SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Dijanjikan Rp22 Juta, Tiga Wanita Nekat Bawa 9 Kg Sabu dan 800 Vape Narkoba ke Medan

      Dijanjikan Rp22 Juta, Tiga Wanita Nekat Bawa 9 Kg Sabu dan 800 Vape Narkoba ke Medan

      13/06/2026  ❘  13:14 WIB
    • Niat Bercanda Malah Berujung Sidang Kode Etik, 4 ASN Jambi Kaget Video Gaji Ke-13 Meledak

      Niat Bercanda Malah Berujung Sidang Kode Etik, 4 ASN Jambi Kaget Video Gaji Ke-13 Meledak

      13/06/2026  ❘  11:59 WIB
    • Mobil Narkoba dari Bengkalis Tersandung di SPBU Merangin, Isinya 53 Ribu Ekstasi

      Mobil Narkoba dari Bengkalis Tersandung di SPBU Merangin, Isinya 53 Ribu Ekstasi

      13/06/2026  ❘  08:42 WIB
    • Setahun Menggantung, Kasus Ustaz Lecehkan Mahasiswi UINSU Belum Ada Tersangka

      Setahun Menggantung, Kasus Ustaz Lecehkan Mahasiswi UINSU Belum Ada Tersangka

      12/06/2026  ❘  20:27 WIB
  • Nasional
    • Rupiah Tertekan, Pemerintah Izinkan Harga Obat Naik hingga 20 Persen

      Rupiah Tertekan, Pemerintah Izinkan Harga Obat Naik hingga 20 Persen

      13/06/2026  ❘  20:38 WIB
    • BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Demi Efisiensi Anggaran

      BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Demi Efisiensi Anggaran

      13/06/2026  ❘  12:53 WIB
    • MBG Boroskan Uang Negara Rp 1 Triliun per Bulan, Tapi Gaji Guru Tak Layak dan Ruang Sekolah Banyak Rusak

      MBG Boroskan Uang Negara Rp 1 Triliun per Bulan, Tapi Gaji Guru Tak Layak dan Ruang Sekolah Banyak Rusak

      13/06/2026  ❘  12:45 WIB
    • Pekerjaan Bergaji Tinggi Kini Jadi Ladang Pengangguran, AI dan PHK Massal Hantam Kelas Profesional

      Pekerjaan Bergaji Tinggi Kini Jadi Ladang Pengangguran, AI dan PHK Massal Hantam Kelas Profesional

      13/06/2026  ❘  11:57 WIB
  • Ekonomi
    • Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: 2029 Arena Pertarungan Banteng, Garuda dan Gajah

      Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: 2029 Arena Pertarungan Banteng, Garuda dan Gajah

      13/06/2026  ❘  17:45 WIB
    • Ekonomi Triwulan I 2026 Tumbuh 7,91 Persen, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Belanja Daerah Efektif dan Tepat Sasaran

      Ekonomi Triwulan I 2026 Tumbuh 7,91 Persen, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Belanja Daerah Efektif dan Tepat Sasaran

      13/06/2026  ❘  08:50 WIB
    • Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sabtu 13 Juni 2026, Antam Tembus Rp 2,8 Juta per Gram

      Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sabtu 13 Juni 2026, Antam Tembus Rp 2,8 Juta per Gram

      13/06/2026  ❘  08:40 WIB
    • Rupiah Bangkit dari Tekanan, Dolar AS Dipaksa Mundur dari Level Rp18.000

      Rupiah Bangkit dari Tekanan, Dolar AS Dipaksa Mundur dari Level Rp18.000

      12/06/2026  ❘  18:34 WIB
  • Politik
    • Datang ke Istana Bersama Luhut, Chatib Basri Akhirnya Buka Suara Soal Jabatan Menkeu

      Datang ke Istana Bersama Luhut, Chatib Basri Akhirnya Buka Suara Soal Jabatan Menkeu

      09/06/2026  ❘  19:17 WIB
    • Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      08/06/2026  ❘  11:49 WIB
    • Pigai Bikin Geger! Usul Sipil Duduki Jabatan Polri Picu Gelombang Perdebatan Nasional

      Pigai Bikin Geger! Usul Sipil Duduki Jabatan Polri Picu Gelombang Perdebatan Nasional

      06/06/2026  ❘  19:35 WIB
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
  • Hukrim
    • Tiga Bulan Menanti Keadilan, Keluarga Korban Pencabulan Anak Terus Datangi Polres Meranti, Polisi Sebut Kasus Tetap Berproses

      Tiga Bulan Menanti Keadilan, Keluarga Korban Pencabulan Anak Terus Datangi Polres Meranti, Polisi Sebut Kasus Tetap Berproses

      13/06/2026  ❘  19:36 WIB
    • Polisi Tangkap 69 Orang Usai Gerebek Tempat Judi Berkedok Timezone, Ada Main Tembak Ikan dan Burung

      Polisi Tangkap 69 Orang Usai Gerebek Tempat Judi Berkedok Timezone, Ada Main Tembak Ikan dan Burung

      13/06/2026  ❘  19:04 WIB
    • Diduga Eksploitasi Cucu dan Anak Jadi Manusia Silver, Polisi Tangkap Pasutri di Riau

      Diduga Eksploitasi Cucu dan Anak Jadi Manusia Silver, Polisi Tangkap Pasutri di Riau

      13/06/2026  ❘  17:56 WIB
    • Tiga Bocah Silver di Pelalawan Mengaku Takut Pulang Jika Tidak Bawa Uang Rp500 Ribu

      Tiga Bocah Silver di Pelalawan Mengaku Takut Pulang Jika Tidak Bawa Uang Rp500 Ribu

      13/06/2026  ❘  17:47 WIB
  • Umum
    • Mengenal ‘Social Battery’, Penyebab Seseorang Tiba-tiba Malas Bersosialisasi dan Mudah Lelah

      Mengenal ‘Social Battery’, Penyebab Seseorang Tiba-tiba Malas Bersosialisasi dan Mudah Lelah

      13/06/2026  ❘  08:22 WIB
    • Komedian Senior Bolot Alami Serangan Jantung, Dokter Ungkap Tanda Nyeri Dada Berbahaya yang Sering Disepelekan

      Komedian Senior Bolot Alami Serangan Jantung, Dokter Ungkap Tanda Nyeri Dada Berbahaya yang Sering Disepelekan

      12/06/2026  ❘  20:09 WIB
    • Jangan Remehkan Jus Jambu Biji! Ahli Ungkap Manfaat Besarnya untuk Penderita Anemia

      Jangan Remehkan Jus Jambu Biji! Ahli Ungkap Manfaat Besarnya untuk Penderita Anemia

      12/06/2026  ❘  19:50 WIB
    • IKA FISIP Selenggarakan Diskusi Jelang Momentum Pemilihan Rektor Baru: Quo Vadis Universitas Riau?

      IKA FISIP Selenggarakan Diskusi Jelang Momentum Pemilihan Rektor Baru: Quo Vadis Universitas Riau?

      11/06/2026  ❘  20:26 WIB
  • Riau
    • UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru

      UMKM Kuliner Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru

      13/06/2026  ❘  19:34 WIB
    • FDI Soroti Korupsi Berjamaah di MBG & Dilema Kenaikan BBM: Pemerintah Perlu Konsisten, Publik Perlu Mengawasi!

      FDI Soroti Korupsi Berjamaah di MBG & Dilema Kenaikan BBM: Pemerintah Perlu Konsisten, Publik Perlu Mengawasi!

      13/06/2026  ❘  17:08 WIB
    • Satelit BMKG Pantau 87 Titik Panas Kepung Sumatera! 8 Hotspot Membara di Riau

      Satelit BMKG Pantau 87 Titik Panas Kepung Sumatera! 8 Hotspot Membara di Riau

      13/06/2026  ❘  11:48 WIB
    • BMKG Warning! Delapan Titik Panas Muncul di Riau, Pelalawan Jadi Sorotan

      BMKG Warning! Delapan Titik Panas Muncul di Riau, Pelalawan Jadi Sorotan

      13/06/2026  ❘  11:41 WIB
  • Sport
    • Alwi Farhan Menggila di Sydney, Tiket Final Australian Open 2026 Berhasil Diamankan

      Alwi Farhan Menggila di Sydney, Tiket Final Australian Open 2026 Berhasil Diamankan

      13/06/2026  ❘  20:43 WIB
    • Timnas Indonesia U-19 Akhiri Piala AFF dengan Kemenangan, Gol Algazani Jadi Penentu

      Timnas Indonesia U-19 Akhiri Piala AFF dengan Kemenangan, Gol Algazani Jadi Penentu

      13/06/2026  ❘  20:41 WIB
    • Amerika Mengamuk! Paraguay Kebobolan 4 Gol, Balogun Menari di Los Angeles

      Amerika Mengamuk! Paraguay Kebobolan 4 Gol, Balogun Menari di Los Angeles

      13/06/2026  ❘  10:26 WIB
    • Duel Penentu Nasib! Haiti dan Skotlandia Berebut Tiket Mimpi Sebelum Brasil Mengamuk

      Duel Penentu Nasib! Haiti dan Skotlandia Berebut Tiket Mimpi Sebelum Brasil Mengamuk

      13/06/2026  ❘  10:04 WIB
  • Opini
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
  • Internasional
    • Draf Perdamaian Hampir Rampung, Iran Mulai Buka Sinyal Positif ke AS

      Draf Perdamaian Hampir Rampung, Iran Mulai Buka Sinyal Positif ke AS

      13/06/2026  ❘  13:57 WIB
    • Perang Iran-AS Segera Berakhir? Draf Damai Final Disusun, Selat Hormuz Siap Dibuka

      Perang Iran-AS Segera Berakhir? Draf Damai Final Disusun, Selat Hormuz Siap Dibuka

      13/06/2026  ❘  12:11 WIB
    • Putri Pewaris Takhta Thailand Wafat Setelah 4 Tahun Koma, Negeri Gajah Putih Berkabung 15 Hari

      Putri Pewaris Takhta Thailand Wafat Setelah 4 Tahun Koma, Negeri Gajah Putih Berkabung 15 Hari

      12/06/2026  ❘  20:09 WIB
    • Pagi Ancam Iran Habis-Habisan, Sore Hari Trump Mendadak Pilih Damai

      Pagi Ancam Iran Habis-Habisan, Sore Hari Trump Mendadak Pilih Damai

      12/06/2026  ❘  12:21 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Unjuk Rasa di Jakarta, AMRJ Desak KPK Periksa Direktur PT Bumi Siak Pusako Iskandar

12/03/2025  ❘  15:50 WIB • Hukrim
Bagikan :
Unjuk Rasa di Jakarta, AMRJ Desak KPK Periksa Direktur PT Bumi Siak Pusako Iskandar

Sekelompok orang yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Riau Jakarta (AMRJ) melakukan unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kantor PT Bumi Siak Pusako (BSP) di JB Tower, Jakarta, Rabu (12/3/2025). Foto: Istimewa

SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Sekelompok orang yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Riau Jakarta (AMRJ) melakukan unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kantor PT Bumi Siak Pusako (BSP) di JB Tower, Jakarta, Rabu (12/3/2025). AMRJ dalam tuntutannya mendesak agar KPK memeriksa Direktur PT BSP, Iskandar atas pengelolaan ladang minyak CPP Blok yang diduga telah menimbulkan kerugian negara. 

Massa dalam pernyataannya menyinggung serangkaian kejadian yang menimpa PT BSP sejak ditunjuk menjadi pengelola tunggal CPO Blok sejak Agustus 2022 lalu. Di antaranya terjadinya gagal salur minyak akibat congeal (pembekuan minyak pada pipa salur) sejak Maret 2024 lalu. Hingga saat ini, minyak yang dihasilkan PT BSP dari area Zamrud, harus dikirim menggunakan truk (trucking). 

Selain itu, gagal salur juga terjadi di area West Kasikan sejak 27 Januari lalu. Sejumlah pihak menghitung potensi hilangnya pendapatan negara dari lifting minyak lebih dari Rp 35 miliar dari West Kampar. Sampai saat ini, produksi minyak di West Kasikan masih terhenti. 

"Kami tidak akan tinggal diam melihat aset negara dikelola dengan ceroboh. Direktur PT BSP Iskandar harus bertanggung jawab atas segala kerugian yang ditimbulkan. KPK dan instansi terkait harus segera bertindak tegas untuk mengusut tuntas kasus ini," kata Ketua Umum AMRJ, Rahmat Pratama.

ARMJ juga menyinggung soal laporan dugaan korupsi mark up proyek pembangkit listrik 28 MW di ladang minyak CPP Blok. Laporan tersebut telah disampaikan secara tertulis oleh LSM Corruption Investigation Committee (CIC) ke KPK bulan lalu. ICC dalam laporannya menyebut ada potensi kerugian negara mencapai 900 ribu Dollar US dari proyek tersebut. 

"Kami menduga terjadi dugaan kolusi, penyalahgunaan wewenang, dan kelalaian yang menyebabkan kerugian negara di PT BSP. Oleh karena itu, KPK harus segera memprosesnya lebih lanjut," kata Rahmat. 

Ia menegaskan, pengelolaan CPP Blok di era PT BSP sangat buruk. Beragam kejadian gangguan operasional telah menyebabkan produksi minyak mengalami gangguan signifikan. Termasuk berlarut-larutnya penanganan gagal salur akibat pipa minyak yang bocor hingga saat ini. 

"Kami menuntut manajemen PT BSP segera memulihkan kerugian negara yang ditimbulkan akibat dugaan mark up proyek dan kelalaian operasional perusahaan dalam penanganan kebocoran pipa minyak," tegasnya. 

ARMJ, kata Rahmat, meminta agar aparat hukum khususnya KPK dan otoritas terkait migas di Indonesia mengambil tindakan tegas atas beragam masalah yang menerpa PT BSP. Pembiaran berlarut atas kondisi PT BSP berpotensi menimbulkan kerugian negara yang lebih besar, serta mengancam target lifting minyak nasional. 

"Semua pihak jangan tutup mata atas masalah yang terjadi dengan PT BSP. Aset negara itu harus dikelola oleh manajemen yang cakap, punya kapasitas dan berintegritas. Kami akan menagih komitmen pemberantasan korupsi dan perbaikan fundamental demi penyelamatan CPP Blok," tegas Rahmat.

Direktur PT BSP Iskandar belum menjawab pesan konfirmasi terkait unjuk rasa ARMJ di Jakarta.

SKK Migas dan Kementerian ESDM Belum Bersikap

Diwartakan sebelumnya, kasus congeal shipping (pembekuan minyak pada pipa salur) PT Bumi Siak Pusako (BSP) sudah berulang tahun yang pertama. Insiden gagal salur minyak dari area Zamrud menuju Minas ini, mulai terjadi sejak 2 Maret 2024 lalu, namun sampai saat ini tak kunjung tuntas ditangani. 

Pihak PT BSP sampai saat ini pun tak kunjung membuka diri tentang langkah-langkah konkret yang telah dilakukan. Beberapa kali upaya konfirmasi yang dilayangkan media ini tidak digubris. 

Akibat gagal salur minyak ini, sejak Maret 2024 lalu, pengiriman minyak dilakukan menggunakan truk (by trucking). Dikabarkan, saat ini lifting terpaksa harus menggunakan fasilitas PT Imbang Tata Alam (ITA). 

Sudah bisa dipastikan, pengangkutan minyak menggunakan trucking yang mirip seperti jual beli minyak goreng ini, akan menyedot biaya tambahan yang tidak kecil. Biaya tiap barel minyak yang diangkut akan membengkak. 

"Dan sudah dipastikan laba PT BSP tahun 2024 akan anjlok secara signifikan. Para pemegang saham hanya menerima dividen yang kecil," kata seorang pengamat Migas Riau kepada SabangMerauke News, Senin (10/3/2025) 

Di tengah guncangan yang menerpa operasional dan produksi minyak PT BSP ini, belum jelas tindakan yang dilakukan oleh SKK Migas, otoritas yang bertanggung jawab dalam produksi minyak nasional pun tak memberikan respon. Padahal, nyata-nyata kondisi yang terjadi dengan PT BSP mempengaruhi target-target produksi Migas yang tak pernah tercapai. 

Sama halnya dengan sikap Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Bulan lalu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang berkunjung ke Riau. Namun, ia sama sekali tak menyinggung soal tindakan konkret terhadap PT BSP.

Diketahui, pemerintah telah menetapkan PT BSP sebagai operator (KKKS) tunggal pengelola Coastal Plains and Pekanbaru (CPP Blok) sejak 8 Agustus 2022 silam. Sebelumnya, blok warisan peninggalan PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) ini dikelola bersama oleh Pertamina Hulu dengan PT BSP. 

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Pusat, Hudi D. Suryodipuro tak kunjung membalas pesan konfirmasi yang dikirim sejak Sabtu kemarin. 

Insiden West Kasikan

Tak hanya terjadi di Zamrud, insiden congeal juga menerpa pipa salur minyak PT Bumi Siak Pusako (BSP) di West Kasikan sejak 27 Januari 2025 lalu.

Peristiwa ini diperkirakan telah menimbulkan hilangnya pendapatan negara mencapai Rp 35 miliar lebih. Ironisnya, sejak kasus congeal itu terjadi pada 27 Januari 2025 lalu, hingga saat ini, penanganan kasus ini belum tuntas ditangani. Itu artinya, sudah lebih 35 hari lamanya gangguan produksi minyak di area tersebut berlangsung. 

Angka perkiraan potensi kerugian negara sebesar Rp 35 miliar tersebut, diperoleh dari perhitungan gagal produksinya minyak sejak kasus terjadi. Biasanya, produksi minyak di West Kasikan mencapai 900 barel per hari (bph). 

 

Dengan perhitungan harga minyak menurut Indonesian Crude Oil Price (ICP) sebesar 70 USD dan kurs sebesar Rp 16.000, maka nilai lost pendapatan negara bisa menembus Rp 35,2 miliar. Kerugian akibat bocornya pipa tersebut bahkan dipastikan terus bertambah, karena hingga saat ini penanganannya belum berhasil dilakukan. 

Tidak diketahui apa penyebab proses perbaikan pipa bocor di West Kasikan tak bisa diselesaikan  dengan cepat. 

Sekretaris Perusahaan PT BSP, Ardian tidak merespon konfirmasi yang dilayangkan SabangMerauke News, sejak Kamis (6/2025) kemarin. Bahkan, sepertinya Ardian telah memblok WA-nya. 

Pihak PT BSP, sejak kasus bocornya pipa minyak ini terjadi, memang tak pernah memberikan penjelasan.

Ganggu Lifting Nasional

Menurut praktisi Migas Riau, Aris Aruna, apa yang terjadi pada PT BSP saat ini merupakan alarm keras terhadap lifting minyak nasional. Alih-alih berharap dapat meningkatkan produksi minyak, justru makin seret karena gangguan operasional yang sebenarnya bisa dicegah lebih dini. 

"Kondisi yang terjadi di PT BSP saat ini bisa disebut darurat. Dan ini berbahaya terhadap target lifting nasional yang konsisten menurun tiap tahun," kata Aris Aruna, Selasa (4/2/2025) lalu. 

Aris menegaskan, muncul indikasi kuat terjadinya salah urus dalam pengelolaan CPP Blok oleh PT BSP. Masalah ini sangat serius dan memiliki implikasi terhadap risiko berat yang akan ditanggung. 

"Kejadian yang terjadi, tidak hanya merugikan PT BSP dan pemerintah daerah. Namun juga berisiko menimbulkan kerugian negara. Lifting minyak seakan tak bisa lagi diharapkan dari CPP Blok yang dikelola secara tunggal oleh PT BSP," kata Aris Aruna. 

Bahkan, kata Aris Aruna, situasi yang terjadi memunculkan keraguan terhadap posisi PT BSP sebagai oil company. Padahal, pemerintah pusat kadung sudah memberikan konsesi kepada PT BSP selama 20 tahun dan akan berakhir pada 2042 mendatang. 

"Saya kira, wajar saja publik mempertanyakan apakah PT BSP sanggup menjadi oil company. Ini bisa menjadi evaluasi dan pertimbangan bagi Kementerian ESDM," tegas Aris Aruna. 

Ia juga menilai, ada indikasi terjadi kondisi darurat sumber daya manusia (SDM) migas profesional di tubuh PT BSP. Padahal, dalam industri minyak yang merupakan proyek strategis nasional, ketersediaan SDM profesional merupakan keniscayaan. 

"Oil company harusnya didukung oleh ketersediaan SDM Migas yang profesional. Sebab, sektor Migas merupakan industri padat modal yang sarat akan teknologi, pengalaman dan kehandalan. Namun, kesannya yang terjadi di PT BSP adalah darurat SDM Migas profesional. Padahal perusahaan harusnya merekrut SDM Migas profesional dalam menjalankan kegiatannya," tegas Aris. 

Menurutnya, pemegang saham harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk membenahi PT BSP. Pembiaran yang terjadi berisiko tinggi terhadap nasib perusahaan yang ujungnya akan merugikan daerah dan negara. 

"Sangat mendesak segera dilakukan evaluasi total terhadap manajemen PT BSP. Otoritas terkait juga harusnya bertindak," kata Aris. 

PT BSP merupakan BUMD dengan kepemilikan saham dari Pemerintah Provinsi Riau sebesar 18,07%, Pemerintah Kabupaten Siak 72,29%, Pemerintah Kabupaten Kampar 6,02%, Pemerintah Kabupaten Pelalawan 2,41% dan Pemerintah Kota Pekanbaru 1,21%.

Kementerian ESDM Belum Bersikap

Rentetan masalah operasional yang terus terjadi di PT Bumi Siak Pusako (BSP) telah menjadi ancaman serius terhadap pencapaian target lifting minyak nasional 2024. Kebocoran dan gagal salur minyak dari blok Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) akibat masalah sistemik operasional, dipicu terjadinya high pressure pada pipa salur (shipping line) sejak beberapa bulan lalu. 

Masalah krusial pada pipa salur dari GS Zamrud ke GS Minas sejak 2 Maret 2024 silam, hingga kini tak kunjung bisa dituntaskan. Ironisnya, saat ini penyaluran minyak melalui pipa menuju GS Minas tak bisa dilakukan. Manajemen PT BSP terpaksa mengantar minyak melalui truk tangki ke GS Minas, mirip seperti pengiriman minyak goreng. 

Beragam masalah yang menerpa PT BSP ini dipastikan berdampak pada penurunan pendapatan sekaligus kerugian secara signifikan. Keuangan PT BSP pada tahun 2024, dan bila keadaan tak tertangani dengan baik, masalah finansial akan terus menghantui perusahaan. Klaim laba sebesar lebih dari Rp 400 miliar tahun 2023 lalu, terancam anjlok secara tajam. 

"Menteri ESDM Bahlil Lahadalia harus segera turun mengecek apa yang sesungguhnya terjadi dalam pengelolaan PT BSP. Ini sebagai pembuktian keseriusan pemerintah untuk memastikan capaian realisasi lifting minyak nasional. Karena bagaimana pun, CPP Blok ini masih sangat potensial, namun justru masalah operasional terus terjadi di PT BSP," kata seorang praktisi migas yang tak ingin disebut namanya kepada SabangMerauke News, Minggu (27/10/2024) lalu. 

Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan audit kinerja dan audit operasional PT BSP. Sebab, pembiaran yang berlarut akan membuat nasib CPP Blok makin buruk. 

 

SKK Migas sendiri dalam suratnya tanggal 8 Maret 2024, telah menyatakan bahwa keadaan yang terjadi di CPP Blok saat ini mempengaruhi pencapaian produksi dan lifting minyak nasional. Namun, sikap SKK Migas dinilai masih terlalu lembek terhadap PT BSP. 

"SKK Migas harusnya tidak sebatas mengeluarkan surat teguran. Dalam situasi darurat saat ini, perlu intervensi yang lebih serius dari SKK Migas dan Kementerian ESDM," kata sumber tersebut. 

Narasumber praktisi migas tersebut menyatakan, keadaan yang terjadi di PT BSP tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Justru pembiaran berlarut yang dilakukan Kementerian ESDM dan SKK Migas akan memicu tanda tanya publik. 

"Karena potensi kerugian yang ditimbulkan bisa mencapai ratusan miliar sejak masalah ini terjadi pada Maret lalu. Kerugian ini pun memiliki potensi mengalami peningkatan. Bayangkan saja, produksi minyak Blok CPP itu berkisar 8 ribu barel per hari. Gagal salur terjadi selama hampir tiga bulan dan dilakukannya shut down sumur minyak. Itu artinya, ada potensi produksi minyak terhenti pada kisaran 800 ribu barel. Ini sangat signifikan terhadap lifting minyak nasional," katanya. 

Ia juga heran dengan sikap para pemegang saham PT BSP yang terkesan diam dan cuek terhadap kondisi yang terjadi. Seharusnya, pemegang saham secara khusus Pemkab Siak segera melakukan evaluasi terhadap pimpinan PT BSP dan meminta pertanggungjawaban korporasi. 

"Terus terang ini sangat aneh. Kok tidak ada orang-orang di Riau yang mengkritisi kinerja PT BSP. Pemda pemegang saham pun sepertinya tidak mau peduli dan mendiamkan kondisi ini terjadi. Pertanggungjawaban Direktur PT BSP Iskandar dan jajarannya harus segera dimintai," katanya. (R-03) 

Editor: Raya Desmawanto
Tags :AMRJPT Bumi Siak PusakoSKK MigasKorupsiKPKSabangMeraukeNews

BERITA TERKAIT :

  • Siap-siap, Besok Jalan Lintas Sumatera Simpang Rantau Bais di Rohil Ditutup 15 Menit

    Siap-siap, Besok Jalan Lintas Sumatera Simpang Rantau Bais di Rohil Ditutup 15 Menit

    Riau •
    12/03/2025 ❘ 14:20 WIB
  • BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau Hari Ini

    BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau Hari Ini

    Riau •
    12/03/2025 ❘ 13:32 WIB
  • 15 Sampel Makanan Takjil di Pasar Bawah Diuji, Ini Hasilnya  

    15 Sampel Makanan Takjil di Pasar Bawah Diuji, Ini Hasilnya  

    Riau •
    12/03/2025 ❘ 12:55 WIB
  • PN Bangkinang Lakukan Konstatering-Sita Eksekusi Kebun Sawit 377 Ha di Kampar, Harta Edi Kurniawan Terancam Dilelang untuk Biaya Eksekusi & Pemulihan

    PN Bangkinang Lakukan Konstatering-Sita Eksekusi Kebun Sawit 377 Ha di Kampar, Harta Edi Kurniawan Terancam Dilelang untuk Biaya Eksekusi & Pemulihan

    Hukrim •
    12/03/2025 ❘ 12:03 WIB
  • Kasus Korupsi Minyak, Kejagung Periksa GM Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai Iwan Kurniawan

    Kasus Korupsi Minyak, Kejagung Periksa GM Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai Iwan Kurniawan

    Hukrim •
    12/03/2025 ❘ 11:34 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    10/06/2026  ❘  16:53 WIB
  • Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    03/06/2026  ❘  10:05 WIB
  • Kejari Kepulauan Meranti Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT Bumi Meranti, Kerugian Negara Masih Dihitung 

    Kejari Kepulauan Meranti Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT Bumi Meranti, Kerugian Negara Masih Dihitung 

    29/05/2026  ❘  19:14 WIB
  • Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    03/06/2026  ❘  17:47 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan