259 Warga Siak Terdampak Banjir, Belum Ada yang Mengungsi
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Siak sejak beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah kawasan di Kecamatan Bungaraya terendam banjir. Foto: Dok SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Siak sejak beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah kawasan di Kecamatan Bungaraya terendam banjir.
Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Siak, sebanyak 259 jiwa terdampak banjir akibat meluapnya air sungai dan pendangkalan kanal.
Informasi yang diterima BPBD pada Senin, 20 Oktober 2025 pukul 14.50 WIB, menyebutkan banjir melanda sejumlah titik di Kampung Tuah Indrapura, Kecamatan Bungaraya. Beberapa dusun dan RT dilaporkan tergenang air dengan ketinggian bervariasi.
“Banjir ini disebabkan oleh penyempitan dan pendangkalan kanal yang tidak bersih, serta intensitas curah hujan tinggi yang turun terus menerus, hingga menyebabkan air sungai meluap,” ujar Kalaksa BPBD Siak, Novendra Kasmara.
Dari data yang dihimpun, banjir melanda 12 titik pemukiman warga di wilayah tersebut. Di antaranya RT 2 RW 6 sebanyak 32 jiwa terdampak, RT 1 RW 3 sebanyak 27 jiwa, RT 4 RW 3 sebanyak 4 jiwa, RT 1 RW 2 sebanyak 16 jiwa, Dusun IV sebanyak 33 jiwa, Dusun III sebanyak 18 jiwa, Dusun I sebanyak 17 jiwa, RT 1 RW 1 sebanyak 4 jiwa, RT 3 RW 4 sebanyak 39 jiwa, RT 2 RW 6 sebanyak 20 jiwa, RT 3 RW 5 sebanyak 11 jiwa, dan RT 2 RW 5 sebanyak 38 jiwa.
Meskipun tidak ada laporan rumah yang rusak atau warga yang mengungsi, sebanyak 259 jiwa kini terdampak langsung oleh banjir.
“Belum ada warga yang mengungsi, namun kebutuhan mendesak saat ini adalah Sembako dan makanan siap saji,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Siak, Novendra Kasmara, melalui tim lapangan memastikan pihaknya terus memantau kondisi di lokasi terdampak.
“Tim siaga bencana bersama perangkat kampung dan pihak kecamatan sudah dikerahkan untuk memantau situasi, membantu warga, dan menyiapkan langkah tanggap darurat jika kondisi memburuk,” ujarnya.
Berdasarkan Peringatan Dini Cuaca dari BMKG Stasiun Pekanbaru, wilayah Kabupaten Siak masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Prediksi lokasi berada di Siak, Mempura, Dayun, Sungai Apit, Sungai Mandau, Minas, Bunga Raya, Sabak Auh, dan Pusako.
BPBD Kabupaten Siak mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rendah untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Sebab curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Selain Bungaraya, laporan potensi genangan juga mulai masuk dari kecamatan lain seperti Mempura dan Dayun. Terutama di daerah dengan kanal yang mengalami pendangkalan. Novendra mengatakan koordinasi dengan perangkat kecamatan, TNI, dan Polri terus dilakukan untuk mempercepat penanganan lapangan.
“BPBD terus siaga 24 jam melalui call center 0812-7643-387 bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan situasi darurat akibat banjir,” tambah Novendra.
Bupati Siak Afni Z yang menerima laporan banjir dari berbagai kecamatan memberikan arahan kepada seluruh camat dan perangkat daerah untuk segera bergerak cepat.
“Di mana-mana saya dapat laporan banjir. Mohon Camat hari ini turun ke daerah masing-masing, mohon beri laporan sore atau malam soal kondisi banjir ataupun potensi banjir terkini dari daerah masing-masing,” tegas Bupati Afni.
Ia menyebut agar langkah-langkah antisipatif segera diambil di lapangan. Pertama, siapkan lokasi pengungsian warga. Jangan sampai warga bertahan di rumah mereka sampai malam. Dikhawatirkan jika air mendadak naik pada malam hari, hal itu bisa berbahaya bagi keselamatan warga. Kedua, siapkan dapur umum bila memang diperlukan.
Selain itu, Bupati Afni juga meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan pemantauan udara menggunakan drone di wilayah Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib, yang dilaporkan mengalami arus air deras.
“Barusan saya lewat di lokasi, aliran air sangat deras turun ke bawah, limpahan dari areal perusahaan mana saja?” ujarnya. (R-03)

