Turnamen Badminton Kadisdik Pekanbaru Cup 2025, Tim Payung Sekaki Ditekuk Dinas Pendidikan
Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru sukses menggelar turnamen badminton jenjang guru tingkat pendidikan dasar antar kecamatan. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru sukses menggelar turnamen badminton jenjang guru tingkat pendidikan dasar antar kecamatan. Ajang bergengsi dalam rangka HUT PGRI dan menyambut Hari Guru ini dilaksanakan di GOR Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru selama tiga hari berturut-turut sejak Kamis 20 November 2025 hingga 22 November 2025 lalu. Para peserta turnamen badminton terdiri dari guru negeri maupun swasta di Kota Pekanbaru.
Marwan Hendro Simanjuntak SPd, selaku guru PJOK di Sekolah Swasta Filiasofia Pekanbaru menjelaskan, ia ikut bergabung dalam tim Kecamatan Payung Sekaki.
"Tanggal 18 (November 2025) kemarin itu tahap penjaringan, kemudian kita (para peserta) langsung diseleksi pada 19 November," kata Marwan, Senin (24/11/2025).
"Setelah melalui babak 16 besar, kemudian 8 besar, 4 besar dan babak final dan kita (peserta dari Kecamatan Payung Sekaki) kalah dari peserta Dinas (Pendidikan Kota Pekanbaru) dengan skor besar 2-1," lanjutnya.
Marwan juga menyebutkan nama dan tempat mengajar dari masing-masing peserta Kecamatan Payung Sekaki.
"Untuk regu pertama ada pasangan Wahyu dari SD Nurussalam dan Pandapotan dari SD Ashofa, regu kedua ada Zulkifli dari SD Santa Maria 2 dan Hambali dari SD Ashofa," jabar Marwan.
"Regu tiga itu saya sendiri, Marwan dari SD Filiasofia dan Liwa dari SD N 148," sambungnya memaparkan.
Saat ditanya tentang penyebab kekalahan mereka, Marwan mengatakan bahwa ini memang kerjasama tim dan apapun hasilnya, harus diterima dengan lapang dada.
"Tiga pertandingan di babak final ini memang berlangsung sengit dan seru antar Kecamatan Payung Sekaki dengan Dinas Pendidikan Kota, nah mungkin setelah memangku beban yang berat, tentu kami harus mengakui permainan lawan," katanya.
Terkait dengan pelaksanaan Turnamen Badminton Kadisdik Cup ini, Marwan berharap agar ajang serupa akan tetap digelar agar bisa memunculkan minat dari guru-guru.
"Mungkin selama ini punya hobi badminton, jadi bila sering diadakan ajang seperti ini, bisa jadi mempererat tali silaturahmi," harapnya. (KB-04/Reynold)

