Belum Ada Calon Ketua yang Mendaftar Meski Besok Musda Golkar, Panitia Perpanjang Hingga Besok Pagi
Panitia Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Riau tahun 2025 memutuskan perpanjangan waktu pendaftaran calon Ketua DPD I Partai Golkar Riau. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Panitia Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Riau tahun 2025 memutuskan perpanjangan waktu pendaftaran calon Ketua DPD I Partai Golkar Riau. Pasalnya, hingga sore tadi, belum ada satu pun kader Beringin Kuning yang mendaftarkan diri, padahal Musda akan diselenggarakan Sabtu (8/11/2025) besok.
"Hingga pukul 6 sore tadi, belum ada satu pun yang mendaftar," kata Sekretaris SC Musda XI Golkar Riau, Gumpita kepada media, Jumat (7/11/2025).
Karena pendaftar yang masih kosong, maka panitia pun memperpanjang jadwal pendaftaran hingga pukul 9 pagi Sabtu besok atau jelang pembukaan Musda.
"Kita berharap malam ini ada yang mendaftar. Atau setidaknya besok pagi sudah ada yang mendaftar menjadi calon ketua," terang Gumpita.
Gumpita memastikan pelaksanaan Musda IX besok akan digelar. Menurutnya, jika besok hanya ada satu calon yang mendaftar, maka pemilihan akan dilakukan lewat aklamasi.
"Kalau calon tinggal maka aklamasi. Tapi kalau lebih dari satu calon yang memenuhi kriteria, maka lewat sistem pemilihan yang sudah ada," terang Gumpita.
Musda XI Partai Golkar Riau sempat ditunda beberapa kali. Terakhir, Musda dijadwalkan pada Sabtu, 19 Oktober 2025 lalu. Namun, secara mendadak DPP Partai Golkar menunda pelaksanaan musda tersebut.
Sejumlah tokoh dikabarkan akan bertarung dalam pemilihan calon ketua. Setidaknya, sempat beredar 6 nama, yakni Afrizal Sintong, Ridwan GP, Karmila Sari, Yulisman, Helmi Yazid, dan SF Hariyanto.
Namun kemarin, Afrizal Sintong yang mengklaim mendapat dukungan penuh dari pemilik suara, menyatakan tidak ikut bertarung dalam pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Riau. Jelang pelaksanaan Musda, kian menghangat SF Hariyanto bakal melaju menjadi calon ketua.
SF yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Riau, pada Rabu (6/11/2025), baru ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas Gubernur Riau, menyusul penahanan Gubernur Riau Abdul Wahid yang terjerat kasus korupsi oleh KPK. (R-03)

