Bupati Kepulauan Meranti Siapkan Tiket Umrah Gratis untuk Qori dan Qoriah Peringkat I di MTQ Tingkat Provinsi Riau ke-43
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, mengambil langkah luar biasa dengan menyiapkan tiket umrah gratis bagi Qori dan Qoriah yang meraih peringkat I di ajang MTQ kali ini. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 Tingkat Provinsi Riau bukan sekadar ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, melainkan sebuah panggung spiritual yang menghubungkan hati umat, memperkokoh kebanggaan, dan memperkenalkan identitas diri. Dalam setiap bacaan, ada harapan, ada doa, dan ada mimpi yang ingin diwujudkan.
Bagi Kabupaten Kepulauan Meranti, MTQ ini lebih dari sekadar lomba. Ini adalah arena pertaruhan eksistensi daerah yang telah lama dikenal sebagai penghasil qari dan qariah berkualitas. Bagi mereka, setiap event adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Meranti tidak hanya kaya akan hasil alam, tetapi juga kaya akan potensi dalam menjaga dan membumikan Al-Qur’an.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, dengan tegas menyatakan target daerahnya: mempertahankan Juara II untuk keempat kalinya. Ini bukan hanya sekadar angka atau gelar yang ingin dipertahankan, tetapi sebuah simbol konsistensi dan komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang keagamaan.
“Bukan target yang muluk. Bukan pula sekadar ambisi. Ini adalah pembuktian bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki talenta luar biasa di bidang Tilawatil Qur’an,” ujar Bupati Asmar dengan penuh semangat.
Sebanyak 71 peserta terbaik telah dipilih untuk mewakili Meranti dalam 12 cabang perlombaan. Mulai dari Tilawah Al-Qur’an, Qira’at, Hifzil Qur’an, hingga cabang-cabang lain seperti Tafsir, Syarhil, dan Khat—semuanya mencerminkan dedikasi dan kualitas yang telah dibangun dengan penuh ketekunan. Para peserta ini bukan hanya penerus tradisi, tetapi juga pembawa misi untuk mengukuhkan Meranti sebagai penjaga marwah Qur’an di bumi Riau.
Tidak ada yang diserahkan begitu saja. Setiap peserta telah dipersiapkan dengan pelatihan intensif dan dukungan penuh dari berbagai pihak. Pemkab Kepulauan Meranti, melalui LPTQ lembaga resmi yang ditunjuk untuk melakukan pembinaan terus memperkuat kapasitas para peserta agar mereka dapat bersaing dengan optimis, sekaligus mengharumkan nama daerah.
Namun, dalam perjalanan menuju Bengkalis, Bupati Asmar tidak hanya mengandalkan kata-kata semangat. Ia turut mengiringi langsung keberangkatan kafilah, berjalan bersama mereka menuju panggung MTQ dengan tekad bulat. Di saat itu, Asmar menyapa setiap peserta, menepuk bahu mereka, dan berpesan untuk menjaga nama baik daerah.
“Saya sengaja ikut mengantar. Saya ingin anak-anak Meranti tahu bahwa pemerintah ada bersama mereka, mendukung setiap langkah dan doa mereka,” ungkap Asmar penuh harap.
Bukan hanya peserta yang membutuhkan doa dan dukungan. Seluruh masyarakat Meranti turut memberi semangat dan doa bagi kafilah mereka. Ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang perjuangan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, dari pemerintah daerah hingga masyarakat biasa.
Bupati Asmar optimis, meski menghadapi persaingan ketat, kafilah Meranti akan mampu meraih juara . Dengan persiapan matang, dukungan penuh, dan semangat yang tak pernah padam, Meranti sudah siap menorehkan prestasi terbaiknya di ajang MTQ tingkat provinsi.
Dan jika suatu hari, Meranti diberi kesempatan untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Riau, Bupati Asmar dengan tegas menyatakan, “Kami siap melaksanakannya dan tentu akan meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi.”
Dengan keyakinan dan doa bersama, Kepulauan Meranti akan terus berusaha menjadi bintang yang bersinar di panggung MTQ Riau—sebuah daerah yang tidak hanya menjaga Al-Qur’an, tetapi juga terus berjuang untuk menjadikannya bagian dari identitas budaya dan spiritual yang tak ternilai.
Untuk memotivasi peserta yang akan bertanding, Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, mengambil langkah luar biasa dengan menyiapkan tiket umrah gratis bagi Qori dan Qoriah yang meraih peringkat I di ajang MTQ kali ini.
“Agar lebih semangat, saya siapkan tiket umrah untuk Qori dan Qoriah terbaik. Ini bentuk komitmen kita mensyiarkan Islam di Kepulauan Meranti ini,” ujar Bupati Asmar saat dikonfirmasi, Senin (30/6/2025).
Langkah ini bukan hanya sekadar hadiah, tetapi juga sebagai apresiasi dan penghargaan terhadap dedikasi dan prestasi para kafilah yang telah mengharumkan nama Kabupaten Kepulauan Meranti di ajang bergengsi ini. Bupati Asmar berharap hadiah umrah ini dapat memberikan motivasi tambahan bagi peserta untuk tampil maksimal dan memberikan yang terbaik bagi daerah yang dikenal dengan julukan Negeri Tanah Jantan ini.
“Ini adalah bentuk dukungan Pemerintah Daerah untuk para peserta MTQ yang sudah mengharumkan nama daerah Kepulauan Meranti. Semoga prestasi ini menjadi motivasi buat anak-anak lainnya agar ke depannya semakin banyak yang berprestasi,” imbuhnya.
Bupati Asmar menekankan bahwa MTQ bukan hanya sekadar ajang lomba, tetapi lebih dari itu—merupakan momentum syiar Islam yang sangat penting bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, budaya membaca, menulis, dan memahami Al-Qur’an bisa lebih meresap dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, bukan hanya peserta yang mendapatkan penghargaan, tetapi masyarakat secara keseluruhan juga akan mendapat manfaat dari pelaksanaan MTQ ini.
“Mengikuti pertandingan pada MTQ ini hendaknya tidak dipahami sebagai bentuk kompetisi saja, namun sesungguhnya merupakan salah satu momentum syiar Islam untuk lebih memasyarakatkan budaya baca, tulis dan pemahaman Al-Qur’an kepada masyarakat, agar kandungan nilai-nilainya dapat teraktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Bupati.
Bupati juga menekankan bahwa syiar Islam di Kepulauan Meranti akan terus dikumandangkan, baik dalam kegiatan MTQ maupun kegiatan keagamaan lainnya. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk membumikan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup yang diterima dan dijalankan oleh masyarakat secara luas.
“Saya berharap penyelenggaraan MTQ ke-43 ini dapat menambah wawasan, penghayatan, dan cinta kita terhadap isi kandungan Al-Qur'an. Pelaksanaan MTQ ini merupakan sebuah wahana dalam rangka memacu pengembangan tilawah, hafalan, serta pendalaman isi kandungan Al-Qur'an,” ujar Bupati Asmar.
Kepala Bagian Kesra, Sekretariat Daerah Kepulauan Meranti, Syafrizal, juga mengonfirmasi adanya hadiah fantastis berupa tiket keberangkatan umrah ke Tanah Suci bagi para pemenang juara pertama di setiap cabang lomba pada MTQ ke-43 tingkat Provinsi Riau. Hadiah umrah ini disiapkan jauh sebelumnya, dengan harapan dapat memberikan motivasi maksimal bagi para peserta untuk berkompetisi dengan penuh semangat.
“Kami telah menyiapkan tiket keberangkatan ini jauh sebelumnya. Dengan kami memberikan reward ini, semoga para Qori dan Qoriah bisa maksimal menampilkan suara terbaiknya hingga memenangkan MTQ,” tutur Syafrizal.
Lebih lanjut, Syafrizal menjelaskan bahwa para peserta telah diberi pengarahan secara berjenjang untuk memastikan mereka tampil dengan kualitas terbaik. Persiapan matang dilakukan untuk memastikan Kepulauan Meranti kembali meraih hasil maksimal, sekaligus mempertahankan prestasi juara yang telah diraih selama ini.
“Mereka kita berikan pengarahan secara berjenjang demi menghasilkan tujuan kita untuk mendapatkan juara MTQ ke-43. Tentunya kita telah melihat langsung kemampuan para Qori dan Qoriah, dan kami yakin mereka mampu memberikan yang terbaik,” tambahnya.
Dengan hadiah yang sangat menggiurkan dan dukungan penuh dari Pemkab Kepulauan Meranti, diharapkan para peserta MTQ kali ini tidak hanya bertanding untuk meraih kemenangan, tetapi juga mengukir prestasi yang lebih tinggi serta menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Momen MTQ ini juga diharapkan dapat menjadi pendorong utama dalam memperkuat syiar Islam di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Sebelumnya, Kabupaten Kepulauan Meranti mengirimkan 71 peserta yang akan bertanding pada 12 cabang perlombaan, didukung oleh pelatih dan 30 official.
Cabang yang diikuti mencerminkan keseriusan dan keberagaman kemampuan peserta, diantaranya Tilawah Al-Qur’an: anak-anak, remaja, dewasa, hingga tuna netra, Qira’at: mujawwad dewasa, murottal dewasa, Hifzhil Qur’an: 1, 5, 10, 20, dan 30 Juz Tafsir Al-Qur’an, Syarhil Qur’an, dan Fahmil Qur’an, KTIQ/KTIH, Barzanji, 100 Hadits dengan Sanad & 500 Hadits tanpa Sanad, Khat Al-Qur’an: Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer, hingga Digital. (R-01)

