Kasus Guru Banting Nasi Kotak di SD Negeri Kampar Berujung Panjang, Disdik Terima Aduan Pungli
Viral guru membanting beberapa nasi kotak di depan murid, Senin (10/11/2025). Foto: Dok SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Heboh guru di SD Negeri 021 Garai Bangun, Kabupaten Kampar yang membanting nasi kotak (bukan MBG) di depan siswa pada Senin (10/11/2025) kemarin berbuntut panjang. Pihak Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kampar mengaku telah memecat dua oknum guru yang diduga melakukan tindakan tak pantas tersebut.
Tak hanya berujung pemecatan dua guru berstatus honorer, namun isu dugaan adanya pungli di sekolah tersebut menyeruak. Sejumlah orangtua siswa melakukan unjuk rasa pada Rabu (12/11/2025) kemarin.
Kepala Disdikpora Kampar, Aidil menyebutkan, pemecatan dijatuhkan kepada Yon Hendri dan Reza Arya Putra yang masih berstatus honorer.
"Dua honorer sudah diberhentikan," katanya kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).
Ia mengatakan, keduanya berstatus guru honorer yang gajinya bersumber dari komite sekolah. Ia memastikan mereka bukan honorer pemerintah daerah.
Selain itu, kata Aidil, Kepala SD Negeri 021 Garai Bangun Aspinawati Harahap juga sudah mengundurkan diri. Dinas telah menunjuk Pelaksana Harian (Plh.) Kepsek.
Kasus guru banting menu MBG ini pun memunculkan persoalan baru, yakni adanya dugaan beragam bentuk pungutan terhadap orangtua dan murid di sekolah tersebut. Pungutan terungkap dalam pertemuan memfasilitasi tuntutan aksi unjuk rasa seratusan orangtua dan murid.
Massa mengungkap adanya pungutan iuran tanah timbun Rp 50 ribu per orangtua dan biaya penghijauan sekolah Rp35 ribu per murid.
Sekolah juga dituding melakukan pemotongan sebesar Rp50 ribu terhadap penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Selain itu, orangtua mengungkap adanya pungutan membeli buku Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Berikutnya pembayaran uang masuk sekolah tidak transparan karena tanpa bukti kuitansi. Nominal uang masuk sekolah antara murid juga berbeda.
Menanggapi sejumlah pungutan itu, Aidil menyatakan, pihaknya akan mendalaminya.
"Perlu ditelaah," katanya.
Ia mengatakan, masalah pungutan tidak mungkin dapat diselesaikan saat pertemuan. Oleh karenanya perlu proses untuk mengungkapnya.
"Perlu adanya laporan resmi. Lalu dilihat jenis dan bentuknya seperti apa," ujarnya.
Kronologi
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kampar, Aidil menjelaskan pemicu oknum guru SD Negeri 021 Tarai Bangun Kecamatan Tambang membanting nasi kotak.
Aksi oknum guru bernama Yon Hendri itu pada Senin (10/11/2025). Bertepatan di hari Peringatan Hari Pahlawan. Videonya viral.
Semula ratusan nasi kotak itu ditahan di dalam sebuah ruangan. Yon ingin membagikannya langsung kepada murid.
Sementara rekannya guru meminta agar nasi kotak itu dibagikan secepatnya. Perdebatan antar guru pun terjadi. Akhirnya Yon emosi dan membanting beberapa nasi kotak.
Nasi pun berserakan di lantai. Reza Arya Putra, seorang guru laki-laki yang lain berpihak kepada Yon dengan kesal mengeluarkan nasi kotak di plasti kresek dari dalam ruangan.
Aidil mengakui, nasi kotak itu dari Disdikpora Kampar. Pembagian nasi itu bukan dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan.
"Nasi itu dari Disdik untuk kegiatan Bidang Ketenagaan, sosialisasi pencegahan kekerasan," katanya, Kamis (13/11/2025).
Menurut dia, SDN 021 Tarai Bangun merupakan satu-satunya sekolah di Kecamatan Tambang yang dipilih menjadi tempat sosialisasi. Hari itu merupakan yang pertama dari beberapa tempat direncanakan.
"Itu kebetulan hari pertama dan akan berlanjut. SD 021 itu hanya sampel di Kecamatan Tambang. Di kecamatan lain, satu sekolah juga," jelasnya.
Sosialisasi itu menyasar murid. Materinya tentang pencegahan kekerasan terhadap murid, seperti bullying. Disdikpora mendatangkan pembicara dari Kepolisian Resor dan Kejaksaan Negeri Kampar. (R-03)

