Asuransi di Atas Ombak: Ikhtiar Pemkab Kepulauan Meranti Lindungi Penumpang Kempang
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama PT Jasaraharja Putera berinisiatif mengambil langkah baru yakni memperjuangkan asuransi perlindungan penumpang kapal kempang. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Di antara riak ombak yang nyaris tak pernah sepi dari lalu lalang kapal kayu, satu moda transportasi masih setia melayani masyarakat dari pulau ke pulau di Kabupaten Kepulauan Meranti—kempang, perahu kayu yang telah menjadi nadi kehidupan warga Kepulauan Meranti.
Namun di balik keakrabannya dengan masyarakat, kempang menyimpan risiko. Cuaca buruk, ombak tinggi, atau insiden teknis bisa saja terjadi kapan saja. Atas dasar itulah, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama PT Jasaraharja Putera berinisiatif mengambil langkah baru yakni memperjuangkan asuransi perlindungan penumpang kapal kempang.
Langkah ini bukan hanya bentuk respons atas kebutuhan keselamatan, melainkan juga komitmen menghadirkan kepastian hukum dan rasa aman dalam transportasi laut tradisional.
“Asuransi ini penting untuk memberikan rasa aman serta kepastian hukum bagi penumpang kapal kempang di wilayah Kepulauan Meranti,” ujar Muhammad Hidayat, Kepala Kantor Wilayah PT Jasaraharja Putera Provinsi Riau, saat pertemuan dengan jajaran Pemkab Meranti.
Dengan tarif hanya Rp 1.100 per penumpang, program ini dinilai sangat terjangkau namun memiliki manfaat besar. Bila terealisasi, kempang bukan lagi sekadar moda penghubung antar pulau, melainkan juga simbol transportasi rakyat yang terjamin dan terlindungi.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, mendukung penuh inisiatif tersebut dan berharap program ini dapat segera terealisasi. Menurutnya, hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan keselamatan dan perlindungan terhadap masyarakat pengguna transportasi laut tradisional.
“Kempang telah menjadi alat transportasi utama masyarakat Meranti sejak lama. Karena itu, perlindungan asuransi bagi penumpang merupakan hal penting yang harus kita dorong bersama,” ujar Asmar.
Bupati Asmar juga telah menginstruksikan jajaran di pemerintah daerah untuk bergerak cepat, berkoordinasi dengan KSOP Selatpanjang dan pihak terkait lainnya. Dukungan teknis pun tengah disiapkan, termasuk penyesuaian izin trayek dan harga tiket agar sistem ini bisa berjalan berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada moda transportasi kempang dalam aktivitas sehari-hari.
Di tengah lautan yang tak selalu tenang, hadirnya asuransi penumpang ini adalah angin segar. Sebuah ikhtiar untuk memastikan bahwa di setiap pelayaran rakyat—meski hanya dengan kapal kayu—ada jaminan, ada perlindungan, dan ada negara yang hadir. (R-01)

