Bupati Kuansing Ingin Lahan yang Diplang Satgas PKH Dikelola Pemangku Adat, Alasannya Rawan Karhutla
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby meminta Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) tidak membiarkan lahan perkebunan sawit yang disegel begitu saja usai dilakukan penyegelan. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Kuantan Singingi - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby meminta Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) tidak membiarkan lahan perkebunan sawit yang disegel begitu saja usai dilakukan penyegelan.
Pasalnya, lahan atau perkebunan sawit yang dibiarkan rawan terjadinya kebakaran lahan.
"Tidak ada penjagaan di sana, siapa yang bertanggung jawa jika terjadi kebakaran lahan di sekitar kawasan tersebut," kata Suhardiman Amby, Rabu (14/5/2025).
Suhardiman Amby pun menyarankan agar pengelolaan dilimpahkan sementara ke pemangku adat atau kelompok masyarakat di sekitar lahan sembari menunggu keputusan lebih lanjut terkait status lahan tersebut.
Dengan honor yang pantas, pemangku adat atau kelompok masyarakat juga ditugaskan untuk melakukan pengawasan dan pencegahan Karhutla di sekitar lahan.
"Saya rasa banyak juga lahan yang ditertibkan di Kuansing. Saya tidak tahu pasti berapa luasnya karena tidak ada laporan dari Tim Satgas PKH ke Pemkab Kuansing," ujarnya.
Suhardiman Amby pun meminta seluruh perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan potensi Karhutla di Kuansing.
Suhardiman Amby menjelaskan ia telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla di Kuansing pada Minggu (27/4/2025).
"Karhutla adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah. Semua harus berperan aktif dalam mencegah dan menanggulanginya," ujar Suhardiman Amby.
Suhardiman Amby mengatakan status Siaga Darurat Bencana Karhutla itu akan berlaku hingga 31 Juli 2025.
Namun status tersebut dapat diperpanjang atau dipersingkat sesuai dengan situasi.
"Diberlakukan selama 101 hari, bisa diperpanjang atau dipersingkat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan," kata Suhardiman Amby.
Selain perusahaan, Suhardiman Amby juga mengintruksikan seluruh kepala desa untuk melakukan upaya pencegahan dengan gencar mensosialisasikan ke masyarakat terkait Karhutla.
Kades juga diminta untuk bersinergi dan selalu berkoordinasi dengan seluruh pihak.
"Kades harus bersinergi dengan Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, MPA, relawan kelompok tani dan masyarakat di wilayahnya. Dengan begitu, upaya pencegahan dan penanggulangan berjalan lancar," ujarnya.
Suhardiman mengatakan, dari tahun ke tahun upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kuansing terus membaik.
Namun seiring dengan itu, titik api juga semakin meningkat di setiap tahunnya.
"Tantangan semakin bertambah setiap tahunnya, apalagi tahun ini musim kemarau diprediksi cukup panjang. Sebab itu seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaannya," ujar Suhardiman Amby. (R-03)

