Jelang Idul Adha, Penjualan Sapi Kurban di Meranti Menurun: Ekonomi Jadi Pemicu Utama
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Kepulauan Meranti. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Di tengah semarak persiapan menyambut Idul Adha 2025, langit Kota Sagu tak seceria tahun-tahun sebelumnya bagi para pedagang dan peternak hewan kurban. Harapan akan lonjakan permintaan menjelang hari raya justru digantikan dengan kecemasan, dimana sapi dan kambing belum banyak laku, meski waktu kian mendesak.
Kondisi ini bukan sekadar firasat. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DPKP) Kepulauan Meranti mencatat adanya penurunan signifikan jumlah hewan kurban tahun ini jika dibandingkan dengan Idul Adha 2024.
"Tahun lalu jumlah sapi kurban mencapai 700 ekor, sekarang di bawah 500. Kambing juga turun dari 600 menjadi sekitar 400 ekor," ungkap Kepala DPKP, Ifwandi, saat ditemui di ruang kerjanya.
Dengan penurunan itu, total hewan kurban yang tersedia tahun ini sekitar 900 ekor. Ifwandi memperkirakan penurunan ini bisa mencapai 20 hingga 25 persen, sebuah angka yang cukup mencolok.
Faktor ekonomi dinilai menjadi penyebab utama. Harga kebutuhan pokok yang masih tinggi, ditambah daya beli masyarakat yang belum pulih pasca tekanan ekonomi nasional, membuat sebagian masyarakat menunda atau bahkan membatalkan niat berkurban.
“Kami banyak menerima curhat dari pedagang dan pengumpul. Mereka bilang, sampai sekarang masih banyak hewan belum terjual. Padahal, lebaran sudah dekat,” jelas Ifwandi.
Meski demikian, pihak DPKP memastikan bahwa ketersediaan hewan kurban masih mencukupi kebutuhan lokal. Pemerintah daerah tetap melakukan langkah pengawasan dan pemeriksaan ketat terhadap hewan yang akan dipotong.
Melalui tim kesehatan hewan (Keswan), petugas diterjunkan ke 9 kecamatan untuk memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik seperti mata, kelenjar ludah, nafsu makan, hingga status gizi. Bahkan, pemeriksaan antemortem untuk memastikan usia hewan dilakukan secara saksama—minimal dua tahun, berdasarkan pertumbuhan gigi.
“Pengecekan kesehatan sudah selesai. Saat ini tinggal proses pendistribusian ke titik-titik pemotongan,” tambah Ifwandi.
Meski penjualan tahun ini lesu, pemerintah dan masyarakat Kepulauan Meranti tetap menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi ruh dari Idul Adha. Di tengah keterbatasan, semangat untuk berbagi daging kurban kepada sesama tetap menyala. (R-01)

