Warga Pelalawan Ini Akhiri Hidup Pakai Seutas Tali Nilon, Diduga Karena Persoalan Ekonomi Keluarga
Seorang warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau ditemukan tewas tergantung di pohon pada Senin (26/5/2025) sore lalu. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Pelalawan - Seorang warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau ditemukan tewas tergantung di pohon pada Senin (26/5/2025) sore lalu.
Korban berinsial EM (52) yang tinggal di Dusun 1 Desa Mekar Jaya, Pangkalan Kerinci. EM diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon yang berada di areal perkebunan kelapa sawit milik warga.
Kejadian ini menghebohkan masyarakat setempat, setelah korban EM ditemukan tergantung dengan seutas tali nilon sekitar jam 15.30 WIB.
"Korban ditemukan tergantung di pohon gaharu di kebun sawit warga," tutur Kapolsek Pangkalan Kerinci, AKP Tatit Rizkyan Hanafi SIK kepada media, Selasa (27/5/2025).
Kebun kelapa sawit itu diketahui milik warga bernama Endang Gunawan yang terletak di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 58 Desa Mekar Jaya. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh pekerja kebun bernama Edi Saputra (32) dan Deri Rismawan (29).
Saat kejadian saksi Edi dan Deri berjalan menuju areal perkebunan sawit milik Endang Gunawan.
Mereka akan melakukan pemupukan sawit.
Namun mereka melihat EM tergantung di sebatang pohon gaharu dengan leher terikat di seutas tali nilon berwarna hijau.
"Saksi langsung memberitahukan kepada pemilik kebun dan kemudian dilaporkan kepada kita," tutur Kapolsek Tatit.
Personel Polsek Pangkalan Kerinci dan Tim dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan tiba di lokasi kejadian.
Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi korban yang diduga mengakhiri hidunya sendiri.
Petugas juga meminta keterangan dari saksi-saksi serta pihak keluarga yang bersangkutan.
Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, korban tergantung menggunakan baju bergaris warna biru tosca dan abu, celana panjang warna coklat serta sepatu bot warna kuning dengan kondisi kaku air liur keluar dari mulut.
Sehari-hari pekerjaan korban sebagai pencari brondolan sawit. Ia juga memiliki riwayat penyakit asam lambung.
"Diduga korban memiliki permasalahan ekonomi di keluarga. Karena pada tanggal 14 Juni nanti akan melangsungkan pernikahan adiknya," kata Tatit.
Selanjutnya jenazah korban di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci untuk penanganan lebih lanjut.
Dari hasil visum luar dan keterangan dokter, EM merupakan korban gantung diri.(R-03)

