Prabowo Marah Besar, 3 Kali Perintahkan Jaksa Agung-Kapolri Sikat Pengusaha Vampir Ekonomi: Mereka Pengkhianat dan Serakah!
Presiden Prabowo meluapkan kemarahannya atas tindakan sejumlah pengusaha di Indonesia yang dinilainya serakah. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Jateng - Presiden Prabowo meluapkan kemarahannya atas tindakan sejumlah pengusaha di Indonesia yang dinilainya serakah. Ia menyebut para pengusaha itu sebagai vampir ekonomi dan pengkhianat negara serta tak pantas diperlakukan dengan baik.
Pernyataan keras itu disampaikan oleh Prabowo dalam pidato peresmian kelembagaan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Senin (21/7/2025). Kemarahan Prabowo tersebut disampaikan di hadapan sejumlah pejabat negara, mulai menteri, Jaksa Agung, Kapolri dan kepala daerah se-Indonesia yang mengikuti jalannya acara secara langsung maupun lewat daring.
Awalnya, Prabowo berbicara soal penyerapan harga dasar gabah kering giling. Ia mendapat laporan dua bulan lalu, gabah kering di tingkatan petani pada harga Rp 6.500 per kilogram sudah berjalan. Tapi, masih ada juga pengusaha penggilingan padi yang nakal.
"Justru penggilingan padi yang besar itu yang paling nakal. Oh begitu, mentang-mentang lu besar, pemerintah Indonesia lu anggap gak punya gigi," kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra ini, mengaku punya jurus ampuh untuk menertibkan pengusaha penggilingan beras skala besar yang nakal. Ia merujuk pada Undang-undang Dasar 1945 sebagai sumber hukum negara Indonesia. Prabowo mengutip Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945, dimana "cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak, dikuasai oleh negara".
Prabowo bahkan telah berbicara dengan Mahkamah Agung kalau Pasal 33 UUD 1945 tersebut tidak perlu ditafsirkan karena sudah sangat jelas.
"Saya tanya lagi, apakah beras dan penggilingan padi penting dan menguasai hajat hidup bagi orang banyak. Ya, itu menguasai hajat hidup orang banyak," kata Prabowo.
Atas dasar itu, Prabowo lantas akan menindak pengusaha penggilingan padi yang nakal.
"Saya gunakan sumber hukum UUD 1945, saya katakan saya akan sita penggilingan padi dan akan saya serahkan kepada koperasi. Saya tidak salah," kata Prabowo.
Prabowo juga mendapat laporan keuntungan pengusaha penggilingan padi yang sangat besar, yakni mencapai Rp 2 triliun per bulan. Namun, pada sisi lain, kondisi petani masih sangat miskin.
Penyimpangan ternyata tak hanya terjadi pada pembelian gabah kering dari petani. Namun, permainan juga berlanjut sampai pada tingkat penjualan beras kemasan. Yakni modus penjualan beras biasa yang dilabeli dengan beras premium. Menurutnya, manipulasi ini telah menyebabkan harga beras biasa dijual Rp 5 ribu lebih tinggi dibanding harga eceran.
Prabowo saat berpidato pun memerintahkan Jaksa Agung dan Kapolri mengusut kasus tersebut.
"Inikan penipuan, ini pidana. Saya minta Jaksa Agung dan Kapolri, usut dan tindak. Ini pidana. Saya dapat laporan kerugian ekonomi IndonesiaI dan rakyat Indonesia Rp 100 triliun tiap tahun," tegas Prabowo.
Ia membandingkan kerugian tersebut dengan sulitnya negara mendapat pemasukan keuangan dari pajak maupun cukai.
"Menteri Keuangan setengah mati cari uang, pajak, bea cukai. Ini Rp100 triliun rugi kita tiap tahun, dinikmati hanya 4-5 kelompok usaha. Saya anggap ini adalah pengkhianatan terhadap bangsa dan rakyat," tegas Prabowo.
Ia menyebut ulah pengusaha nakal tersebut sebagai upaya untuk membuat Indonesia terus lemah dan miskin. Untuk kedua kalinya, Prabowo dari atas podium meminta Jaksa Agung dan Kapolri menuntaskan masalah tersebut.
"Saya tidak bisa terima. Saya perintahkan Kapolri dan Jaksa Agung usut dan tindak. Kalau mereka kembalikan Rp 100 triliun itu ok, kalau tidak kita sita itu penggiling padi yang brengsek itu," tegas Prabowo yang disambut riuh tepuk tangan peserta acara.
Prabowo kembali menyebut para pengusaha tersebut sebagai orang-orang yang serakah. Katanya, pengusaha yang serakah itu, tak bisa digolongkan sebagai pengusaha. Bahkan, dalam ilmu ekonomi yang diajarkan di kampus, kategori pengusaha tersebut tak masuk dalam satu pun mahzab ekonomi.
"Ini sudah bukan pengusaha dan bukan bisnis yang benar, ini keserakahan. Ini bukan mahzab ekonomi dan tak diajarkan di fakultas. Saya beri nama "serakah nomics". Ini gak perlu kita kasih perlakuan yang baik," ketus Prabowo.
"Saya sudah kasih peringatan berkali-kali. Tolonglah patuhi ketentuan dan undang-undang, masak tega petani setengah mati, rakyat masih banyak sudah. Ada yang mau cari keuntungan di atas penderitaan rakyat, itu namanya menghisap darah rakyat, parasit, vampir-vampir ekonomi," kata Prabowo keras.
Bisa Perbaiki Seluruh Sekolah di Indonesia
Prabowo membandingkan kerugian negara yang timbul dari praktik manipulasi harga gabah dan penjualan beras tersebut. Jika saja kerugian mencapai Rp 100 triliun per tahun itu bisa dihilangkan, maka perbaikan seluruh sekolah di Indonesia bisa tuntas.
Menurutnya, saat ini pemerintah hanya mampu memperbaiki sebanyak 11 ribu sekolah dengan biaya sebesar Rp 19 triliun. Adapun jumlah sekolah di seluruh Indonesia mencapai 330 ribu unit.
"Kalau saya punya Rp 100 triliun tiap tahun, berarti bisa 100 ribu sekolah tiap tahun diperbaiki. Kita punya 330 ribu sekolah, maka dalam 3,5 tahun kita bisa perbaiki seluruh sekolah di Indonesia," kata Prabowo.
Prabowo kembali mengungkit ulah para pengusaha nakal sebagai tindakan sabotase ekonomi Indonesia yang menikam rakyat dari belakang. Untuk ketiga kalinya dalam pidatonya, Prabowo kembali mengingatkan Jaksa Agung dan Kapolri segera bertindak.
Prabowo meyakini Jaksa Agung dan Kapolri masih setia dan mau membela rakyat.
"Kita harus hentikan. Jaksa Agung dan Kapolri, saya yakin saudara setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Usut dan tindak. Kita gak tahu berapa lama lagi kita hidup. Selagi masih di bumi, kita bela kebenaran, rakyat kita," tegas Prabowo. (R-03)

