Dipimpin Langsung Bupati, Wakil Bupati dan Pejabat Daerah, Kepulauan Meranti Semarakkan Pawai Ta’aruf MTQ ke-43 di Bengkalis
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti turut menyemarakkan kegiatan Pawai Ta’aruf dengan menghadirkan 600 peserta, mencerminkan semangat keagamaan yang kuat dan komitmen tinggi dalam melestarikan budaya lokal. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 Tingkat Provinsi Riau bukan sekadar ajang lomba membaca Al-Qur’an, tetapi juga momentum kebersamaan dan representasi identitas daerah. Sabtu (28/6/2025), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti turut menyemarakkan kegiatan Pawai Ta’aruf dengan menghadirkan 600 peserta, mencerminkan semangat keagamaan yang kuat dan komitmen tinggi dalam melestarikan budaya lokal.
Dalam kegiatan Pawai Ta’aruf sebagai bagian dari rangkaian MTQ, ratusan peserta dari Kepulauan Meranti tampil memukau dengan kekompakan, busana adat, serta tarian khas daerah. Pawai ini turut menjadi ajang promosi budaya dan identitas lokal yang kuat, memperkaya nilai-nilai keagamaan dalam balutan kearifan lokal.
Rombongan Kabupaten Kepulauan Meranti tampil penuh semangat dalam balutan nuansa budaya dan religi. Tak hanya sekadar barisan formal, namun juga penuh makna: menampilkan tarian persembahan khas Melayu, serta prosesi Menggolek Tual Sagu, sebagai simbol kuat identitas Kepulauan Meranti—daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, didampingi Wakil Bupati Muzamil Baharudin, hadir langsung memimpin rombongan. Keduanya tampak menyatu dengan peserta, menyapa hangat dan melambaikan tangan kepada penonton di sepanjang rute pawai. Kehadiran mereka menjadi penyuntik semangat tersendiri bagi seluruh anggota kafilah.
“Partisipasi kita dalam pawai ini bukan semata untuk tampil, tapi untuk menunjukkan bahwa Kepulauan Meranti adalah bagian penting dari Riau—dengan warisan budaya dan semangat religius yang kuat,” ujar Bupati Asmar.
Tak kalah mencuri perhatian, para pejabat eselon II dan kepala OPD yang tergabung dalam barisan tampak anggun dalam baju kurung Melayu biru langit dengan songket motif pucuk rebung. Busana ini melambangkan harapan dan pertumbuhan, sesuai dengan semangat MTQ sebagai ruang pengembangan potensi generasi Qur’ani.
Di tengah panasnya cuaca, seluruh peserta tetap antusias mengikuti jalannya pawai. Senyum-senyum ceria, saling menyapa, dan lambaian tangan terus menghiasi suasana. Sesekali terdengar tepuk tangan riuh dari masyarakat dan tamu undangan yang kagum akan penampilan unik rombongan Kepulauan Meranti.
Pawai Ta’aruf ini juga dihadiri oleh Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, Ketua DPRD Khalid Ali, Sekretaris Daerah Bambang Suprianto, para camat, kepala desa, tokoh agama, hingga unsur masyarakat yang ikut dalam barisan maupun menyemarakkan di pinggir jalan.
Kehadiran 600 peserta dalam barisan urutan ke-10 dari total 12 kabupaten/kota ini menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti tidak ingin sekadar hadir—tetapi memberi warna, menyampaikan pesan, serta menunjukkan eksistensi sebagai daerah dengan potensi dan karakter kuat.
“Tarian persembahan dan visualisasi proses menggolek sagu tadi sangat unik. Kami terkesan dengan penampilan Meranti,” ujar salah satu tamu dari panitia MTQ Provinsi.
Tak hanya mempererat hubungan antar-daerah, keikutsertaan ini juga menjadi media promosi yang efektif bagi kearifan lokal Meranti. Produk kerajinan, kekayaan kuliner, hingga simbol-simbol budaya yang dibawa dalam pawai menjadi etalase terbuka yang mengundang kekaguman.
Kegiatan Pawai Ta’aruf menjadi bukti bahwa MTQ bukan sekadar lomba baca Al-Qur’an. Ia adalah pesta iman dan budaya, ruang pertemuan antara tradisi, agama, dan kemajuan daerah. Dan dalam ruang itu, Kepulauan Meranti tampil bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai pembawa pesan—bahwa dari pulau-pulau kecil dan tanah gambut, bisa lahir suara besar untuk Riau dan Indonesia.
Bupati AKBP (Purn) H. Asmar secara langsung menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi dan semangat tinggi yang ditunjukkan oleh kafilah dari daerah yang dijuluki Negeri Sagu ini.
Bupati Asmar mengucapkan terima kasih atas semangat seluruh peserta, pelatih, dan tim pendukung, yang telah mengharumkan nama daerah dalam pawai dan siap berlaga di berbagai cabang lomba MTQ.
“Kita berharap kafilah dapat menampilkan kemampuan terbaik saat bertanding sehingga dapat kembali mengharumkan nama Kepulauan Meranti di tingkat Provinsi Riau,” ungkap Bupati Asmar.
Menurutnya, keikutsertaan dalam MTQ bukan hanya bentuk seremonial keagamaan, tetapi ruang strategis untuk memperkaya ilmu, memperkuat wawasan keislaman, dan mempererat silaturahmi antar daerah di Riau.
“Saya berharap peserta tidak hanya sekadar turut memeriahkan saja, tetapi juga mampu mengembangkan wawasan yang diperoleh selama pembinaan. Dengan begitu, kafilah Meranti bisa menguasai cabang yang dipertandingkan dan meraih prestasi terbaik,” tambahnya.
Bupati: Kami Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Provinsi Berikutnya
MTQ ke-43 Tingkat Provinsi Riau dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau H. Abdul Wahid, didampingi Kepala Kanwil Kemenag Riau, Bupati Bengkalis, serta para kepala daerah kabupaten/kota se-Riau. Dalam sambutannya, Bupati Asmar juga menyampaikan rasa syukur atas partisipasi Kepulauan Meranti selama dua tahun terakhir yang selalu aktif dan penuh semangat dalam perhelatan akbar ini.
“Saya merasa bangga, senang, dan bahagia karena kafilah Kabupaten Kepulauan Meranti ikut serta memeriahkan dan mengharumkan nama negeri Tanah Jantan,” kata Bupati.
Lebih lanjut, Asmar menyampaikan harapan besar kepada para peserta agar mampu bersaing dan membawa pulang hasil terbaik. Bahkan, dirinya tak segan menyatakan kesiapan Kepulauan Meranti untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi di masa mendatang.
“Setelah dilepas dalam pawai tadi, saya berharap kafilah Meranti bisa meraih Juara II, bahkan kalau bisa Juara I. Kalau ke depan Meranti dipercaya menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Riau, kami siap melaksanakannya dan tentu akan meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi,” tegasnya.
Usai kegiatan pawai, Bupati Asmar dan rombongan melanjutkan agenda dengan mengunjungi stan bazar Kepulauan Meranti yang tampil di Lapangan Pasir Andam Dewi, lokasi pelaksanaan MTQ. Di sana, stan Kepulauan Meranti menyajikan beragam produk unggulan lokal, seperti makanan olahan dari sagu, kopi Meranti, kelapa, dan aneka kerajinan tangan khas pulau-pulau di wilayah tersebut.
Kehadiran bazar ini menjadi daya tarik tersendiri, tidak hanya bagi peserta MTQ tapi juga bagi pengunjung umum. Ini menunjukkan bahwa Meranti tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam pelaksanaan MTQ kali ini, Kabupaten Kepulauan Meranti menerjunkan 71 peserta yang akan bertanding dalam 12 cabang perlombaan, didukung oleh pelatih dan tim official yang solid. Beberapa cabang yang diikuti antara lain: Tilawah Al-Qur’an: Anak-anak, remaja, dewasa, tuna netra, Qira’at: Mujawwad dewasa, murottal dewasa, Hifzhil Qur’an: 1, 5, 10, 20, dan 30 Juz. Selanjutnya cabang Tafsir Al-Qur’an, Syarhil dan Fahmil Qur’an, Barzanji dan KTIQ/KTIH, 100 Hadits dengan Sanad & 500 Hadits tanpa Sanad, Khat Al-Qur’an: Khat Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer, dan Digital.
Kegiatan MTQ ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, menjadi wadah penting untuk memperkuat syiar Islam, membangun karakter generasi Qurani, dan mengokohkan jalinan persaudaraan di Provinsi Riau.
Dengan dukungan penuh dari Bupati, Wakil Bupati, DPRD, jajaran OPD, serta masyarakat luas, kafilah Kepulauan Meranti tampil dengan semangat tinggi, membawa harapan besar dari tanah pesisir dan pulau-pulau kecil yang kaya akan semangat keagamaan.
“Mari kita doakan bersama, semoga anak-anak kita sukses, sehat, dan membawa kebanggaan bagi Kepulauan Meranti. Semangat untuk Meranti Qurani!” tutup Bupati Asmar dengan penuh optimisme.
Sebelumnya Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, berdiri di hadapan mereka dengan wajah teduh. Dalam sambutannya, beliau tak hanya melepas rombongan yang berjumlah 101 orang—terdiri dari 71 peserta dan 30 official—tetapi juga menyisipkan harapan, motivasi, dan doa yang dalam.
“Kita semua berharap, semoga kafilah MTQ Kepulauan Meranti mendapat ridho dan keberkahan Allah SWT, meraih prestasi terbaik, serta membanggakan daerah yang kita cintai ini,” ucap Bupati Asmar dengan suara mantap.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, bersama Wakil Bupati Muzamil Baharuddin, berdiri tegak di antara para peserta kafilah MTQ yang akan berangkat ke Bengkalis, membawa harapan dan kehormatan dari tanah negeri sagu. Dengan kapal ferry, mereka tak hanya melepas, tapi juga ikut mengantar—mengiringi anak-anak terbaik Meranti menuju ajang bergengsi MTQ ke-43 tingkat Provinsi Riau.
Langit cerah, ombak bersahabat. Kapal ferry perlahan meninggalkan pelabuhan, membawa 101 orang dalam rombongan. Tak ada musik pengiring, tetapi lantunan ayat suci yang diputar sepanjang perjalanan menjadi penguat semangat dan pengingat tujuan mulia, menjunjung tinggi Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan.
Sesampainya di Pelabuhan Laksamana, Bengkalis, rombongan disambut dengan hangat oleh panitia pelaksana. Tatapan kagum dan tangan yang menjabat erat seakan menghapus lelah perjalanan. Dari pelabuhan, rombongan langsung menuju Hotel Marina—tempat mereka akan menginap selama pelaksanaan MTQ.
Asmar tak lupa menyapa warga Meranti yang telah lama berdomisili di Bengkalis. “Saudara-saudara kita yang tinggal di sini adalah bagian penting dari wajah Meranti. Terima kasih atas doa dan dukungannya.”
Dalam nada yang lebih pribadi, Bupati Asmar berbagi bahwa kehadirannya secara langsung adalah bentuk dukungan moral yang tak tergantikan bagi peserta.
“Saya sengaja ikut mengantar. Saya ingin anak-anak Meranti tahu bahwa pemerintah ada bersama mereka, mendukung setiap langkah dan doa mereka. Siapa tahu, tahun depan Meranti bisa dipercaya menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Riau,” ucapnya penuh optimisme. (R-01)

