Provinsi Riau Peringkat 10 Nasional Kualitas Pembangunan SDM
Provinsi Riau menempati peringkat ke-10 nasional angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau kualitas sumber daya manusia (SDM) tahun 2025. Foto: BPS
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Provinsi Riau menempati peringkat ke-10 nasional angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau kualitas sumber daya manusia (SDM) tahun 2025. Meski demikian, ranking Riau tersebut masih terpaut jauh di bawah provinsi tetangga Kepulauan Riau (Kepri) yang nangkring di peringkat 3 nasional.
Berdasarkan data terbaru angka IPM yang dirilis Badan Pusat Statistik tahun 2025, Provinsi Riau mendapat angka 76,31, berada di atas rata-rata nasional angka IPM sebesar 75,90. Sementara Provinsi Kepri pada skor 80,53. Makin besar angka IPM, maka menunjukkan semakin tinggi kualitas pembangunan SDM daerah tersebut.
Sementara, pada level Pulau Sumatera, Provinsi Riau menempati ranking keempat. Berada di bawah Kepulauan Riau, Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut).
Provisi Sumbar menempati peringkat tertinggi 6 nasional dengan angka IPM 79,37. Disusul oleh Provinsi Sumut di ranking 8 nasional dengan perolehan skor 76,47.
Adapun provinsi yang angka IPM tertinggi nasional yakni DKI Jakarta (85, 05) disusul DI. Yogyakarta di peringkat kedua nasional dengan angka 82,48.
Sementara itu, 3 provinsi dengan IPM terendah seluruhnya berada di Pulau Papua. Yakni Papua Pegunungan (54, 91), Papua Tengah (60, 64) dan Papua Barat: 68,48.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, Kepri menjadi salah satu daerah yang mengalami graduasi dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi.
"Kepri mengalami graduasi dari yang tadinya masuk kategori tinggi, sekarang Kepri sudah masuk ke dalam kategori sangat tinggi," jelas Amalia di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025).
Dari yang tertinggi hingga terendah, berikut ini IPM setiap provinsi di Indonesia:
1. DKI Jakarta: 85,05
2. Daerah Istimewa Yogyakarta: 82,48
3. Kepulauan Riau: 80,53
4. Kalimantan Timur: 79,39
5. Bali: 79,37
6. Sumatera Barat: 77,27
7. Banten: 77,25
8. Sumatera Utara: 76,47
9. Sulawesi Utara: 76,32
10. Riau: 76,31
11. Aceh: 76,23
12. Jawa Timur: 76,13
13. Kalimantan Selatan: 76,10
14. Sulawesi Selatan: 75,92
15. Jawa Barat: 75,90 (rata-rata Indonesia)
16. Bengkulu: 75,68
17. Kepulauan Bangka Belitung: 75,26
18. Jambi: 75,13
19. Kalimantan Tengah: 74,86
20. Jawa Tengah: 74,77
21. Sumatera Selatan: 74,76
22. Papua: 74,69
23. Sulawesi Tenggara: 74,25
24. Maluku: 74,09
25. Kalimantan Utara: 74,04
26. Lampung: 73,98
27. NTB: 73,97
28. Sulawesi Tengah: 72,82
29. Gorontalo: 72,62
30. Maluku Utara: 72,52
31. Kalimantan Barat: 72,09
32. Sulawesi Barat: 71,16
33. Papua Barat Daya: 70,55
34. NTT: 69,89
35. Papua Selatan: 69,54
36. Papua Barat: 68,48
37. Papua Tengah: 60,64
37. Papua Pegunungan: 54,91
Indikator Pembentuk IPM Tahun 2025
1. Umur Harapan Hidup Saat Lahir
Peningkatan UHH saat lahir menandakan adanya perbaikan taraf kesehatan masyarakat yang disebabkan kesadaran melahirkan di fasilitas kesehatan, kesadaran tentang pentingnya menggunakan air minum layak, dan meningkatnya akses kesehatan.
UHH di Indonesia meningkat 0,32 tahun dari 2024. Sebelumnya pada 2024 UHH di Indonesia 74,15. Sedangkan UHH pada 2025 adalah 74,77.
2. Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah
Harapan lama sekolah (HLS) di Indonesia meningkat 0,09 tahun daripada 2024. Pada tahun ini, HLS di Indonesia 13,30.
Rata-rata lama sekolah (RLS) di Indonesia meningkat 0,22 tahun dibandingkan 2024. Pada tahun ini RLS di Indonesia 9,07.
3. Pengeluaran Riil per Kapita per Tahun yang Disesuaikan
Pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan merupakan rata-rata konsumsi penduduk per tahun berdasarkan harga konstan tahun 2012 dengan wilayah rujukan Jakarta Selatan. BPS menyebut peningkatan pada indikator ini Rp 461 ribu dibandingkan 2024. (Adv)

