SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • 5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      03/06/2026  ❘  09:33 WIB
    • Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      02/06/2026  ❘  20:47 WIB
    • Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      02/06/2026  ❘  15:59 WIB
    • Jeritan Histeris Pedagang Subuh-Subuh, Pasar Ampalu Ludes Terbakar Sampai Jadi Arang!

      Jeritan Histeris Pedagang Subuh-Subuh, Pasar Ampalu Ludes Terbakar Sampai Jadi Arang!

      02/06/2026  ❘  12:11 WIB
  • Nasional
    • Penrad Siagian Tegaskan UU ASN Diskriminatif: Sistem Merit Hanya Omong Kosong!

      Penrad Siagian Tegaskan UU ASN Diskriminatif: Sistem Merit Hanya Omong Kosong!

      03/06/2026  ❘  23:50 WIB
    • OTT Kepala Kantor Imigrasi, KPK Serukan Wakil Menteri Silmy Serahkan Diri

      OTT Kepala Kantor Imigrasi, KPK Serukan Wakil Menteri Silmy Serahkan Diri

      03/06/2026  ❘  21:32 WIB
    • Yayasan Riau Madani Desak Kemenhut Kembalikan Dana Reboisasi untuk Pemulihan HPT Kaiti Kubu Pauh: Ke Mana Uang Dana Reboisasi yang Dipungut? 

      Yayasan Riau Madani Desak Kemenhut Kembalikan Dana Reboisasi untuk Pemulihan HPT Kaiti Kubu Pauh: Ke Mana Uang Dana Reboisasi yang Dipungut? 

      03/06/2026  ❘  12:22 WIB
    • Kejagung Geledah Ruang Pimpinan BGN, Berselang Sehari Usai Kepala BGN Dadan Hindayana Dicopot

      Kejagung Geledah Ruang Pimpinan BGN, Berselang Sehari Usai Kepala BGN Dadan Hindayana Dicopot

      03/06/2026  ❘  11:34 WIB
  • Ekonomi
    • Perluas Pasar Komoditas Unggulan, Pemkab Kepulauan Meranti Jajaki Kerja Sama Ekspor-Impor dan Gandeng Investor Malaysia

      Perluas Pasar Komoditas Unggulan, Pemkab Kepulauan Meranti Jajaki Kerja Sama Ekspor-Impor dan Gandeng Investor Malaysia

      03/06/2026  ❘  21:39 WIB
    • Alarm Bahaya Ekonomi! Rupiah Dekati Rp18.000 Saat Minyak Dunia Meledak

      Alarm Bahaya Ekonomi! Rupiah Dekati Rp18.000 Saat Minyak Dunia Meledak

      03/06/2026  ❘  18:54 WIB
    • Darurat! IHSG Hancur Lebur, Rp5.862 Triliun Lenyap Sehari

      Darurat! IHSG Hancur Lebur, Rp5.862 Triliun Lenyap Sehari

      03/06/2026  ❘  18:45 WIB
    • Gandeng BRK Syariah dan Cegah Kebocoran PAD, Pemkab Kepulauan Meranti Digitalisasi Pembayaran Retribusi Melalui QRIS

      Gandeng BRK Syariah dan Cegah Kebocoran PAD, Pemkab Kepulauan Meranti Digitalisasi Pembayaran Retribusi Melalui QRIS

      03/06/2026  ❘  16:14 WIB
  • Politik
    • Plt Gubernur Riau: "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau: "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      02/06/2026  ❘  16:30 WIB
    • Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      02/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      01/06/2026  ❘  14:14 WIB
  • Hukrim
    • Modus Korupsi Eks Kepala BGN Dadan Dkk: Kondisikan Yayasan Tertentu Dapat Dapur MBG, Terima Insentif Miliaran Rupiah Tiap Hari

      Modus Korupsi Eks Kepala BGN Dadan Dkk: Kondisikan Yayasan Tertentu Dapat Dapur MBG, Terima Insentif Miliaran Rupiah Tiap Hari

      03/06/2026  ❘  22:14 WIB
    • Bendahara PAN Pelalawan Jadi Tersangka Narkoba, Kejari Pekanbaru Mulai Bergerak

      Bendahara PAN Pelalawan Jadi Tersangka Narkoba, Kejari Pekanbaru Mulai Bergerak

      03/06/2026  ❘  19:30 WIB
    • Geger! KPK Buru Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Buntut OTT Imigrasi Jakarta Barat

      Geger! KPK Buru Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Buntut OTT Imigrasi Jakarta Barat

      03/06/2026  ❘  19:15 WIB
    • Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

      Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

      03/06/2026  ❘  17:47 WIB
  • Umum
    • Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      02/06/2026  ❘  21:21 WIB
    • Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      01/06/2026  ❘  13:15 WIB
    • Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      31/05/2026  ❘  19:47 WIB
    • Jangan Keliru! Nyeri Sendi Belum Tentu Asam Urat, Bisa Jadi Rematik yang Lebih Berbahaya

      Jangan Keliru! Nyeri Sendi Belum Tentu Asam Urat, Bisa Jadi Rematik yang Lebih Berbahaya

      30/05/2026  ❘  20:01 WIB
  • Riau
    • Kabar Duka dari Makkah: Jemaah Haji Asal Desa Pulau Payung Kampar Meninggal Dunia

      Kabar Duka dari Makkah: Jemaah Haji Asal Desa Pulau Payung Kampar Meninggal Dunia

      03/06/2026  ❘  23:16 WIB
    • Menjemput Mimpi yang Nyaris Padam, Perjuangan Menyelamatkan Pendidikan Anak-anak Suku KAT di Pelosok Kepulauan Meranti

      Menjemput Mimpi yang Nyaris Padam, Perjuangan Menyelamatkan Pendidikan Anak-anak Suku KAT di Pelosok Kepulauan Meranti

      03/06/2026  ❘  20:23 WIB
    • Duiker Alahair Diprotes Warga karena Tanjakan Curam dan Rawan Kecelakaan, Dinas PUPR Jelaskan Alasan Desain dan Rencana Perbaikan

      Duiker Alahair Diprotes Warga karena Tanjakan Curam dan Rawan Kecelakaan, Dinas PUPR Jelaskan Alasan Desain dan Rencana Perbaikan

      03/06/2026  ❘  19:43 WIB
    • Menanti Sentuhan Pembangunan di Beranda Negeri, Warga Sungai Gayung Kiri Harapkan Swakelola Kembali Hadir

      Menanti Sentuhan Pembangunan di Beranda Negeri, Warga Sungai Gayung Kiri Harapkan Swakelola Kembali Hadir

      03/06/2026  ❘  19:26 WIB
  • Sport
    • Gila! Wonder Kid MU Dicoret Dari Timnas Paraguay di Detik-Detik Akhir

      Gila! Wonder Kid MU Dicoret Dari Timnas Paraguay di Detik-Detik Akhir

      03/06/2026  ❘  09:00 WIB
    • Sudah Enam Kali Gagal, Iran Kini Siap Menulis Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

      Sudah Enam Kali Gagal, Iran Kini Siap Menulis Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

      03/06/2026  ❘  08:40 WIB
    • Kroasia Dibuat Mati Gaya! Lukaku Datang, Belgia Langsung Menghukum di Menit Terakhir

      Kroasia Dibuat Mati Gaya! Lukaku Datang, Belgia Langsung Menghukum di Menit Terakhir

      03/06/2026  ❘  08:30 WIB
    • Kemenangan Ghana Hilang Dalam Sekejap, Sundulan Telat Koumas Jadi Petaka

      Kemenangan Ghana Hilang Dalam Sekejap, Sundulan Telat Koumas Jadi Petaka

      03/06/2026  ❘  08:23 WIB
  • Opini
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
    • Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      25/05/2026  ❘  12:37 WIB
  • Internasional
    • PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      01/06/2026  ❘  20:14 WIB
    • Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      31/05/2026  ❘  20:41 WIB
    • Dunia Hormati Pengorbanan Prajurit Indonesia, PBB Beri Penghargaan Tertinggi untuk Dua Penjaga Perdamaian

      Dunia Hormati Pengorbanan Prajurit Indonesia, PBB Beri Penghargaan Tertinggi untuk Dua Penjaga Perdamaian

      30/05/2026  ❘  09:32 WIB
    • Generasi Muda Eropa Terancam? Boomers Kuasai Kekayaan, Anak Muda Sulit Punya Rumah dan Masa Depan

      Generasi Muda Eropa Terancam? Boomers Kuasai Kekayaan, Anak Muda Sulit Punya Rumah dan Masa Depan

      29/05/2026  ❘  19:48 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Tolak Misi Kristenisasi Tanah Batak oleh Belanda, Alasan Ini Membuat Sisingamangaraja XII Melawan Hingga Tetes Darah Terakhir

Redaksi 14/11/2022  ❘  08:13 WIB • Daerah
Bagikan :
Tolak Misi Kristenisasi Tanah Batak oleh Belanda, Alasan Ini Membuat Sisingamangaraja XII Melawan Hingga Tetes Darah Terakhir

Lukisan wajah Sisingamangaraja XII, pahlawan kemerdekaan dari Tanah Batak. Foto: Net

SABANGMERAUKE NEWS - Dominasi penganut agama Kristen di Tanah Batak, secara khusus kawasan Danau Toba di Sumatera Utara saat ini tak lepas dari peran penjajahan Belanda. Misi Belanda datang ke Tanah Batak selain untuk menaklukan wilayah, juga berkaitan dengan upaya melakukan penyebaran agama Kristen.

Misi 'suci' yang dikenal dengan sebutan Gospel tersebut diduga juga berkaitan dengan strategi perang Belanda yang tak menginginkan bersatunya kekuatan pasukan Islam dari Tanah Minang (Sumatera Barat) hingga ke Tanah Aceh.

Belanda memiliki kepentingan untuk membatasi gerak pasukan Paderi dalam invasi ke Tanah Batak. Tentu saja, jika kekuatan pasukan Islam Minangkabau bisa bersatu dengan pasukan Aceh, Belanda akan kelabakan menghadapinya.

Sisingamangaraja XII yang bernama lengkap Patuan Bosar Ompu Pulo Batu Sinambela merupakan tokoh paling keras yang melawan kedatangan Belanda. Ia melawan keras datangnya Belanda yang turut membawa misionaris dalam program kristenisasi Tanah Batak. 

Sisingamangaraja XII lahir pada 18 Februari 1845 dan tutup usia pada 17 Juni 1907 sebagai akhir dari sejarah Perang Batak melawan Belanda.

Program Kristenisasi yang digencarkan Belanda tersebut menjadi salah satu pemicu meletusnya Perang Batak selama 29 tahun, yakni sejak 1878-1907. Sebelumnya, upaya misionaris sudah mulai dilakukan sejak kedatangan pertama kali kali misionaris menginjak tanah Batak pada sekitar tahun 1825-an.

Apa alasan Sisingamangaraja XII menentang program Kristenisasi Tanah Batak oleh Belanda?

Sisingamangaraja XII adalah "raja" terakhir di tanah Batak yang memimpin Perang Batak atau Perang Sisingamangaraja.

 

Sisingamangaraja XII tidak hanya dipandang sebagai pemimpin politik, tetapi juga sebagai seorang "raja" yang bersifat ilahi, yang memiliki kekuatan karismatik yang dapat memberi keselamatan, perlindungan, dan kesejahteraan.

Sisingamangaraja menganut kepercayaan tradisional yang belakangan dikenal dengan sebutan parmalim. Dengan adanya kepercayaan terhadap pemimpin seperti itu, masyarakat Batak yang terdiri atas banyak marga dapat disatukan dalam satu ikatan negeri.

Kala itu, struktur masyarakat di Tanah Batak didasarkan pada bentuk kesatuan ikatan-ikatan kampung atau huta. Tiap kesatuan huta, yang diperintah oleh raja huta, didiami oleh satu marga. Selain itu, terdapat horja (gabungan beberapa huta), yang di atasnya terdapat bius (gabungan beberapa horja).

Dari beberapa bius, terbentuk kesatuan wilayah yang lebih luas, yakni kesatuan negeri yang dipimpin oleh Sisingamangaraja.

Sebagai masyarakat yang masih hidup dalam alam tradisional, kehendak untuk mempertahankan tradisi-tradisi yang berlaku pada lingkungan hidupnya sangat besar.

Sebaliknya, kecenderungan untuk menolak pengaruh dari luar yang dianggap dapat mengganggu tradisi itu menjadi besar pula.

Sisingamangaraja XII melihat kekuasaan Belanda semakin meluas, bahkan pengaruhnya telah sampai di Tanah Batak. Ia pun mulai melakukan penyerangan ke markas-markas tentara Belanda. Maka dimulailah tragedi Perang Batak sejak 1978.

Tuntutan Perang Batak cukup jelas, yakni mengusir orang Belanda dari tanah Batak dan menolak gerakan Kristenisasi.

 

Alasan Sisingamangaraja XII menentang Kristenisasi yang dilakukan Belanda adalah adanya kekhawatiran perkembangan agama Kristen akan menghilangkan tatanan tradisional masyarakat Batak, khususnya dalam hal kepercayaan dan bentuk kesatuan negeri yang telah ada sejak zaman dulu.

Selain itu, Sisingamangaraja XII beranggapan bahwa Kristenisasi merupakan alat pemerintah kolonial Belanda untuk menganeksasi wilayahnya.

Kekhawatiran Sisingamangaraja XII sangat beralasan. Berdasarkan laporan resmi lembaga penginjilan Jerman Rheinische Missions-Gessellschaft (RMG) yang bergerak di Sumatera dalam majalah BRMG tahun 1869 dan 1871, para misionaris memang mendukung aneksasi tanah Batak.

Bagi pemerintah kolonial, Kristenisasi memiliki fungsi yang cukup strategis. Dengan berpindah agama menjadi Kristen, orang Batak tidak akan menimbulkan masalah bagi Belanda.

Pada 1877, Sisingamangaraja XII bekerja sama dengan Aceh untuk mengusir para misionaris yang dianggap sebagai pelopor kekuasaan Belanda.

Kemudian, pada Januari 1878, para misionaris diperintahkan untuk segera meninggalkan wilayah Sisingamangaraja XII.

Karena peristiwa ini, para misionaris meminta bantuan tentara Belanda, yang memicu Perang Batak.

Dalam laporan resmi lembaga penginjilan Jerman Jahresberichte der Rheinischen Missions-Gessellschaft, para misionaris bukan hanya berperan mendampingi tentara kolonial, tetapi juga berupaya melemahkan semangat perjuangan rakyat Batak sekaligus memuluskan upaya penjajahan Belanda di wilayah ini.

Tewas di Aek Sibulbulon

Mengutip situs Indonesiana di alamat indonesiana.id, sebelum tewas, pasukan Belanda, Kolonel Macan atau Brigade Setan lebih dulu mengepung Sisingamangaraja XII beserta keluarga dan pengikutnya. Karena suasana tidak kondusif, kaum wanita dan anak-anak diungsikan secara berkelompok-kelompok, walau tetap saja mereka tertangkap oleh Belanda.

Meski tidak menyerah dan melakukan perlawanan terhadap pasukan Belanda, pada 17 Juni 1907, di pinggir bukit Aek Sibulbulon, Desa Si Onom Hudon, Perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Dairi (sekarang), Sisingamangaraja XII pada akhirnya meregang nyawa, usai mendapat tembakan peluru tajam Belanda.

 

Sisingamangaraja XII tewas bersama tiga anaknya, Patuan Nagari, Patuan Anggi, dan Lopian. Diikuti kematian-kematian pengikut, dan beberapa panglima asal Aceh yang turut serta melawan Belanda kala itu.

Sementara pengikut-pengikut yang selamat berpencar dan tetap berusaha mengadakan perlawanan, keluarga Sisingamangaraja XII yang tersisa terpaksa menerima cercaan dan hinaan dari lingkungan sekitar, sebelum akhirnya mereka ditawan di Internering Pearaja, Tarutung.

Kala itu, jenazah Singamangaraja XII, Patuan Nagari dan Patuan Anggi dibawa dan dikuburkan Belanda di tangsi Tarutung. Kemudian pada 1953, jenazah ketiganya dipindah kuburkan ke Makam Pahlawan Nasional Soposurung Balige yang dibangun pemerintah, keluarga dan masyarakat setempat. Artinya setelah 46 tahun makamnya ditemukan dan dipindahkan.

Pada 19 November 1961, sang raja Sisingamangaraja XII resmi memperoleh gelar pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia lewat Surat Keputusan Pemerintah Republik Indonesia No. 590/1961. (*)

Editor: Raya Desmawanto
Sumber: Kompas.com
Tags :SisingamangarajaXIIBelandaKristenisasiTanahBatakSabangMeraukeSabangMeraukeNews

BERITA TERKAIT :

  • Kritik Pujian untuk Jokowi-Siti Nurbaya Soal Deforestasi, Walhi: Bukan karena Pemerintah, Tapi Hutan yang Makin Habis dan Cuaca yang Mendukung

    Kritik Pujian untuk Jokowi-Siti Nurbaya Soal Deforestasi, Walhi: Bukan karena Pemerintah, Tapi Hutan yang Makin Habis dan Cuaca yang Mendukung

    Umum •
    14/11/2022 ❘ 07:28 WIB
  • Realisasi Pajak Hotel di Pekanbaru Capai Rp 33,2 Miliar dari Target Rp 40 Miliar

    Realisasi Pajak Hotel di Pekanbaru Capai Rp 33,2 Miliar dari Target Rp 40 Miliar

    Ekonomi •
    13/11/2022 ❘ 19:55 WIB
  • Pergi ke Warung Meninggalkan Kompor Menyala, Enam Unit Rumah Habis Terbakar di Jalan Meranti

    Pergi ke Warung Meninggalkan Kompor Menyala, Enam Unit Rumah Habis Terbakar di Jalan Meranti

    Riau •
    13/11/2022 ❘ 19:48 WIB
  • Anggota DPR Sebut Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Rp 4,2 Triliun Mangkrak, Minta Aparat Hukum Usut

    Anggota DPR Sebut Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Rp 4,2 Triliun Mangkrak, Minta Aparat Hukum Usut

    Umum •
    13/11/2022 ❘ 19:10 WIB
  • 2 Pengedar Sabu di Rokan Hilir Diringkus Polisi, Ini Temuan Polisi Usai Gerebek Rumah Pelaku

    2 Pengedar Sabu di Rokan Hilir Diringkus Polisi, Ini Temuan Polisi Usai Gerebek Rumah Pelaku

    Hukrim •
    13/11/2022 ❘ 18:04 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    25/05/2026  ❘  14:20 WIB
  • Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    22/05/2026  ❘  14:22 WIB
  • Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    21/05/2026  ❘  23:36 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan