SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Tanggul Jebol Lagi, Air Bah Sapu Pemukiman di Pinggir Danau Maninjau

      Tanggul Jebol Lagi, Air Bah Sapu Pemukiman di Pinggir Danau Maninjau

      19/07/2026  ❘  08:57 WIB
    • Gempa Empat Kali Guncang Bukittinggi dalam Waktu Kurang dari Enam Jam

      Gempa Empat Kali Guncang Bukittinggi dalam Waktu Kurang dari Enam Jam

      18/07/2026  ❘  19:39 WIB
    • TNI AL Gagalkan Penyeludupan Narkoba Lewat Jalur Laut Batam

      TNI AL Gagalkan Penyeludupan Narkoba Lewat Jalur Laut Batam

      18/07/2026  ❘  17:28 WIB
    • Pengaruh Narkoba Picu Aksi Keji Anak Bakar Ayah di Medan

      Pengaruh Narkoba Picu Aksi Keji Anak Bakar Ayah di Medan

      18/07/2026  ❘  17:13 WIB
  • Nasional
    • Terungkap! Ini 5 Kereta Api dengan Rute Terpanjang di Indonesia, Nomor 1 Tempuh 1.030 Km

      Terungkap! Ini 5 Kereta Api dengan Rute Terpanjang di Indonesia, Nomor 1 Tempuh 1.030 Km

      19/07/2026  ❘  12:38 WIB
    • MPR RI Gelar Sarasehan Nasional Obligasi Daerah di Pekanbaru

      MPR RI Gelar Sarasehan Nasional Obligasi Daerah di Pekanbaru

      19/07/2026  ❘  11:16 WIB
    • Harga Batu Bara Melejit, China Borong Pasokan Global, Target US$137 Semakin Dekat

      Harga Batu Bara Melejit, China Borong Pasokan Global, Target US$137 Semakin Dekat

      19/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Komisi III DPR Tegaskan Penetapan Tersangka Jaksa Tidak Memerlukan Izin Presiden

      Komisi III DPR Tegaskan Penetapan Tersangka Jaksa Tidak Memerlukan Izin Presiden

      19/07/2026  ❘  10:20 WIB
  • Ekonomi
    • Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 Juli 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap 24 Karat hingga 6 Karat

      Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 Juli 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap 24 Karat hingga 6 Karat

      19/07/2026  ❘  13:56 WIB
    • Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 Juli 2026, Galeri 24 dan UBS Masih Bertahan

      Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 Juli 2026, Galeri 24 dan UBS Masih Bertahan

      19/07/2026  ❘  09:34 WIB
    • Perak Antam Menguat Lagi! Harga Hari Ini Tembus Rp37.900 per Gram

      Perak Antam Menguat Lagi! Harga Hari Ini Tembus Rp37.900 per Gram

      18/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Update Harga Emas Perhiasan 18 Juli 2026, Emas 24 Karat Masih Bertahan, Simak Rinciannya

      Update Harga Emas Perhiasan 18 Juli 2026, Emas 24 Karat Masih Bertahan, Simak Rinciannya

      18/07/2026  ❘  13:08 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Aksi Penipuan Situs Pendaftaran Sumsel Bhayangkara Run 2026 Terbongkar! Dua Pelaku Dibekuk di Pekanbaru

      Aksi Penipuan Situs Pendaftaran Sumsel Bhayangkara Run 2026 Terbongkar! Dua Pelaku Dibekuk di Pekanbaru

      19/07/2026  ❘  09:47 WIB
    • CCTV Bongkar Kericuhan DPRD Riau, Polda Mulai Petakan Calon Tersangka

      CCTV Bongkar Kericuhan DPRD Riau, Polda Mulai Petakan Calon Tersangka

      19/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Pria di Teluk Meranti Terbongkar Cabuli Bocah Usai Kirim Foto Cabul

      Pria di Teluk Meranti Terbongkar Cabuli Bocah Usai Kirim Foto Cabul

      19/07/2026  ❘  07:49 WIB
    • Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Mandau, Satu Pemasok Masih Kabur

      Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Mandau, Satu Pemasok Masih Kabur

      18/07/2026  ❘  20:38 WIB
  • Umum
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
    • Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      18/07/2026  ❘  09:55 WIB
  • Riau
    • Korban Diterkam Buaya di Dumai Ditemukan Meninggal Dunia

      Korban Diterkam Buaya di Dumai Ditemukan Meninggal Dunia

      19/07/2026  ❘  13:45 WIB
    • Nekat Menyeberang Sungai, Pria 21 Tahun di Dumai Diterkam Buaya dan Hilang

      Nekat Menyeberang Sungai, Pria 21 Tahun di Dumai Diterkam Buaya dan Hilang

      19/07/2026  ❘  12:23 WIB
    • Riau Bhayangkara Run 2026 Diikuti Puluhan Ribu Peserta dari Berbagai Daerah dan Mancanegara 

      Riau Bhayangkara Run 2026 Diikuti Puluhan Ribu Peserta dari Berbagai Daerah dan Mancanegara 

      19/07/2026  ❘  11:05 WIB
    • Wali Kota Pekanbaru Murka! Satpol PP Diminta Segera Tertibkan Warung Remang-remang di Air Hitam

      Wali Kota Pekanbaru Murka! Satpol PP Diminta Segera Tertibkan Warung Remang-remang di Air Hitam

      19/07/2026  ❘  08:29 WIB
  • Sport
    • Final Terpanas! Pertahanan Sempurna Spanyol Lawan Mental Baja Argentina

      Final Terpanas! Pertahanan Sempurna Spanyol Lawan Mental Baja Argentina

      19/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Daftar Lengkap Besaran Hadiah Piala Dunia 2026, Lolos 32 Besar Terima Rp 197 Miliar

      Daftar Lengkap Besaran Hadiah Piala Dunia 2026, Lolos 32 Besar Terima Rp 197 Miliar

      19/07/2026  ❘  07:07 WIB
    • Inggris Menggila! Hancurkan Prancis 6-4, Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia

      Inggris Menggila! Hancurkan Prancis 6-4, Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia

      19/07/2026  ❘  06:16 WIB
    • Jadwal Semifinal Japan Open 2026: Putri KW dan Fajar/Fikri Buru Tiket Final

      Jadwal Semifinal Japan Open 2026: Putri KW dan Fajar/Fikri Buru Tiket Final

      18/07/2026  ❘  10:21 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Dua Tentara AS Tewas! Sasaran Serangan Melebar ke Infrastruktur Sipil Iran

      Dua Tentara AS Tewas! Sasaran Serangan Melebar ke Infrastruktur Sipil Iran

      19/07/2026  ❘  10:44 WIB
    • Migingo, Pulau Paling Padat di Dunia yang Diperebutkan Dua Negara karena Ikan Bernilai Fantastis

      Migingo, Pulau Paling Padat di Dunia yang Diperebutkan Dua Negara karena Ikan Bernilai Fantastis

      18/07/2026  ❘  10:43 WIB
    • AS dan Iran Sama-sama Tertekan, Gencatan Senjata Kini Jadi Kebutuhan Mendesak?

      AS dan Iran Sama-sama Tertekan, Gencatan Senjata Kini Jadi Kebutuhan Mendesak?

      17/07/2026  ❘  20:49 WIB
    • Malaysia Bertindak Keras, Anwar Ibrahim Perintahkan Deportasi Seluruh Warga Israel

      Malaysia Bertindak Keras, Anwar Ibrahim Perintahkan Deportasi Seluruh Warga Israel

      17/07/2026  ❘  17:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Gambut dan Abrasi di Kepulauan Meranti: Keindahan yang Rapuh

07/01/2025  ❘  19:31 WIB • Opini
Bagikan :
Gambut dan Abrasi di Kepulauan Meranti: Keindahan yang Rapuh

Hamparan lahan gambut. Foto: Istimewa

Penulis: Ilham Muhammad Yasir*

"Hamparan gambutnya menyerupai permaidani hijau yang tak hanya memikat mata, tetapi juga menyimpan kehidupan didalamnya. Namun, di sisi lain, pesisir pantainya perlahan terkikis, menghadirkan drama alam yang menyayat hati --abrasi yang tiada hentinya menggempur garis pantai"


KEPULAUAN Meranti adalah perwujudan sempurna dari kekayaan alam yang juga menyimpan kerapuhannya sendiri. Sebuah seruan diam, menantang kita untuk bertindak demi kelestarian lingkungan, dan menjaga amanah warisan untuk generasi mendatang. Di antara riak ombak yang bersahutan dan daratan yang menghampar hijau, Kepulauan Meranti muncul sebagai sebuah paradoks alam yang menakjubkan. Gugusan empat pulau utamanya --Pulau Tebing Tinggi, Pulau Rangsang, Pulau Padang dan Pulau Merbau--menyimpan kekayaan alam yang besar, namun rapuh di tengah bayang-bayang ancaman lingkungan yang nyata. 

Dengan luas wilayah sekitar 3.707,84 km² dan jumlah penduduk yang telah melampaui 217.607 jiwa (BPS, 2024), Kepulauan Meranti bukan sekadar bentang geografis di peta, melainkan narasi kehidupan yang berdenyut di antara peluang dan tantangan besar. Keindahannya memukau, potensinya menggiurkan, namun terancam dari sisi lingkungannya.

Pulau Tebing Tinggi (Kota Selatpanjang), dengan 66.385 jiwa dan luas 81,00 km², menjadi pusat pemerintahan dan pusat konsentrasi penduduk terbesar atau seperempat dari jumlah penduduk Meranti. Kota Selatpanjang yang terletak di pulau ini berfungsi sebagai pusat aktifitas ekonomi dan sosial. Di sisi lain, Pulau Rangsang, yang luasnya mencapai 652,72 km², terkenal sebagai wilayah yang paling terdampak abrasi, terutama di bagian utara. Sementara itu, Pulau Padang dan Pulau Merbau, yang lebih kecil masing-masing dengan luas 477,8 km² dan 717 km², tetap menyimpan hutan gambut yang luas, meski ancaman degradasi juga terus meningkat di sana.

Gambut yang Rapuh

Fakta tanah gambut, menurut laporan Wetlands International and  FAO (Food and Agriculture Organization) tahun 2020, hanya mencakupi 3-4 persen dari luas seluruh wilayah daratan di bumi ini. Salah satu ekosistem yang kecil secara geografis, namun memiliki peran yang sangat besar bagi  lingkungan global.

Tanah gambut menyimpan 25 - 30 persen dari tanah karbon global. Ini setara dengan dua kali lipat jumlah karbon yang tersimpan di semua hutan di dunia, menjadikan gambut sebagai ekosistem penting dalam mitigasi perubahan iklim. Dalam satu hektare lahan gambut dapat menyimpan hingga 1.500 ton karbon. 

Sementara itu menurut Intergovernmental Panel on Climate ChangeI (IPCC) tahun 2019, penyimpanan karbon ini berasal dari bahan organik yang terakumulasi selama ribuan tahun dalam kondisi anaerob (minim oksigen). Karena itu, tanah gambut menjadi salah satu penyerap karbon alami yang paling efektif di bumi.

Ketika gambut dirusak, karbon yang tersimpan dapat terlepas ke atmosfer dalam bentuk gas rumah kaca, seperti karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4). Dampak kerusakan, satu hektare lahan gambut yang dikeringkan atau dibakar dapat melepaskan hingga 100 ton karbon per tahun, yang memperburuk krisis iklim global.

Dengan lebih dari 80 persen wilayahnya adalah lahan gambut, Kepulauan Meranti sebenarnya menjadi salah satu di antara penyumbang karbon yang harus diperhatikan. Apalagi saat ini, gambut menjadi salah satu ekosistem yang paling terancam.

Aktifitas manusia, seperti alih fungsi lahan dan pembukaan gambut untuk pertanian, telah mempercepat degradasi. Drainase yang tidak terkendali membuat gambut kehilangan kemampuan alaminya untuk menyerap air, sehingga memicu penurunan permukaan tanah (subsiden).

Ancaman itu semakin diperburuk oleh kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim global. Abrasi menjadi momok besar, terutama di sepanjang pesisir Pulau Rangsang kurang lebih 73,47 km² dan Pulau Merbau, di mana garis pantai tergerus masuk ke dalam sejauh 20 hingga 25 meter setiap tahunnya. Tanpa intervensi nyata, gambut dan pesisir Meranti bisa menjadi saksi sunyi tenggelamnya tanah yang telah lama menjadi tempat hidup masyarakat setempat.

Aksesibilitas Terbatas

Salah satu tantangan besar di Kepulauan Meranti adalah infrastruktur darat yang belum memadai. Jalan-jalan antarpulau masih terbatas, sehingga distribusi barang dan mobilitas masyarakat menjadi sulit. Namun, posisi geografis Meranti yang strategis di perairan Selat Malaka memberikan keuntungan besar.

Jalur laut memungkinkan konektifitas antarpulau, mengurangi keterisoliran wilayah, dan membuka akses perdagangan dengan wilayah lain, termasuk Siak, Bengkalis, Dumai, Tembilahan, Tanjungbalai, dan Batam, dan bahkan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Meski infrastruktur darat menjadi hambatan, perairan Selat Malaka menjadikan Meranti bagian dari jalur perdagangan internasional yang sibuk. Potensi ini, jika dikelola dengan baik, bisa menjadi kunci untuk membuka peluang ekonomi baru di masa depan.

Tanggung Jawab Global

Namun, permasalahan Meranti bukan hanya masalah lokal atau nasional. Dunia internasional atau masyarakat global harusnya memiliki kepentingan besar terhadap ekosistem di Kepulauan Meranti.

Lahan gambut di sini tidak hanya semata-mata dari sisi hak milik atas tanah, melainkan harus dimaknai lebih luas sebagai benteng dalam mitigasi perubahan iklim global. Jika gambut ini rusak, karbon yang dilepaskan ke atmosfer akan memperburuk krisis iklim dunia.

 

Selain itu, hutan mangrove di pesisir Kepulauan Meranti adalah benteng alami dari abrasi dan habitat penting bagi keanekaragaman hayati. Degradasi mangrove tidak hanya berdampak pada lingkungan lokal, tetapi juga pada stabilitas ekosistem global. Dunia internasional harus memandang Meranti sebagai bagian penting dari upaya kolektif untuk menjaga planet yang kita tempati ini.

Melalui program-program global (internasional) yang memungkinkan dan relevan, seharusnya dapat diperoleh oleh Kepulauan Meranti. Seperti misalnya, Pertama, program Green Climate Fund (GCF), sebuah pendanaan untuk menghadapi perubahan iklim melalui proyek mitigasi dan adaptasi. Meranti dapat memanfaatkan GCF untuk rehabilitasi gambut, restorasi mangrove, dan pelatihan masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya berkelanjutan.

Kedua, program Global Environment Facility (GEF), model pendanaan untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan mitigasi perubahan iklim. Untuk Meranti, GEF dapat mendukung konservasi mangrove, pengelolaan limbah, dan pengembangan teknologi hijau di sektor perikanan. 

Ketiga, program Adaptation Fund (AF), model pendanaan proyek yang meningkatkan ketahanan wilayah rentan terhadap perubahan iklim. Meranti dapat mengajukan pendanaan untuk infrastruktur hijau seperti tanggul berbasis mangrove untuk melindungi pantai dari abrasi.

Keempat, REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation), program ini memberikan insentif untuk melindungi hutan dan mengurangi emisi gas rumah kaca. REDD+ dapat digunakan Meranti untuk melestarikan hutan gambut dan mangrove, sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. 

Kelima, International Climate Initiative (IKI), model proyek pendanaan dari pemerintah Jerman untuk mendukung proyek mitigasi perubahan iklim, seperti pengelolaan air di lahan gambut. Meranti dapat memanfaatkan IKI untuk konservasi gambut dan transfer teknologi ramah lingkungan.

Kolaborasi

Untuk mendapatkan pendanaan dan menjalankan proyek-proyek perubahan iklim di Kepulauan Meranti, langkah kolaboratif menjadi kunci utama. Niat yang kuat dan komitmen bersama dari berbagai pemangku kepentingan ---baik pemerintah daerah, masyarakat lokal, akademisi, hingga mitra internasional--- sangat diperlukan untuk menyusun dan melaksanakan rencana yang berdampak nyata.

Kolaborasi dimulai dengan melibatkan masyarakat lokal, seperti petani sagu, petani di lahan gambut, rawa, nelayan, usaha mikro (UMKM) dalam proses perencanaan proyek agar program yang ditawarkan sesuai dengan keperluan nyata di lapangan. Pemerintah daerah perlu bekerja sama dan meminta dijembatani oleh lembaga nasional, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan (KLH) atau Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), untuk menyusun proposal yang memenuhi standar internasional.

Selain itu, penting untuk membangun jaringan dengan mitra global, seperti Green Climate Fund (GCF), Adaptation Fund (AF), atau Global Environment Facility (GEF) tersebut, pemerintah daerah harus menjadi leading sector dengan melibatkan peran serta kelompok dan lembaga swadaya masyarakat. Proyek seperti rehabilitasi gambut, restorasi mangrove, dan pengelolaan limbah memerlukan pendekatan yang tidak hanya berbasis ilmiah, tetapi juga inklusif terhadap komunitas lokal. Niat bersama juga harus diwujudkan dalam bentuk keterbukaan informasi dan transparansi pengelolaan dana. 

Dengan demikian, masyarakat lokal dapat merasa menjadi bagian dari perubahan, sementara para donor internasional dapat percaya bahwa dana yang mereka berikan benar-benar digunakan untuk tujuan yang jelas dan berkelanjutan.

Tinggalkan praktek korup, dan praktik suap-menyuap dan yang tak terpuji lainnya dalam pengelolaan anggaran publik. Tanpa kolaborasi dan niat yang tulus dari semua pihak, potensi besar Kepulauan Meranti hanya akan tetap menjadi peluang yang tidak tergarap. Oleh karena itu, inisiatif kolektif ini menjadi langkah pertama untuk mengubah tantangan menjadi keberhasilan yang nyata.

Masa Depan

Masa depan Kepulauan Meranti bukan hanya milik masyarakat lokal, tetapi juga menjadi tanggung jawab global. Solidaritas global, yang diwujudkan melalui pendanaan, teknologi, dan pendidikan, adalah kunci untuk menghadapi tantangan lingkungan yang ada. Namun, Meranti juga membutuhkan kepemimpinan yang bersih dan visioner untuk mengelola potensi besar ini.

 

Pemimpin yang bebas dari konflik kepentingan dan berkomitmen pada keberlanjutan adalah harapan baru bagi masyarakat Meranti. Masa depan Meranti tidak hanya tentang menyelamatkan gambut atau mangrove, tetapi juga tentang membangun kebanggaan dan harapan bagi generasi mendatang.

Dengan kekayaan lingkungan ini, Kepulauan Meranti memiliki peluang besar untuk menjadi contoh daerah yang berhasil memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Namun, keberhasilan ini sangat bergantung pada pengelolaan yang baik, pelestarian ekosistem, serta keterlibatan semua pihak dalam melindungi lingkungan. Seperti pepatah Melayu yang mengingatkan kita: “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”.

Dengan gotong-royong dan solidaritas, baik lokal maupun global, Kepulauan Meranti tidak hanya akan bertahan, tetapi juga berkembang menjadi inspirasi bagi warisan generasi mendatang.Semoga. (R-01) 

*Penulis merupakan jurnalis tinggal di Pekanbaru dan berasal dari Kepulauan Meranti.

Editor: Raya Desmawanto
Tags :GambutIlham Muhammad YasirSabangMeraukeNews

BERITA TERKAIT :

  • DLHK Jelaskan Permasalahan Sampah Menumpuk di Pekanbaru

    DLHK Jelaskan Permasalahan Sampah Menumpuk di Pekanbaru

    Riau •
    07/01/2025 ❘ 18:42 WIB
  • Awasi! Inilah Besaran Dana Desa yang Diterima 159 Desa se Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2025, Total Rp 152 Miliar

    Awasi! Inilah Besaran Dana Desa yang Diterima 159 Desa se Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2025, Total Rp 152 Miliar

    Daerah •
    07/01/2025 ❘ 15:34 WIB
  • Kontroversi Pemecatan STY, Erick Thohir Pernah Salah Pilih Pelatih Belanda di Inter Milan

    Kontroversi Pemecatan STY, Erick Thohir Pernah Salah Pilih Pelatih Belanda di Inter Milan

    Sport •
    07/01/2025 ❘ 14:49 WIB
  • Angka Pernikahan dan Perceraian di Kepulauan Meranti Hanya Terpaut 20 Persen

    Angka Pernikahan dan Perceraian di Kepulauan Meranti Hanya Terpaut 20 Persen

    Riau •
    07/01/2025 ❘ 14:11 WIB
  • Korban Penusukan di Jalan Hang Tuah Berhasil Ditemukan, Ternyata Mantan Honorer DLHK Pekanbaru

    Korban Penusukan di Jalan Hang Tuah Berhasil Ditemukan, Ternyata Mantan Honorer DLHK Pekanbaru

    Hukrim •
    07/01/2025 ❘ 13:15 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
  • Polisi Sita Brangkas dari Cafe de

    Polisi Sita Brangkas dari Cafe de'Clan Signature, Tentara Bersenjata Kawal Rumah Jampidsus

    08/07/2026  ❘  19:56 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan