2 Kali Sidak ke PT Sanel di Pekanbaru, Aktivis Buruh Minta Wamenaker Berani Usut Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan di Perusahaan Besar dan BUMN
Wamenaker Immanuel Ebenezer saat sidak ke PT Sanel Travel beberapa hari lalu. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Langkah Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer dua kali melakukan inspeksi mendadak ke PT Sanel Tour and Travel di Pekanbaru sukses menyita perhatian publik. Noel, sapaan populer Wamenaker, kerap mempersoalkan tudingan penahanan ijazah mantan pekerja oleh pengusaha.
Meski demikian, tindakan Wamenaker tersebut dinilai hanya manyasar kalangan pengusaha kelas kecil. Padahal, setumpuk masalah industrial juga terjadi di perusahaan kakap, termasuk sektor industri minyak bumi dan gas di Riau.
"Langkah Wamenaker yang keras terhadap PT Sanel patut diapresiasi. Tapi, kami juga meminta agar Wamenaker menunjukkan kepekaan dan keberaniannya membongkar masalah ketenagakerjaan di perusahaan migas, sektor kehutanan dan perkebunan, termasuk di BUMN," kata Suwandi Hutasoit SH, aktivis Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Riau.
Suwandi mengakui telah mengirimkan pesan via WhatsApp kepada Wamenaker ikhwal adanya temuan dugaan pelanggaran ketenagakerjaan pada sektor migas di lingkungan perusahaan migas Riau. Dugaan pelanggaran tersebut terjadi pada mitra kerja (sub kontraktor) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Masalah ini juga sudah dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau.
"Tapi sampai saat ini belum ada respon dan tindak lanjut dari Pak Wamenaker. Kami berharap masalah ini bisa menjadi atensi beliau," kata Suwandi.
Ia meminta agar pemerintah juga berani menunjukkan taringnya ke perusahaan-perusahaan besar di Riau. Sebab, tak sedikit persoalan ketenagakerjaan yang terkesan dibiarkan berlarut tanpa ada penindakan.
"Agar tidak ada kesan pembiaran. Atau sekadar tajam ke bawah tapi tumpul ke atas," kata Suwandi.
Dalam sebulan terakhir, Wamenaker Immanuel Ebenezer turun ke Pekanbaru menyoroti kasus dugaan penahanan ijazah karyawan di PT Sanel Tour and Travel. Bahkan, Immanuel sempat mencak-mencak di lokasi kantor PT Sanel. Belakangan, Satpol PP Kota Pekanbaru menyegel kantor PT Sanel. Immanuel berang karena pemilik PT Sanel tak berkenan menemui pihaknya.
Sejumlah kasus ketenakerjaan dilaporkan banyak terjadi di Riau. Salah satunya menyangkut tingginya kecelakaan kerja yang menimbulkan spekulasi ada persoalan K3 yang terjadi di perusahaan besar di Riau.
Misalnya, kasus kematian 15 pekerja dan anak pada konsesi hutan tanaman industri (HTI) PT Nusa Wana Raya (NWR) di Pelalawan pada Maret 2025 lalu. Para korban yang tewas merupakan pekerja mitra PT ERB, rekaman PT NWR yang sehari-hari bekerja sebagai penanam bibit kayu eukaliptus dan akasia. Hingga kini, masalah ini tak pernah diungkap dengan terang benderang.
Selain itu, kasus kematian pekerja di Blok Rokan yang dikelola oleh PT PHR juga kerap menjadi sorotan. Pada April 2025 lalu, dua pekerja rekanan PT PHR meninggal dunia. Keduanya meninggal terdeteksi karena sakit pada dada. (R-03)

