Tim PKM FEB Universitas Riau Selenggarakan Pelatihan Penggunaan Aplikasi SI APIK di SLBN Pembina Pekanbaru
Tim Pengabdian Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau menggelar pelatihan penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SI APIK) di SLBN Pembina Pekanbaru pada Sabtu (13/9/2025). Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Sejumlah dosen yang tergabung dalam Tim Pengabdian Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau menggelar pelatihan penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SI APIK) di SLBN Pembina Pekanbaru pada Sabtu (13/9/2025). Pendanaan kegiatan PKM ini berasal dari dana DIPA Universitas Riau tahun 2025.
SI APIK merupakan aplikasi gratis yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mencatat transaksi keuangan mereka secara digital tanpa harus memahami kaidah akuntansi yang rumit, dan dapat menghasilkan laporan keuangan standar seperti laporan laba rugi.
Tim PKM FEB Universitas Riau yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, SE, MM, Dr. Khusnul Fikri, SE, MM, Dr. Yanti Mayasari Ginting, S.Sos., M.Sc, M. Hamid, SE, ME, Dr. Abd. Rasyid Syamsuri, SE, M.Si, Suci Nurulita, S.E., M.Si dan sejumlah mahasiswa FEB Universitas Riau.
Pemilihan lokasi PKM ini didasarkan karena potensi SLBN Pembina Pekanbaru yang eksis melakukan kegiatan usaha membatik, pertanian, tata busana, tata kecantikan, tata boga, IT/komputer, otomotif, cucian motor, merangkai bunga, membuat hantaran, kriya kayu, rotan, mengolah barang bekas menjadi aksesori rumah tangga, akupresur, serta kesenian.
Anggota Tim PKM, Suci Nurulita, SE, M.Si dalam laporannya menekankan bahwa pencatatan keuangan bukanlah hal yang rumit, namun sangat penting bagi keberlanjutan usaha.

“Banyak UMKM gagal bukan karena produk mereka jelek, tetapi karena mereka tidak tahu apakah sebenarnya untung atau rugi. SI APIK dirancang agar usaha sekecil apa pun bisa memiliki laporan keuangan yang rapi, akurat, dan mudah dipahami,” kata Suci yang concern dalam bidang akuntansi dan literasi keuangan.
Suci mencontohkan bagaimana satu transaksi sederhana—misalnya penjualan satu toples kue buatan siswa—bisa dicatat di aplikasi, lalu secara otomatis membentuk laporan laba rugi dan arus kas.
"Pencatatan keuangan secara lengkap, displin dan akurat dalam dilakukan menggunakan aplikasi SI APIK. Para peserta pelatihan bisa mengaplikasikannya, agar ke depan keuangan usaha dapat dikelola lebih baik. Penggunaan SI APIK sebagai langkah kecil, tapi dampaknya besar. Dari sini, usaha bisa naik kelas, dari sekadar usaha rumah tangga menjadi usaha yang bankable," terang Suci.
Anggota Tim PKM, Dr. Khusnul Fikri, SE, MM menjelaskan, pelatihan ini bukan hanya soal pencatatan teknis, tetapi juga tentang membuka peluang pengembangan usaha yang lebih besar. Dengan laporan keuangan yang rapi, usaha vokasi SLBN Pembina bisa memenuhi syarat untuk mengajukan kredit ke bank, koperasi, atau lembaga keuangan lain.
“Kalau ada laporan keuangan yang jelas, pihak pembiayaan (bank) lebih percaya. Artinya, usaha punya kesempatan mendapat modal untuk berkembang,” terang Dr. Khusnul dalam sesi diskusi.
Ketua Tim PKM FEB Universitas Riau, Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, SE, MM lewat kegiatan yang dilaksanakan ini, kampus ingin hadir memberikan dukungan bagi terwujudnya tata kelola UMKM yang lebih baik.
“Dengan SI APIK, kita sedang menanamkan budaya baru yakni budaya transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme sejak dini. Inilah bekal yang akan membuat usaha vokasi SLBN Pembina lebih kuat dan berkelanjutan,” terang Dr Alvi.
Pelatihan ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk melek finansial. Tenaga pendidik dan siswa berkebutuhan khusus pun bisa belajar akuntansi dengan cara sederhana, praktis, dan menyenangkan.
Kegiatan ini kembali menegaskan citra Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau sebagai kampus yang tak hanya unggul dalam pendidikan akademik, tetapi juga nyata dalam pengabdian.
Dengan hadirnya dosen-dosen berkompeten dan mahasiswa pendamping, FEB Unri menunjukkan perannya menjadi motor perubahan, mendorong transformasi digital, legal, dan finansial di masyarakat. (R-01)

