. Jika pun ada, orang yang dijerat hukum hanya dari kalangan pekerja lapangan, itu pun dengan pidana hukum yang ringan.
Berikut daftar 14 kasus kecelakaan kerja dan non kerja yang telah merenggut nyawa manusia di Blok Rokan sejak 9 Agustus 2021 hingga saat ini:
1. Pada Kamis, 9 Desember 2021 seorang pekerja inisial IZ (25), karyawan PT Asia Petrocom Service (APS) tewas akibat tertimpa boom crane di bagian kepala saat proses pemindahan penyangga boom. Peristiwa terjadi di Rig Airlangga-55 Sumur Bekasap-206.
2. Pada Rabu, 27 Juli 2022, pekerja PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi (EFK) meninggal dunia. Korban berinisial SPD (56), meninggal saat sedang istirahat. Ia mengalami hilang keseimbangan dan tak sadarkan diri. Peristiwa terjadi Manggala North P01/P18, Kabupaten Rokan Hilir.
3. Pada 30 Juli 2022, seorang karyawan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meninggal dunia. Korban inisial FNC (57) bekerja sebagai operator di Duri Camp.
Sebelum meninggal, korban merasa sesak di dada ketika sedang menaiki tangga lantai dua menuju control room.
4. Pada Kamis, 17 November 2022, karyawan PT Asrindo Citraseni Satria inisial HMT (53) meninggal dunia. Kejadian berlangsung di Rig ACS-24 lokasi Minas 4A-44.
Korban meninggal pada saat pekerja (driller) sedang menunggu pelaksanaan Daily Check Up (DCU) sebelum mulai bekerja. Ia merasa pusing dan beristirahat di access control.
5. Pada Minggu, 20 November 2022, karyawan PT Asia Petrocom Service (APS) inisial YND (25) meninggal dunia. Korban bekerja pada posisi operator dozer di Rig APS-752 lokasi Kota Batak 501.
Ia meninggal ketika sedang beristirahat di dekat unit dozer yang terparkir dan belum melakukan pekerjaan. Ia ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri.
6. Pada Minggu, 20 November 2022, karyawan PT Andalan Permata Buana (APB) inisial ER (56) meninggal dunia. Korban merupakan driver ambulans di Klinik Minas PHR WK Rokan.
Saat itu ia sedang beristirahat di kamar driver Klinik Minas ketika menunggu pergantian shift. Saat itu ia ditemukan sedang tak sadarkan diri.
7. Pada Sabtu, 24 Desember 2022, karyawan PT Berkat Karunia Phala inisial SUP (59) meninggal dunia. Sebelumnya merasa tidak enak badan dan menghentikan pekerjaan untuk menuju ke Puskesmas. Setelah merasa baik, di perjalanan menuju Pekanbaru, ia merasa sesak nafas dan kembali ke RSUD Minas hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
8. Pada Rabu, 18 Januari 2023, seorang pekerja bernama Derikson Siregar tewas usai tertimpa Full Opening Safety Valve (FOSV) di Rig-06 pengeboran minyak milik PT PHR di lokasi Minas 5D-28. Derikson merupakan pekerja PT Asrindo Citraseni Satria (ACS).
9. Pada Jumat, 24 Februari 2023, sebanyak 3 orang pekerja PT Pamunah Prasadah Limbah Industri (PPLI) tewas karena masuk ke dalam tangki pengelolaan limbah di CMTF Balam, Rokan Hilir. Ketiga korban tersebut bernama Hendri, Dedi Krismanto dan Ade Ilham.
Ketiga korban meninggal dunia karena keracunan zat kimia di dalam tangki CMTF Balam.
10. Pada Rabu, 15 Maret 2023, pekerja subkontraktor PT ADK pada proyek Work Unit Rate (WUR) Earth Work (EW) mengalami kecelakaan kerja.
Kecelakaan kerja di lokasi dengan kode wilayah Pinang 23 ini menyebabkan buruh bertugas sebagai rigger, Ricki Harianto Hutasoit mengalami luka. Ricki disebut terjepit di bawah alat berat boom crane saat melakukan piling pipe support di lokasi kerja.
11. Jumat, 2 Juni 2023, seorang pekerja PT Berkat Karunia Pahala (BKP) yang merupakan mitra PHR bergerak di bidang pemeliharaan (maintenance), mengalami luka berat. Insiden ini terjadi 7E Yard PHR di Kecamatan Minas,.
Korban bernama Gernot, kaki belakangnya terluka, hingga harus ditambal dengan sebanyak delapan jahitan.
12. Pada Kamis, 8 Juni 2023, kecelakaan kerja menyebabkan 3 orang pekerja PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi (EFK) mengalami luka bakar akibat ledakan. Peristiwa ledakan terjadi di Pit Optimization Area Gathering Station (GS) I Minas, Siak, Riau.
Ketiga korban teridentifikasi berinisial WK (37) merupakan supervisor dan PMCoW, inisial KK (37) dan CDS (22) masing-masing bekerja sebagai mekanik.
13. Pada Selasa, 22 April 2025, dua orang anak kakak-beradik tewas tenggelam di area PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Rokan Hilir. Kedua korban masuk ke dalam kolam lumpur (mud pid) bekas lokasi kerja PT PHR, tepatnya di area Petani 55 di Kilometer 24, Jalan Asoka, Rantau Kopar, Rokan Hilir, Riau.
Kedua korban teridentifikasi bernama Ferdiansyah Ramadhan (4) dan adiknya Fahri Prada Winata (2).
14. Kejadian terbaru pada Senin (24/11/2025), sebanyak 3 pekerja PT Arthindo Utama yang merupakan mitra kerja PT PHR menjadi korban kecelakaan kerja. Satu orang meninggal dunia di tempat, dan dua orang lainnya mengalami luka serius permanen.
Kejadian maut ini terjadi di lokasi 4P-84B, Duri Field, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Atas kejadian fatality kecelakaan kerja yang terbaru, Corporate Secretary Pertamina Hulu Rokan, Eviyanti Rofraida mengklaim peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan internal.
“Kami akan melakukan investigasi secara intensif. Aktivitas rig di lokasi kejadian telah dihentikan sebagai upaya memastikan keamanan dan keselamatan di lapangan,” terang Eviyanti dikutip, Selasa (25/11/2025).
Kondisi ini memunculkan spekulasi atas kerentanan keselamatan kerja di wilayah Blok Rokan. Pada saat blok minyak ini dikelola oleh CPI, kejadian fatality tak sebanyak saat ini.
Tingginya kasus kecelakaan kerja di Blok Rokan, bertolak belakang dengan klaim prestasinya PT PHR dalam mempertahankan tiga sertifikat ISO Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) pada 7 Agustus 2025 lalu. Kala itu, PHR mempublikasikan berhasil mempertahankan tiga sertifikat, meliputi ISO 9001:2015 (manajemen mutu), ISO 14001:2015 (lingkungan), dan ISO 45001:2018 (keselamatan dan kesehatan kerja).
Saat itu, Direktur SDM PT Sucofindo, David Sidjabat, menyebut ketiga sertifikasi yang diperoleh PHR membawa manfaat besar. Mulai dari peningkatan efisiensi operasional hingga pembentukan sistem kerja yang aman dan berkelanjutan.
Hanya tiga bulan setelah klaim capaian prestasi itu, faktanya kemarin satu pekerja meregang nyawa di Blok Rokan. (R-03)

