SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Sempat Dibangunkan Jembatan Presisi, SDN 018 Semulut Akan Direlokasi Setelah Siswa Terluka, Buaya dan Banjir Rob Jadi Ancaman

      Sempat Dibangunkan Jembatan Presisi, SDN 018 Semulut Akan Direlokasi Setelah Siswa Terluka, Buaya dan Banjir Rob Jadi Ancaman

      21/07/2026  ❘  09:04 WIB
    • Dari Kasus 25 Kg, Polisi Sambar 130 Kg Sabu Jaringan Malaysia

      Dari Kasus 25 Kg, Polisi Sambar 130 Kg Sabu Jaringan Malaysia

      21/07/2026  ❘  07:29 WIB
    • Kecelakaan Kerja, Manajemen PKS Tanjung Medan PTPN IV di Rohil Masih Bungkam, Jenazah Korban Dipulangkan Tanpa Otopsi

      Kecelakaan Kerja, Manajemen PKS Tanjung Medan PTPN IV di Rohil Masih Bungkam, Jenazah Korban Dipulangkan Tanpa Otopsi

      20/07/2026  ❘  22:39 WIB
    • Penggunaan Rumah untuk Ibadah Picu Protes Warga Medan Amplas

      Penggunaan Rumah untuk Ibadah Picu Protes Warga Medan Amplas

      20/07/2026  ❘  19:26 WIB
  • Nasional
    • Walau Sudah Minta Maaf, PWI  Tetap Polisikan Hotman Paris

      Walau Sudah Minta Maaf, PWI Tetap Polisikan Hotman Paris

      21/07/2026  ❘  06:46 WIB
    • Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      20/07/2026  ❘  18:48 WIB
    • PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      20/07/2026  ❘  14:16 WIB
    • Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      20/07/2026  ❘  13:23 WIB
  • Ekonomi
    • Turun Rp9.000 Sekejap, Harga Emas Antam Makin Dekati Rp2,5 juta per Gram

      Turun Rp9.000 Sekejap, Harga Emas Antam Makin Dekati Rp2,5 juta per Gram

      21/07/2026  ❘  10:10 WIB
    • Sembilan Hari Tanpa Jeda, IHSG Terus Terbang ke Angkasa

      Sembilan Hari Tanpa Jeda, IHSG Terus Terbang ke Angkasa

      21/07/2026  ❘  09:31 WIB
    • Dolar Makin Perkasa, Namun Rupiah Justru Menguat Pagi Ini

      Dolar Makin Perkasa, Namun Rupiah Justru Menguat Pagi Ini

      21/07/2026  ❘  09:18 WIB
    • BPS Catat IPH Turun di 34 Provinsi

      BPS Catat IPH Turun di 34 Provinsi

      20/07/2026  ❘  20:17 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      21/07/2026  ❘  10:02 WIB
    • Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      21/07/2026  ❘  08:59 WIB
    • Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      21/07/2026  ❘  06:59 WIB
    • Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      20/07/2026  ❘  16:15 WIB
  • Umum
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
    • Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      18/07/2026  ❘  09:55 WIB
  • Riau
    • BMKG: Hampir Seluruh Riau akan Diguyur Hujan Hari Ini!

      BMKG: Hampir Seluruh Riau akan Diguyur Hujan Hari Ini!

      21/07/2026  ❘  09:53 WIB
    • Kejati Riau Teken MoU dengan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim ll Pekanbaru

      Kejati Riau Teken MoU dengan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim ll Pekanbaru

      21/07/2026  ❘  09:08 WIB
    • Pemko Pekanbaru Terima Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

      Pemko Pekanbaru Terima Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

      21/07/2026  ❘  08:38 WIB
    • Kijang LGX Terbakar Saat Isi BBM, SPBU Hangtuah Pekanbaru Nyaris Dilalap Api

      Kijang LGX Terbakar Saat Isi BBM, SPBU Hangtuah Pekanbaru Nyaris Dilalap Api

      21/07/2026  ❘  06:34 WIB
  • Sport
    • Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      21/07/2026  ❘  10:19 WIB
    • 6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      21/07/2026  ❘  09:12 WIB
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
    • Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      20/07/2026  ❘  09:06 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      21/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      21/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      21/07/2026  ❘  07:10 WIB
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Terungkap! Bunga Uang Investasi Diduga Bodong Fikasa Grup di Pekanbaru Dikirim ke Rekening Archenius Napitupulu

Raya Desmawanto 20/12/2021  ❘  15:56 WIB • Hukrim
Bagikan :
Terungkap! Bunga Uang Investasi Diduga Bodong Fikasa Grup di Pekanbaru Dikirim ke Rekening Archenius Napitupulu

Sidang kasus dugaan investasi bodong Fikasa Grup, Senin (20/12/2021). Foto: Raya Desmawanto

SabangMeraukeNews, Pekanbaru - Tiga orang saksi korban kasus dugaan investasi bodong Fikasa Grup diperiksa oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (20/12/2021). Ketiga saksi tersebut yakni Melly Novrianti Napitupulu, Darto Jonson Siagian dan Agus Yanto Pardede.

Sebelumnya pagi tadi, dua saksi korban sudah dimintai keterangan lebih awal yakni Archenius Napitupulu dan Pormian Simanungkalit. Kelima saksi dimintai keterangan untuk terdakwa Mariyati yang merupakan pegawai marketing dua perusahaan Fikasa Grup.

BERITA TERKAIT:  Inilah 10 Miliuner Pekanbaru yang Jadi Korban Dugaan Investasi Bodong Fikasa Grup

Awalnya tim jaksa menanyai para saksi bagaimana bisa ikut dalam program investasi berbunga tinggi yang akhirnya gagal bayar tersebut sejak awal 2020 lalu.

Kepada hakim, Melly Novrianti Napitulu mengaku menanamkan investasi sebesar Rp 10 miliar. Darto Jonson berinvestasi sebesar Rp 2 miliar sementara Agus Yanto berinvestasi sebesar Rp 22,25 miliar. Ketiganya ikut program tersebut sejak 2017 dan 2018 lalu. Namun, sejak 2020, ketiganya tidak lagi menerima bunga dari investasi yang ditanamkan ke Fikasa Grup. Melly merupakan putri dari Archenius Napitupulu.

BERITA TERKAIT:  Sidang Kasus Investasi Fikasa Grup: Korban Ternyata Sudah Terima Bunga, Baru Macet Sejak Januari 2020!

Darto dan Agus sempat dicecar soal asal uang investasi, padahal pekerjaannya hanya sebagai pegawai dari perusahaan Archenius Napitupulu. 

"Darimana uang anda investasi sebesar Rp 2 miliar, padahal anda adalah pegawai," tanya penasihat hukum terdakwa kepada saksi Darto.

Darto menolak untuk menjawab pertanyaan penasihat hukum terdakwa. Alasannya itu privacy dirinya. 

Pertanyaan yang sama juga disampaikan kepada Agus Yanto Pardede. Agus awalnya mengaku sebagai pemborong. Belakangan ia mengaku juga sebagai pegawai perusahaan milik Archenius.

"Jadi, apa sebenarnya pekerjaan saudara saksi. Pemborong atau pegawai," tanya penasihat hukum terdakwa kepada Agus.

 

Agus mengaku kalau sebagai pegawai perusahaan Archenius, ia juga nyambi sebagai pemborong.

Penasihat hukum terdakwa sempat curiga kalau uang investasi Agus Yanto sebesar Rp 22,25 miliar adalah milik Archenius yang diatas-namakan kepada Agus. Apalagi, dalam berita acara pemeriksaan di Bareskrim Polri, Agus mengaku namanya dipakai oleh Archenius untuk investasi tersebut.

BERITA TERKAIT: Tok! 4 Kakak Beradik Salim Bersaudara Tetap Dipenjara, Hakim Nyatakan Kasus Investasi Fikasa Grup di Pekanbaru Lanjut Diadili

Penasihat hukum terdakwa terus mencecar ketiga saksi soal penerimaan bunga uang investasi yang pernah diterima dari Fikasa Grup. Ketiga saksi mengaku kalau bunga uang investasi memang dikirim ke rekening bank atas nama Archenius Napitupulu.

Hal ini seakan mengonfirmasi dugaan nama Agus Yanto dan Darto dipakai oleh Archenius Napitupulu.

Sebelumnya dalam sidang pagi tadi, saksi korban Pormian Simanungkalit mengaku telah menyerahkan uang investasi total Rp 17,8 miliar ke Fikasa Grup. Uang tersebut langsung disetorkan ke bank bersama dengan terdakwa Mariyati yang dalam dakwaan disebut sebagai staf marketing PT Wahana Bersama Nusantara sekaligus juga PT Tiara Global Propertindo.

"Saya bersama Mariyati dan temannya bernama Susan datang ke bank untuk mentransfer uang tersebut, Yang Mulia," kata Pormian saat memberikan kesaksiannya.

Berita Terkait:  Kasus Dugaan Investasi Bodong Fikasa Grup: Ini Deretan Perusahaan yang Terima Aliran Dana Dikumpul dari Korban 10 Miliuner Pekanbaru

Saat ditanya oleh penasihat hukum terdakwa apakah pernah menerina hasil dari investasi tersebut, Promian mengaku pernah menerimanya. Uang bunga yang dijanjikan sebesar 12 persen setahun, ditransfer secara bulanan. Namun kata Pormian dalam beberapa kali pembayaran bunga, dirinya hanya sekali menerima bunga sebesar yang ia janjikan yakni 12 persen setahun. Namun, ia mengaku dalam beberapa kali pembayaran bunga, hanya sekitar 9-10 persen.

Namun, uang bunga investasi tersebut kata Pormian macet tak pernah diterima sejak Januari 2020 lalu hingga kasus ini disidik oleh Mabes Polri.

"Saya pernah menerima bunganya. Tapi, kalau gak salah sejak awal tahun 2020 tidak pernah lagi dibayar," kata Pormian.

Berita Terkait:  Gula Darah Terdakwa Fikasa Grup Pekanbaru Bikin Sidang Batal, Hakim ke Jaksa: Coba Kalian Cek, Betul Gak Sakitnya atau Malas Sidang?

Saat penasihat hukum terdakwa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Pormian di Mabes Polri yang menerima pembayaran bunga, Pormian mengaku tidak tahu dan tidak ingat lagi berapa jumlahnya.

"Tapi, di BAP saksi menyatakan menerima jumlahnya sebesar ini. Apakah isi BAP ibu ini benar atau ibu tolak?" tanya penasihat hukum terdakwa.

 

"Mana tahu saya itu. Kan bisa-bisa aja ditulis polisi di situ, tapi saya gak tahu. Saya gak tahu itu," kata Pormian dengan nada tinggi.

Dalam BAP Pormian disebutkan kalau pembayaran bunga berhenti sejak Oktober 2019 lalu. Namun, keterangan itu dianulir oleh Pormian bahwa macetnya pembayaran bunga terjadi sejak awal 2020 lalu.

Usai memeriksa Pormian, hakim Dahlan menskor sidang untuk istirahat siang.

Diwartakan sebelumnya, eksepsi empat bersaudara keluarga Salim ditolak oleh majelis hakim lewat putusan sela pekan lalu.

Keempat terdakwa yakni Bhakti Salim alias Bhakti yang merupakan Direktur Utama PT Wahana Bersama Nusantara sekaligus juga Direktur Utama PT Tiara Global Propertindo. Terdakwa Agung Salim alias Agung sebagai Komisaris Utama PT Wahana Bersama Nusantara.

Terdakwa ketiga yakni Elly Salim alias Elly selaku Direktur PT Wahana Bersama Nusantara sekaligus Komisaris PT Tiara Global Propertindo. Seorang terdakwa lain dari keluarga Salim yakni Christian Salim selaku Direktur PT Tiara Global Propertindo.

PT Wahana Bersama Nusantara dan PT Tiara Global Propertindo terafiliasi dalam Fikasa Grup.

Keempat terdakwa utama menurut jaksa telah menyebabkan sebanyak 10 orang yang merupakan mitra Fikasa Grup dirugikan sebesar Rp 84 miliar lebih. Dengan modus investasi berbunga tinggi, nyatanya uang para korban lesap dan tidak bisa dikembalikan oleh para terdakwa.

Maryani adalah marketing PT Wahana Bersama Nusantara merangkap marketing PT Tiara Global Propertindo. Diduga Maryani menjadi operator lapangan dalam mengumpulkan dana dari masyarakat dengan janji investasi berbunga di atas perbankan yakni 9-12 persen per tahun.

Keempat terdakwa oleh jaksa penuntut dikenai tiga dakwaan yakni pasal 46 ayat 1 Undang-undang Perbankan, pasal 378 KUHPidana dan pasal 372 KUHPidana.

Dua perusahaan terafiliasi Fikasa Grup yakni PT Wahana Bersama Nusantara dan PT Tiara Global Propertindo disebut menjalankan praktik pengumpulan uang dengan modus investasi berbunga tinggi. Kedua perusahaan bergerak di bidang costumer product, properti dan perhotelan serta usaha lainnya. 

 

Aliran Uang ke Perusahaan Lain dan Pribadi

Dalam surat dakwaan jaksa penuntut Lastarida Sitanggang SH, terungkap kalau dana yang dihimpun diduga secara ilegal oleh Bhakti Salim cs mengalir ke sejumlah perusahaan lain dalam afiliasi Fikasa Grup. Penggunaan dana dilakukan secara sepihak tanpa ada persetujuan pengalihan uang dari pemilik dana.

Berikut daftar perusahaan yang menerima aliran dana investasi yang disebut dalam surat dakwaan jaksa:

1. PT Tirta Mas Lestari. Perusahaan ini memiliki usaha air minum di Sukabumi, Pasuruan dan di Banyuwangi.

2. PT Delapan Bintang Baswara, perusahaan ini memiliki usaha air minum di Mojokerto, Jatim.

3. PT Alam Bali Internasional perusahaan mengelola Hotel Tennason di Bali.

4. PT Bintang Buana Sarana mengelola sebuah hotel di Ubud, Bali.

5. PT Cakrawala Usaha Nusantara, mengelola sebuah hotel di Kuta, Badung, Bali.

6. PT Tiara Inti Mulia, mengelola Hotel Antara, Bali.

 

7. PT Inti Putra Fikasa, mengelola Taman Putri Hijau Permata, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Jaksa juga menyebut kalau uang dana investasi yang dihimpun masuk ke rekening pribadi ke 4 terdakwa, termasuk Maryani yang merupakan marketing PT Wahana Bersama Nusantara dan PT Tiara Global Propertindo.

"Selain masuk ke sejumlah perusahaan, uang dana investasi juga masuk ke rekening pribadi terdakwa I, II, III, IV dan saksi Mariyani," kata jaksa dalam surat dakwaannya.

 

Daftar Korban Miliuner Pekanbaru

Sebanyak 10 orang berduit di Pekanbaru menjadi korban dugaan investasi bodong yang digencarkan oleh PT Wahana Bersama Nusantara dan PT Tiara Global Propertindo. Kesepuluh korban tersebut yakni:

1. Archenius Napitupulu. Dari total enam kali penempatan dana investasi, kerugian Archenius Napitupulu sebesar Rp 20,39 miliar.

2. Pormian Simanungkalit. Ada sebanyak lima kali penempatan dana investasi yang dilakukan Pormian dengan total Rp 17,8 miliar.

3 Melly Novrianti melakukan sekali penempatan dana sebesar Rp 10 miliar

4. Oki Yulis Gea melakukan sekali penempatan dana investasi sebesar Rp 2 miliar.

5. Pandapotan Lumbantoruan melakukan sekali penempatan dana investasi sebesar Rp 2 miliar.

6. Darto Jonson M Siagian menyetor sekali dana investasi sebesar Rp 2 miliar.

7. Agus Yanto M Pardede menyetor sebanyak 5 kali dana investasi dengan total 22,25 miliar

8. Timbul S Pardede menyetor sekali dana investasi sebesar Rp 2 miliar

9. Sumardi Siagian menyetor dua kali dana investasi dengan total Rp 5,27 miliar

10. Natalia Napitupulu menyetor sekali dana investasi sebesar Rp 2 miliar.

Jaksa penuntut menjerat keempat terdakwa dengan tiga dakwaan berlapis yakni dakwaan pasal 46 ayat 1 Undang-undang nomor 10 tahun 1998 tentang Perubahan atas UU nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan. Adapun ancaman hukumannya yakni sekurang-kurangnya 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara serta  denda sekurang-kurangnya Rp 10 miliar dan paling banyak Rp 200 miliar.

Dakwaan kedua yakni pasal 378 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Sementara dakwaan ketiga yakni pasal 372 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

Surat dakwaan jaksa penuntut menyebut uang investasi yang dikumpulkan masuk ke dalam sejumlah perusahaan lain yang tergabung dalam Fikasa Grup. Para korban tergiur dengan janji bunga investasi tinggi di atas rata-rata perbankan.

"Lagipula terdakwa adalah orang yang sangat kaya dan konglomerat. Sudah banyak nasabah yang ikut dan berhasil mendapatkan bunga keuntungan," demikian jaksa menyebut iming-iming investasi tersebut.

Saat menyetorkan uang investasi, para nasabah mendapatkan semacam surat perjanjian dan semacam sertifikat deposito berisi nominal dana yang disetor, bunga keuntungan dan tanggal jatuh tempo penerimaan bunga dan keuntungan investasi. Surat perjanjian dan sertifikat ditandatangani oleh keempat terdakwa dan nasabah.

Pada akhirnya, janji investasi tersebut gagal bayar. Saat para korban menagih bunga dan keuntungan sesuai waktu jatuh tempo, para terdakwa tidak dapat membayarnya. Lama ditunggu pencairan tak kunjung jelas, para korban melaporkan kasus ini ke kepolisian hingga akhirnya perkara naik ke pengadilan. Para terdakwa kini sudah ditahan di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru.

 

Janji Investasi Bunga Tinggi

Tawaran investasi berbunga tinggi kerap membuat banyak masyarakat tergiur tanpa menyadari risiko dan legalitas perusahaan pengumpul dana.

Dikutip dari situs Kontan.co.id pada Maret 2018 lalu, Grup Fikasa Raya telah menggencarkan penawaran investasi surat sanggup bayar (promissory note). Dari temuan yang ada, promissory note tersebut diterbitkan oleh PT Wahana Bersama Nusantara (Wahana Bersama) yang masih menjadi bagian usaha Grup Fikasa.

 

Wahana Bersama dipimpin oleh Bhakti Salim, putera dari Kayo Salim. Adapun Kayo Salim, awalnya merupakan salah satu pemegang saham PT Miwon Indonesia, produsen bumbu penyedap merek Mi-Won yang sudah tak asing lagi terdengar di telinga masyarakat Indonesia.

Dari tawaran investasi promissory note Grup Fikasa yang beredar di sejumlah website, Kontan.co.id mendapat cerita dari salah seorang agen penjual. Kata sang agen, program investasi ini sudah mulai ditawarkan sekitar tahun 2012 silam.

Masyarakat yang berminat, bisa menempatkan dana investasi minimal Rp 100 juta. Adapun jangka waktu penempatan bervariasi mulai dari 3 bulan hingga 12 bulan dan tentunya bisa diperpanjang. Wahana Bersama menyiapkan imbal hasil mulai dari 9% hingga 11% per tahun, dengan pembayaran bunga dilakukan tiap bulan.

Adapun investor yang tertarik dan kemudian menempatkan dana pada promissory note itu, akan mendapat bukti bilyet dan perjanjian tertulis yang ditandatangani Bhakti Salim.

Dana investasi investor masuk melalui rekening PT Bank Central Asia Tbk (BCA) milik Wahana Bersama Nusantara dengan bernomor rekening 54603xxxxx dan 54603xxxxx. Selain itu, dana juga ditampung pada rekening BCA milik Tiara Global Propertindo bernomor 23703xxxxx dan 23705xxxxx.

Sang agen menambahkan, investasi tersebut akan dikelola pada dua perusahaan terbuka milik Grup Fikasa, yakni PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO) dan PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL). Pada kedua emiten itu, Bhakti Salim pun menjabat sebagai Direktur Utama.

“Proyek yang baru selesai itu hotel Renaissance Bali, yang dibiayai dari program ini,” terang sang agen, Maret 2018 lalu.

Dari hasil menjajakan promissory note, sang agen mengaku mendapat komisi sebesar 2% dari nilai penempatan dana investor yang direkrutnya. Sang agen pun masih akan mendapat tambahan fee sebesar 0,5%, apabila investor yang telah direkrutnya, bisa menarik investor baru lainnya.

Sayangnya sang agen tidak bisa menunjukkan apakah promissory note tersebut sudah mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI). Sebab sesuai Peraturan Bank Indonesia No.19/9/PBI/2017 tentang Penerbitan dan Transaksi Surat Berharga Komersial di Pasar Uang, terutama pada pasal 8, diterangkan bahwa surat berharga komersial baik yang diterbitkan sekali atau berkelanjutan, wajib memperoleh persetujuan pendaftaran dari BI.

Selanjutnya pada pasal 4 Peraturan BI tersebut juga menegaskan pembelian surat berharga komersial oleh investor ditetapkan minimal sebesar Rp 500 juta. Adanya ketentuan pembatasan minimal pembelian merupakan cara regulator untuk menjaring investor yang benar-benar paham risiko investasi (qualified investor).

Saat itu, Kontan.co.id sudah mengonfirmasi Nanang Hendarsah, Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI. Ia menyatakan memang benar promissory note diatur dan diawasi lembaganya. Namun Nanang belum bisa memastikan status promissory note Wahana Bersama.

"Terima kasih infonya. Akan kami tindaklanjuti," tutur Nanang tiga tahun lalu.

Sekadar catatan, pada 2 Mei 2014 silam PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Tri Banyan Tirta Tbk dan PT Saraswati Griya Lestari Tbk. Hal itu terjadi karena BEI menemukan ada promissory note dan medium term note (MTN) yang diterbitkan atas nama kedua perusahaan itu namun tidak dicatatkan pada laporan keuangan masing-masing perusahaan.

Kala itu, manajemen kedua perusahaan menjelaskan bahwa dana hasil penerbitan promissory note dan MTN tidak dipakai oleh kedua perusahaan. Justru dana itu dipakai oleh induk usahanya masing-masing, yang merupakan penerbit asli promissory note dan MTN. Induk usaha HOTL tak lain adalah PT Tiara Global Propertindo dan induk usaha ALTO adalah PT Wahana Bersama Nusantara. (*)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Fikasa GrupInvestasiPT Tiara Global PropertindoPT Wahana Bersama Nusantara

BERITA TERKAIT :

  • Sidang Kasus Investasi Fikasa Grup: Korban Ternyata Sudah Terima Bunga, Baru Macet Sejak Januari 2020!

    Sidang Kasus Investasi Fikasa Grup: Korban Ternyata Sudah Terima Bunga, Baru Macet Sejak Januari 2020!

    Hukrim •
    20/12/2021 ❘ 12:46 WIB
  • Tok! 4 Kakak Beradik Salim Bersaudara Tetap Dipenjara, Hakim Nyatakan Kasus Investasi Fikasa Grup di Pekanbaru Lanjut Diadili

    Tok! 4 Kakak Beradik Salim Bersaudara Tetap Dipenjara, Hakim Nyatakan Kasus Investasi Fikasa Grup di Pekanbaru Lanjut Diadili

    Hukrim •
    13/12/2021 ❘ 22:41 WIB
  • Kasus Investasi Fikasa Grup Rugikan Rp 84 Miliar: Hakim Tolak Keberatan Terdakwa, Pemeriksaan Perkara Dilanjutkan!

    Kasus Investasi Fikasa Grup Rugikan Rp 84 Miliar: Hakim Tolak Keberatan Terdakwa, Pemeriksaan Perkara Dilanjutkan!

    Hukrim •
    13/12/2021 ❘ 14:10 WIB
  • Ustaz Kondang Yusuf Mansur Digugat ke Pengadilan Gara-gara Investasi Hotel Tak Jelas

    Ustaz Kondang Yusuf Mansur Digugat ke Pengadilan Gara-gara Investasi Hotel Tak Jelas

    Hukrim •
    11/12/2021 ❘ 11:43 WIB
  • Kasus Dugaan Investasi Bodong Fikasa Grup Rp 84,9 Miliar: Jaksa Tolak Keberatan Terdakwa, Minta Hakim Lanjutkan Pemeriksaan Pokok Perkara!

    Kasus Dugaan Investasi Bodong Fikasa Grup Rp 84,9 Miliar: Jaksa Tolak Keberatan Terdakwa, Minta Hakim Lanjutkan Pemeriksaan Pokok Perkara!

    Ekonomi •
    06/12/2021 ❘ 16:56 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan