Curah Hujan Masih Tinggi, BPBD Pelalawan Siaga Banjir Hingga Akhir April
Debit air Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan terpantau terus menurun selama Hari Raya Idul Fitri 1446 hijriah. Foto: Dok SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Debit air Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan terpantau terus menurun selama Hari Raya Idul Fitri 1446 hijriah. Pengurangan cukup drastis hingga Rabu (2/4/2025).
Penurunan terpantau sejak Lebaran hari pertama Senin (31/3/2025) sekitar 10 centimeter dari sehari sebelumnya menjadi 2,48 meter. Kemudian pada Lebaran hari kedua berkurang lagi 8 Cm ke angka 2,4 meter.
Sedangkan hari ini elevasi air berkurang 9 Cm ke titik 2,31 meter. Kondisi itu terdeteksi melalui alat pengukuran level air Sungai Kampar di penyeberangan pontoon Kecamatan Langgam, Pelalawan.
"Tren debit air sudah turun sejak sebelum Idul Fitri sampai hari ini Lebaran ketiga. Padahal hujan masih berpotensi cukup tinggi," tutur Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si, Rabu (2/4/2025).
Ia mengungkapkan, peluang hujan mengguyur Pelalawan terpantau hari ini mulai pagi hingga sore nanti. Kemudian berlanjut pada malam sampai dini hari. Hujan merata di seluruh wilayah Provinsi Riau termasuk daerah-daerah di Pelalawan.
Namun curah hujan tidak berpengaruh terhadap elevasi air Sungai Kampar, sebab penurunnya sangat signifikan sejak banjir mulai surut. Sehingga air hujan tidak menambah debit air yang malah terdeteksi turun setiap hari.
"Kita masih tetap waspada bencana banjir dan longsor sampai saat ini. Mana tau sewaktu-waktu curah hujan ekstrem kembali," kata Zulfan.
Diterangkannya, status siaga banjir dan longsor di Pelalawan masih berlaku sejak ditetapkan pada akhir 2024 lalu. Siaga darurat hidrometeorologi berlangsung sampai 30 April nanti.
"Prakiraan musim kemarau sudah mulai di April ini. Makanya kita juga pantau hotspot dan firespot jika panas beberapa hari kedepan," tandanya. (R-03)

