Usai Pecundangi Indonesia 6-0, Jepang Patok Target Juara Piala Dunia 2026
Tim nasional Jepang menutup manis kampanye kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan membantai timnas Indonesia 6-0 pada laga pamungkas Grup C, Selasa (10/6/2025). Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Tim nasional Jepang menutup manis kampanye kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan membantai timnas Indonesia 6-0 pada laga pamungkas Grup C, Selasa (10/6/2025).
Pesta gol yang terjadi di kandang sendiri itu memastikan Jepang melaju ke babak berikutnya sebagai juara grup, sekaligus menorehkan 30 gol sepanjang sepuluh laga kualifikasi.
Meski demikian, gelandang andalan Jepang, Daichi Kamada, tak ingin rekan-rekannya berpuas diri.
Pemain yang baru saja menjuarai Piala FA bersama Crystal Palace itu justru mengingatkan bahwa ujian sesungguhnya akan segera datang.
Kamada sendiri tampil memukau dengan dua gol di babak pertama. Gol-gol Jepang lainnya dicetak oleh Takefusa Kubo, Ryoya Morishita, Shuto Machino, dan pemain pengganti Mao Hosoya.
Kemenangan telak ini semakin menegaskan dominasi Samurai Biru di Grup C, sedangkan Indonesia yang dilatih Patrick Kluivert harus puas di posisi keempat.
Fokus tatap Piala Dunia 2026
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, mematok target ambisius: menjuarai Piala Dunia tahun depan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Untuk mencapai target itu, Moriyasu berencana menguji timnya dengan melakoni serangkaian laga persahabatan melawan tim-tim non-Asia dalam 12 bulan ke depan.
Kamada pun menyambut baik rencana tersebut dan berharap timnya bisa belajar banyak dari pengalaman itu.
"Bermain melawan tim-tim Asia dan melawan tim-tim Eropa yang akan tampil di Piala Dunia benar-benar berbeda," ujar pemain berusia 28 tahun itu, dikutip dari kantor berita AFP.
"Saat kami memainkan pertandingan ini (persahabatan melawan tim-tim Eropa), kami akan mulai melihat banyak area yang perlu kami tingkatkan. Kami perlu bersatu sebagai satu tim dan mengatasi masalah ini saat muncul."
Jepang telah menjadwalkan dua laga persahabatan tandang melawan Meksiko dan AS pada September mendatang. Setelah itu, empat lawan lainnya akan dihadapi di kandang sebelum akhir tahun.
Moriyasu sendiri menegaskan bahwa para pemainnya harus terus meningkatkan kemampuan di semua lini.
Ia juga memuji sikap pantang menyerah yang ditunjukkan anak asuhnya saat menghadapi timnas Indonesia.
"Tantangan bagi para pemain adalah melampaui batas mereka dan berkembang," kata Moriyasu.
"Mereka melakukannya dalam latihan dan pertandingan, ketika mereka tidak pernah merasa puas dan selalu mencari gol berikutnya dan peluang berikutnya, yang sangat menyenangkan untuk dilihat."
Debut pemain muda Jepang
Dalam laga melawan Indonesia, Moriyasu melakukan eksperimen dengan menurunkan dua debutan, yakni bek Junnosuke Suzuki dan pemain sayap Shunsuke Mito.
Pekan lalu, Jepang sempat kehilangan rekor tak terkalahkan mereka setelah takluk 0-1 dari Australia dalam laga tandang.
Saat itu, Moriyasu juga menurunkan susunan pemain eksperimental karena tiket lolos ke Piala Dunia sudah di tangan.
Adapun dalam laga kontra Indonesia, gol pembuka Jepang dicetak Kamada pada menit ke-15 melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Mito.
Eks gelandang Lazio itu kemudian menjadi kreator gol kedua timnya, bekerja sama apik dengan Kubo sebelum pemain Real Sociedad tersebut melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Indonesia, Emil Audero.
Kamada menutup babak pertama dengan gol ketiganya, meliuk-liuk melewati pertahanan Indonesia sebelum menceploskan bola melewati Audero.
Di babak kedua, Jepang tak mengendurkan serangan. Morishita melepaskan tendangan voli yang bersarang di tiang belakang pada menit ke-55, sekaligus menjadi gol internasional pertamanya.
Tak lama berselang, Machino dan Hosoya turut mencatatkan nama di papan skor, memastikan Jepang terus menekan Indonesia hingga peluit akhir berbunyi.
Sementara itu, timnas Indonesia meski didukung oleh ribuan suporter di Jepang, harus mengakui keunggulan tuan rumah.
Namun, Indonesia tetap berhasil melaju ke babak selanjutnya bersama lima tim Asia lainnya untuk memperebutkan dua tiket sisa ke Piala Dunia 2026.(R-04)

