SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Ledakan Maut Grand Polonia Mulai Terkuak, Labfor Temukan Jejak Gas dari Dapur

      Ledakan Maut Grand Polonia Mulai Terkuak, Labfor Temukan Jejak Gas dari Dapur

      22/07/2026  ❘  07:08 WIB
    • Anggota DPRD Pelalawan Sunardi Banding Usai Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Ijazah Palsu

      Anggota DPRD Pelalawan Sunardi Banding Usai Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Ijazah Palsu

      21/07/2026  ❘  20:29 WIB
    • Saksi Mata: Teriakan Wanita Hanya Sebentar, Bayi Berlumuran Darah di Atas Rumah

      Saksi Mata: Teriakan Wanita Hanya Sebentar, Bayi Berlumuran Darah di Atas Rumah

      21/07/2026  ❘  17:48 WIB
    • Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      21/07/2026  ❘  14:28 WIB
  • Nasional
    • Bahlil Pastikan Relaksasi RKAB Batu Bara Tak Ganggu Pasokan PLN, Kebutuhan Dalam Negeri Jadi Prioritas

      Bahlil Pastikan Relaksasi RKAB Batu Bara Tak Ganggu Pasokan PLN, Kebutuhan Dalam Negeri Jadi Prioritas

      21/07/2026  ❘  21:31 WIB
    • BRIN Bongkar Penyebab Menyusutnya Ketinggian Air Danau Toba

      BRIN Bongkar Penyebab Menyusutnya Ketinggian Air Danau Toba

      21/07/2026  ❘  20:31 WIB
    • Kembali Dilaporkan Wartawan, Polda Metrojaya Mulai Proses Kasus Hotman Paris

      Kembali Dilaporkan Wartawan, Polda Metrojaya Mulai Proses Kasus Hotman Paris

      21/07/2026  ❘  19:03 WIB
    • Di Balik Kipas Angin Rp1,8 Triliun, KPK Ungkap Modus Lama yang Terus Berulang

      Di Balik Kipas Angin Rp1,8 Triliun, KPK Ungkap Modus Lama yang Terus Berulang

      21/07/2026  ❘  18:11 WIB
  • Ekonomi
    • Resmi! Pemprov Riau Tetapkan Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Rp3.846 per Kg, Ini Daftar Lengkapnya

      Resmi! Pemprov Riau Tetapkan Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Rp3.846 per Kg, Ini Daftar Lengkapnya

      21/07/2026  ❘  21:21 WIB
    • Sembilan Hari Melesat Tanpa Henti, IHSG Kembali Tunjukkan Taringnya

      Sembilan Hari Melesat Tanpa Henti, IHSG Kembali Tunjukkan Taringnya

      21/07/2026  ❘  18:48 WIB
    • BI Rate Dikabarkan Naik Lagi, Rupiah Langsung Jadi Mata Uang Terkuat Asia

      BI Rate Dikabarkan Naik Lagi, Rupiah Langsung Jadi Mata Uang Terkuat Asia

      21/07/2026  ❘  18:28 WIB
    • Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      21/07/2026  ❘  12:49 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Polda Riau Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi di Rohil, Amankan 3 Tersangka dan 2 Unit Truk Tangki

      Polda Riau Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi di Rohil, Amankan 3 Tersangka dan 2 Unit Truk Tangki

      21/07/2026  ❘  20:50 WIB
    • Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      21/07/2026  ❘  13:59 WIB
    • Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      21/07/2026  ❘  10:02 WIB
    • Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      21/07/2026  ❘  08:59 WIB
  • Umum
    • 2 Orang Tewas Dimangsa Harimau Sumatera, Hasil Audit Ini Ungkap Masalah di PT Madukoro Lestari

      2 Orang Tewas Dimangsa Harimau Sumatera, Hasil Audit Ini Ungkap Masalah di PT Madukoro Lestari

      21/07/2026  ❘  16:16 WIB
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
  • Riau
    • Sepekan Bergelut Bara, Asap Karhutla Bengkalis Mulai Menipis

      Sepekan Bergelut Bara, Asap Karhutla Bengkalis Mulai Menipis

      22/07/2026  ❘  07:22 WIB
    • Catat! Mobil Pak Aman Keliling Pekanbaru Hingga 30 Juli, Sembako Murah Dijual di 6 Kelurahan

      Catat! Mobil Pak Aman Keliling Pekanbaru Hingga 30 Juli, Sembako Murah Dijual di 6 Kelurahan

      21/07/2026  ❘  21:39 WIB
    • Di Balik Ringgit Malaysia, Ada Air Mata Keluarga: Dua Warga Kepulauan Meranti Ditangkap Imigresen, Keberadaannya Masih Misterius

      Di Balik Ringgit Malaysia, Ada Air Mata Keluarga: Dua Warga Kepulauan Meranti Ditangkap Imigresen, Keberadaannya Masih Misterius

      21/07/2026  ❘  20:57 WIB
    • Densus 88 Turun Tangan! Pemprov Riau Siapkan Langkah Besar Cegah Terorisme 2026–2029

      Densus 88 Turun Tangan! Pemprov Riau Siapkan Langkah Besar Cegah Terorisme 2026–2029

      21/07/2026  ❘  20:54 WIB
  • Sport
    • Mourinho Susun Revolusi Madrid, Arda Guler Naik Kelas Saat Ferran Torres Masuk Radar

      Mourinho Susun Revolusi Madrid, Arda Guler Naik Kelas Saat Ferran Torres Masuk Radar

      22/07/2026  ❘  06:53 WIB
    • 4 Atlet NPCI Riau Siap Guncang Kapolri Cup 2026, Targetkan Hujan Medali Nasional!

      4 Atlet NPCI Riau Siap Guncang Kapolri Cup 2026, Targetkan Hujan Medali Nasional!

      21/07/2026  ❘  19:22 WIB
    • Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      21/07/2026  ❘  10:19 WIB
    • 6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      21/07/2026  ❘  09:12 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      21/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      21/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      21/07/2026  ❘  07:10 WIB
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Cerita Panjang 38 Tahun Konflik Lahan Masyarakat Adat Pantai Raja Kampar vs PTP Nusantara V, Di Mana Negara Pancasila?

Raya Desmawanto 31/10/2022  ❘  13:53 WIB • Umum
Bagikan :
Cerita Panjang 38 Tahun Konflik Lahan Masyarakat Adat Pantai Raja Kampar vs PTP Nusantara V, Di Mana Negara Pancasila?

Aksi masyarakat adat Pantai Raja, Kampar di kantor Kementerian ATR/ BPN pekan lalu. Foto: Net

SABANGMERAUKE NEWS, Pekanbaru - Sejumlah perwakilan masyarakat adat Pantai Raja Kabupaten Kampar bersama elemen organisasi sipil menggelar aksi di kantor Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Warga menyerukan desakan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengembalikan tanah mereka yang diduga dirampas oleh PTP Nusantara (PTPN) V sejak puluhan tahun silam.

Dalam aksinya, warga menyindir tagline AKHLAK Kementerian BUMN yang dinilai hanya sebagai lips service semata. AKHLAK adalah singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyak, Adaptif dan Kolaboratif.

"Di mana AKHLAK BUMN. PT Perkebunan Nusantara V. Lahan milik masyarakat adat Pantai Raja Dirampas kemudian dijadikan aset negara," demikian isi tulisan spanduk warga yang dibentangkan di depan gedung Kementerian BUMN pada Kamis pekan lalu.

Aksi mendatangi ibukota negara bertajuk 'Menjemput Keadilan di Jakarta' ini adalah episode panjang dari kisah perjuangan masyarakat adat Pantai Raja memperjuangkan tanah mereka. Berdasarkan dokumen kronologis yang diperoleh SabangMerauke News, dugaan perampasan tanah ini ternyata sudah diawali sejak pemerintahan orde baru.

Riwayat kasus ini bermula sejak tahun 1984 lalu. Lokasi lahan dengan luas sekitar 1.013 hektar tersebut, sebelum ekspansi PTP Nusantara V ke wilayah yang dulunya bernama Sei Geringging, Sei Iduik dan Sialang Kubang di Desa Pantai Raja Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Saat itu, tentu saja PTP Nusantara V belum berdiri. PTPN V yang kini merupakan anak perusahaan holding perkebunan PTP Nusantara III ini, baru berdiri pada tahun 1996 lewat fusi sejumlah perseroan terbatas perkebunan (PTP)  yakni PTP II, PTP IV dan PTP V di Provinsi Riau.

Berdasarkan cerita kronologis versi masyarakat, sebelum kedatangan PTP V ke daerah mereka, warga telah melakukan kegiatan bercocok tanam aneka tanaman. Antara lain padi, jagung, kayu manis, pohon jengkol. Belakangan, jenis tanaman berubah menjadi karet yang jejaknya hingga kini masih terlihat.

 

Situasi berubah pada tahun 1984. Saat itu, PTP V mulai melakukan ekspansi perluasan lahan perkebunan.

"Saat itu, kami diintimidasi, ditekan, ditakut-takuti bahkan diancam oleh oknum-oknum aparat negara mengatasnamakan negara. Sehingga warga masyarakat adat Desa Pantai Raja yang melawan akan ditangkap dengan tuduhan dianggap telah melawan negara (subversif) dan dianggap sebagai PKI (komunis)," demikian isi kronologi konflik antara masyarakat adat dengan PTPN V.

Menurut warga, jejak perkampungan dan kebun mereka kini nyaris sirna. Bahkan, rumah tempat tinggal sampai pekuburan masyarakat telah dirusak tanpa sisa.

Angin segar sempat terjadi pada 6 April 1999 silam. Kala itu, manajemen PTPN V mengundang masyarakat untuk merundingkan penyelesaian masalah tersebut. Perundingan dihadiri oleh unsur Pemkab Kampar, aparat kepolisian dan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Produksi PTP Nusantara V kala itu dijabat oleh Ir SN Situmorang menyatakan lahan perkebunan karet masyarakat seluas 150 hektar diakui telah masuk dalam kebun inti PIR perusahaan. Saat itu, kebun tersebut masih bernama kebun inti PIR Trans Sei Pagar yang kini telah berganti nama menjadi PKS Sei Pagar/ Kebun Sei Pagar.

"Namun faktanya, lahan kebun karet produktif masyarakat adat seluas 150 hektar tersebut sampai saat ini tidak ada ganti rugi dan dikembalikan kepada masyarakat. Artinya masih dikuasai dan dimanfaatkan oleh PTPN V yang telah mendapatkan keuntungan dari hasil kebun kelapa sawit yang ditanam di atas lahan milik masyarakat adat," terang Gusdianto.

Upaya masyarakat untuk terus berjuang akhirnya bergulir sampai ke meja Komnas HAM RI. Pada 11 April 2019 lalu, menurut Gusdianto, delegasi Komnas HAM memediasi masyarakat adat dengan PTPN V. Salah satu kesepakatan yang tercapai yakni dilakukannya pembangunan kebun sawit pola Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) seluas 400 hektar untuk masyarakat.

 

Saat itu, pembangunan kebun KKPA seluas 150 hektar diklaim masyarakat telah disetujui oleh perusahaan sebagai tindak lanjut pengakuan pada tahun 1999 silam. Sementara, rencana kebun KKPA sisanya seluas 250 hektar akan dibicarakan internal oleh direksi PTPN  V.

Menurut Gusdianto, kesepakatan tersebut sebenarnya merugikan masyarakat. Soalnya, pembangunan kebun KKPA akan membebankan utang bagi masyarakat.

Meski demikian, kesepakatan itu tetap diterima warga. Kesepakatan itu ditindaklanjuti warga dengan melakukan pencarian lokasi kebun hingga ke beberapa desa.

Namun, kesepakatan itu hanya bertepuk sebelah tangan. Sampai saat ini belum ada tindak lanjut pembangunan kebun KKPA tersebut. Hingga akhirnya pada Agustus 2020, warga melakukan aksi pendudukan kebun sawit seluas 150 hektar. 

Sebelum melakukan aksi pendudukan kebun sawit, warga mengklaim telah menyampaikan pemberitahuan kepada aparat kepolisian dan keamanan. Pendudukan kebun sawit dilakukan oleh warga yang didominasi kaum lansia dan termasuk anak-anak. Dasar tindakan tersebut yakni adanya pengakuan manajemen PTPN V pada 1999, soal lahan kebun karet warga seluas 150 hektar yang telah dijadikan kebun sawit oleh perusahaan.

Belakangan, aksi pendudukan kebun tersebut dibalas oleh manajemen PTPN V lewat langkah hukum. Direksi perusahaan membuat laporan pengaduan ke Polda Riau pada 18 Agustus 2020 atas dugaan tindak pidana perkebunan. Selain itu, PTPN Nusantara V juga melakukan gugatan perdata ke PN Bangkinang senilai Rp 14,5 miliar lebih terhadap masyarakat. Gugatan perdata ini masih berproses pada tingkatan kasasi di Mahkamah Agung.

Gusdianto menjelaskan, upaya hukum yang dilakukan perusahaan tak akan menyurutkan tekad masyarakat untuk merebut hak-hak mereka atas dugaan perampasan lahan oleh perusahaan. Ia juga mengetuk hati para elit negara untuk melakukan tindakan penyelesaian masalah tersebut.

"Kami akan terus berjuang untuk merebut hak-hak atas tanah kami. Kami mempertanyakan dimana kehadiran negara atas perilaku BUMN. Di mana AKHLAK itu? Dimana Pancasila itu?" gugat Gusdianto.

Pihak manajemen PTP Nusantara V sejak akhir pekan lalu telah dikonfirmasi ikhwal aksi masyarakat adat Pantai Raja dan sejumlah LSM di Jakarta. Namun, hingga kini belum ada penjelasan dari perusahaan. (*)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :PTPNusantaraVPTPNVPantaiRajaKamparKebunSawitSabangMeraukeSabangMeraukeNews

BERITA TERKAIT :

  • Penis Raksasa Ditemukan di Pinggir Pantai Queensland Bikin Turis Cantik Ini Kaget: Apa-apaan Itu!

    Penis Raksasa Ditemukan di Pinggir Pantai Queensland Bikin Turis Cantik Ini Kaget: Apa-apaan Itu!

    Umum •
    31/10/2022 ❘ 13:22 WIB
  • Terungkap! Pria Tewas Terbakar di Dalam Mobil di Bengkalis Korban Pembunuhan

    Terungkap! Pria Tewas Terbakar di Dalam Mobil di Bengkalis Korban Pembunuhan

    Hukrim •
    31/10/2022 ❘ 12:38 WIB
  • Jokowi Masuk Daftar 50 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

    Jokowi Masuk Daftar 50 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

    Nasional •
    31/10/2022 ❘ 12:34 WIB
  • Mau Lakukan Transaksi Narkoba, 2 Orang Pengedar Ditangkap Polsek Singingi

    Mau Lakukan Transaksi Narkoba, 2 Orang Pengedar Ditangkap Polsek Singingi

    Hukrim •
    31/10/2022 ❘ 12:28 WIB
  • Koalisi Perubahan Poros NasDem, PKS dan Demokrat Deklarasi 10 November, Tapi Masih Ada Ganjalan?

    Koalisi Perubahan Poros NasDem, PKS dan Demokrat Deklarasi 10 November, Tapi Masih Ada Ganjalan?

    Politik •
    31/10/2022 ❘ 11:05 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
  • Dana Asing Kabur, IHSG Tetap Bertahan! Ini Fakta yang Mengejutkan Investor

    Dana Asing Kabur, IHSG Tetap Bertahan! Ini Fakta yang Mengejutkan Investor

    13/07/2026  ❘  09:49 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan