SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      04/06/2026  ❘  10:12 WIB
    • 5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      03/06/2026  ❘  09:33 WIB
    • Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      02/06/2026  ❘  20:47 WIB
    • Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      02/06/2026  ❘  15:59 WIB
  • Nasional
    • Silmy Karim Pakai Rompi Oranye KPK dan Langsung Ditahan, Begini Profil dan Kekayaannya

      Silmy Karim Pakai Rompi Oranye KPK dan Langsung Ditahan, Begini Profil dan Kekayaannya

      04/06/2026  ❘  09:26 WIB
    • Prabowo Geram ke Mitra MBG yang Brengsek: Gue Sudah Warning!

      Prabowo Geram ke Mitra MBG yang Brengsek: Gue Sudah Warning!

      04/06/2026  ❘  08:59 WIB
    • Saat Ditetapkan Tersangka, Sony Sanjaya Tulis Pesan Khusus untuk Nanik Deyang

      Saat Ditetapkan Tersangka, Sony Sanjaya Tulis Pesan Khusus untuk Nanik Deyang

      04/06/2026  ❘  08:07 WIB
    • Kabar Buruk! Produksi Minyak PHR Anjlok ke Level 131 Ribu Barel per Hari, PT Transportasi Gas Indonesia Jadi Kambing Hitam

      Kabar Buruk! Produksi Minyak PHR Anjlok ke Level 131 Ribu Barel per Hari, PT Transportasi Gas Indonesia Jadi Kambing Hitam

      04/06/2026  ❘  07:58 WIB
  • Ekonomi
    • Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      04/06/2026  ❘  09:59 WIB
    • Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      04/06/2026  ❘  09:44 WIB
    • Ekspansi ke Ibukota, BRK Syariah Gandeng Nazhir Wakaf Warrior Kembangkan Wakaf Uang

      Ekspansi ke Ibukota, BRK Syariah Gandeng Nazhir Wakaf Warrior Kembangkan Wakaf Uang

      04/06/2026  ❘  08:43 WIB
    • Update Harga Emas Antam Kamis 4 Juni 2026, Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

      Update Harga Emas Antam Kamis 4 Juni 2026, Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

      04/06/2026  ❘  08:04 WIB
  • Politik
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      02/06/2026  ❘  16:30 WIB
    • Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      02/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      01/06/2026  ❘  14:14 WIB
  • Hukrim
    • Dani Nursalam dan Arief Setiawan Bersaksi untuk Terdakwa Gubernur Riau Abdul Wahid

      Dani Nursalam dan Arief Setiawan Bersaksi untuk Terdakwa Gubernur Riau Abdul Wahid

      04/06/2026  ❘  10:24 WIB
    • Ketua KNARA dan AMUK Jadi Tersangka! Bentrokan Berdarah PT SBP Buka Fakta Mengerikan

      Ketua KNARA dan AMUK Jadi Tersangka! Bentrokan Berdarah PT SBP Buka Fakta Mengerikan

      04/06/2026  ❘  09:04 WIB
    • Sempat Tersembunyi Lama, Kasus Pelecehan Seksual Anak 14 Tahun Ini Akhirnya Terkuak

      Sempat Tersembunyi Lama, Kasus Pelecehan Seksual Anak 14 Tahun Ini Akhirnya Terkuak

      04/06/2026  ❘  07:16 WIB
    • Dua Kali Lolos, Aksi Ketiga Jadi Petaka! Pembobol Alfamart Diciduk Saat Beraksi

      Dua Kali Lolos, Aksi Ketiga Jadi Petaka! Pembobol Alfamart Diciduk Saat Beraksi

      04/06/2026  ❘  07:10 WIB
  • Umum
    • Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      04/06/2026  ❘  07:56 WIB
    • Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      02/06/2026  ❘  21:21 WIB
    • Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      01/06/2026  ❘  13:15 WIB
    • Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      31/05/2026  ❘  19:47 WIB
  • Riau
    • Tak Perlu Lagi Jauh ke Padang! RSUD Arifin Achmad Kini Jadi Komandan Layanan Jantung Riau

      Tak Perlu Lagi Jauh ke Padang! RSUD Arifin Achmad Kini Jadi Komandan Layanan Jantung Riau

      04/06/2026  ❘  10:30 WIB
    • BMKG Prediksi Riau Diguyur Hujan Sore hingga Dini Hari, Waspada Petir dan Angin Kencang!

      BMKG Prediksi Riau Diguyur Hujan Sore hingga Dini Hari, Waspada Petir dan Angin Kencang!

      04/06/2026  ❘  07:48 WIB
    • Mulai 8 Juni! Polisi Riau Sikat Knalpot Brong, Travel Gelap hingga Perokok di Jalan

      Mulai 8 Juni! Polisi Riau Sikat Knalpot Brong, Travel Gelap hingga Perokok di Jalan

      04/06/2026  ❘  07:43 WIB
    • Kabar Duka dari Makkah: Jemaah Haji Asal Desa Pulau Payung Kampar Meninggal Dunia

      Kabar Duka dari Makkah: Jemaah Haji Asal Desa Pulau Payung Kampar Meninggal Dunia

      03/06/2026  ❘  23:16 WIB
  • Sport
    • Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      04/06/2026  ❘  07:33 WIB
    • Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      04/06/2026  ❘  07:24 WIB
    • Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      04/06/2026  ❘  07:01 WIB
    • Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      04/06/2026  ❘  06:43 WIB
  • Opini
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
    • Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      25/05/2026  ❘  12:37 WIB
  • Internasional
    • Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      04/06/2026  ❘  08:15 WIB
    • PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      01/06/2026  ❘  20:14 WIB
    • Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      31/05/2026  ❘  20:41 WIB
    • Dunia Hormati Pengorbanan Prajurit Indonesia, PBB Beri Penghargaan Tertinggi untuk Dua Penjaga Perdamaian

      Dunia Hormati Pengorbanan Prajurit Indonesia, PBB Beri Penghargaan Tertinggi untuk Dua Penjaga Perdamaian

      30/05/2026  ❘  09:32 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Saat Krisis dan Demo Besar Mahasiswa, Bung Karno Justru Pernah Adakan Pesta

24/09/2022  ❘  16:02 WIB • Nasional
Bagikan :
Saat Krisis dan Demo Besar Mahasiswa, Bung Karno Justru Pernah Adakan Pesta

Bung Karno. Foto: Net

SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Masyarakat dikejutkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tengah hari 3 September 2022. Menyikapi kebijakan ini, mahasiswa, buruh, dan elemen lain dalam masyarakat turun ke jalan. 

Pada 6 September, massa mengepung Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Senayan. Ironisnya, pada hari yang sama, Ketua DPR Puan Maharani, diberi kejutan perayaan ulang tahun. 

Perayaan ulang tahun digelar di dalam gedung, beberapa puluh meter jaraknya dari lautan massa yang berdemonstrasi menyoal kenaikan harga BBM tepat di muka gedung perwakilan itu. 

Sikap tidak prihatin seperti ini tidak hanya sekali ditampilkan oleh para elite pemerintahan. Berpindah dari krisis ke krisis, penguasa dan perangkat pengatur negeri beberapa kali menunjukkan sikap semacam ini.

Nasionalisasi Perusahaan Belanda 
Tidak lama setelah Indonesia merdeka, negara muda ini sudah diterpa oleh tantangan ekonomi. Salah satu bencana ekonomi yang paling buruk terjadi pada periode 1963 hingga sekitar 1966. 

Pada waktu itu, terjadi hiperinflasi yang mencapai angka enam ratus persen. Jika premis umum ilmu sosial berujar bahwa, “krisis ekonomi pasti membawa krisis politik”, maka kasus Indonesia pada dekade 1960 berlaku sebaliknya. Krisis politik dan tata kelola negara yang tidak bijaksana membawa akibat buruk bagi kesehatan ekonomi negara. 

Pertama-tama, ketika konflik Indonesia-Belanda tentang Papua mulai meruncing, Presiden Sukarno berpikir untuk menasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda. Pada saat yang sama, ia juga bertujuan untuk meningkatkan produksi komoditas dalam negeri guna mencapai keadaan swasembada, atau—dalam slogan yang ia buat—berdikari (berdiri di atas kaki sendiri). 

 

Tujuan pertama Sukarno dapat terlaksana berkat momentum masalah Papua. Sebelumnya, dalam hasil Konferensi Meja Bundar (1949), Belanda yang belum melepaskan Papua (dalam istilah Belanda: Nugini Barat) untuk bergabung dengan Republik Indonesia Serikat (RIS) berjanji akan menuntaskan masalah ini setahun setelahnya.

Namun, satu dekade berlalu dan masalah belum juga menemui titik terang. Menjelang dekade 1960-an, perasaan anti-Belanda menguat karena isu ini. Pada periode yang sama, nasionalisasi perusahaan Belanda dijalankan.

Secara ringkas, seperti yang dijelaskan Bondan Kanumoyoso dalam Nasionalisasi Perusahaan Belanda di Indonesia (2001), umumnya perusahaan diambil alih oleh buruh, namun kemudian kendalinya diberikan kepada angkatan bersenjata. 

Keadaan ini berkontribusi memperuncing konflik militer dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Meski demikian, perpindahan tata kelola tiba-tiba ini menyebabkan penurunan produksi dari perusahaan-perusahaan yang dinasionalisasi. Ini jelas berakibat buruk bagi pertumbuhan ekonomi secara umum. 

Proyek-Proyek Monumental Pemula Krisis

Di sisi lain, maksud kedua Sukarno, yakni swasembada, tidak membuahkan hasil. Namun, sang presiden justru memindahkan fokusnya pada bidang lain. Tujuan ekonomi dan politik di bawah Presiden Sukarno bukanlah dua aspek yang terpisah, keduanya saling bersilangan. 

Dalam politik, seperti juga dalam kasus ekonomi tadi, Presiden Sukarno ingin menunjukkan kemandirian Indonesia. Pembentukan Gerakan Non-Blok (GNB) pada tahun 1961 sudah cukup menunjukkan visi “kemandirian” Sukarno yang tidak ingin diatur-atur oleh negara adidaya dunia, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. 

Selain itu, Sukarno ingin Indonesia menjadi negara dengan agensi—daya dan peran—yang penting dalam kancah internasional. Untuk mencapai tujuan yang terakhir, Sukarno membangun proyek-proyek besar seperti Hotel Indonesia (1962), Monumen Nasional (mulai dibangun 1961), Gelora Bung Karno (mulai dibangun 1960), dan bangunan monumental lainnya. 

Ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia pascakolonial adalah Indonesia yang mampu berkembang. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang mandek dan tuntutan ketersediaan dana bagi proyek-proyek monumentalnya, Sukarno—yang sudah meletakkan Bank Indonesia di bawah kuasa pemerintah—memerintah bank sentral itu untuk terus mencetak uang. 

 

Akibatnya jelas, uang beredar terlalu banyak dan inflasi terjadi. Pada periode ini, ekonom-ekonom penting seperti Sumitro Djojohadikusumo sudah tidak ada dalam jajaran pemerintahan.

Krisis Mencapai Kota 

Di tengah krisis ekonomi yang panjang, persaingan antara kelompok militer dan golongan komunis terus meruncing. Puncaknya, terjadi insiden berdarah dini hari 1 Oktober 1965. Perwira-perwira tinggi Angkatan Darat (AD) dibunuh. 

Dalam Hari-hari yang Panjang, 1963–1966 (2000), Sulastomo berkisah bahwa kenaikan harga barang bermain pula di latar belakang menyandingi krisis politik yang menanjak akibat peristiwa berdarah itu. Kenaikan harga sebenarnya sudah mulai terasa di wilayah non-perkotaan sejak 1963. 

Namun, efek inflasi baru dirasakan perkotaan agak lebih terlambat. Mahasiswa merasakan lonjakan harga ketika harga makanan dan transportasi umum meningkat. Akhirnya, ketika krisis mencapai kota, mahasiswa turun ke jalan. 

Pada tanggal 10 Januari 1966, mahasiswa melakukan demonstrasi dan menyuarakan tiga tuntutan yang populer dengan nama Tri Tuntutan Rakyat (Tritura): pembubaran PKI, perombakan kabinet, dan penurunan harga bahan pangan. Pembubaran PKI ditolak secara prinsip oleh Presiden Sukarno. 

Resistensi ini dilawan mahasiswa dengan terus menggelorakan aksi. Pada bulan yang sama, Wakil Perdana Menteri Johannes Leimena sempat memanggil pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke rumahnya di Jalan Teuku Umar. Ia mengkhawatirkan aksi mahasiswa Universitas Indonesia yang menurutnya sudah ada dalam tahap yang membahayakan. 

Leimena meminta HMI untuk membantu menjaga keselamatan para demonstran dan meredakan ketegangan. Namun, korban tak terelakkan. Mahasiswa Fakultas Kedokteran UI, Arief Rahman Hakim, tewas tertembak peluru saat berdemo di depan istana. 

 

Arief baru pertama kali itu turun ke jalan dan di tengah situasi yang tidak terkendali, ia kalah sigap dengan kawan-kawan mahasiswa lainnya yang segera menunduk. Korban lain yang jatuh adalah wartawan Surat Kabar Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Zainal Zakse. Arief Rahman Hakim tewas di depan Monumen Nasional, sedangkan Zainal Zakse tewas oleh bayonet di Medan Merdeka Barat.

Pesta Sukarno dan Dokumenter yang Janggal 

Yang mengejutkan, dua hari setelah kematian mahasiswa, lewat liputan jurnalis Amerika Serikat dari National Broadcasting Company (NBC), Ted Yates, kita dapat melihat bahwa Sukarno masih mengadakan sebuah pesta kebun (garden party) seperti tidak terjadi apa-apa. Pesta kemungkinan diadakan pada tanggal 26 Februari 1966. 

Di luar narasi dari Yates yang terdengar sangat propagandis, rekaman video singkat yang jadi bagian dokumenter itu menunjukkan secara jelas adanya pesta yang dihadiri tamu orang-orang kulit putih dan beberapa delegasi dari Tiongkok. 

Dari sisi Indonesia, terlihat istri dari menteri luar negeri yang baru diangkat, Adam Malik, serta tentu saja Sukarno sendiri. Pesta dengan dansa-dansi di taman istana itu dilakukan di tengah aksi protes mahasiswa yang masih terus berlanjut hingga bulan Maret 1966. 

Sioe Yao Kan dalam tulisan “Het nummer op de gele Universitas Indonesia jacket” (2017) dengan cermat mengkritisi narasi yang digunakan Yates. Jurnalis Amerika Serikat itu menyebut dalam dokumenter bahwa Adam Malik adalah “salah satu musuh terbesar Sukarno”. 

Padahal, kenyataan bahwa Adam Malik memiliki hubungan dengan Central Intelligence Agency (CIA) sama sekali tidak diketahui pada 1967, saat dokumenter itu dibuat dan diluncurkan. Orang Indonesia sendiri sama sekali tidak akan berpikir bahwa Adam Malik merupakan musuh Sukarno. 

Ia baru saja diangkat Sukarno. Secara tidak langsung, kita bisa mengira bahwa Yates pastilah menerima informasi ini dari dalam pemerintahan Amerika Serikat. Ini menguatkan pandangan bahwa dokumenter Yates bukanlah dokumenter jurnalistik murni. 

Dokumenter ini berjalan beriringan dengan propaganda Amerika Serikat yang kepentingan utamanya pada periode itu adalah semangat antikomunis. (R-03)

Editor: Muthi Haura
Sumber: tirto.id
Tags :SabangMeraukeNews.comSabangMeraukeBung Karno

BERITA TERKAIT :

  • Gibran dan Rocky Gerung Bertemu, Apa Kabar Cebong-Kampret?

    Gibran dan Rocky Gerung Bertemu, Apa Kabar Cebong-Kampret?

    Politik •
    24/09/2022 ❘ 15:41 WIB
  • SPBU Swasta Turun Harga, Cek Daftar Lengkapnya Disini!

    SPBU Swasta Turun Harga, Cek Daftar Lengkapnya Disini!

    Ekonomi •
    24/09/2022 ❘ 15:39 WIB
  • HMI Tuding DPRD Kuansing Tidur, Tak Peduli Dugaan Penyimpangan Dana Pacu Jalur

    HMI Tuding DPRD Kuansing Tidur, Tak Peduli Dugaan Penyimpangan Dana Pacu Jalur

    Sport •
    24/09/2022 ❘ 14:21 WIB
  • Biaya Perbaikan Jembatan Pedamaran Rp 30 Miliar, Perusahaan Ponton Penabrak Cuma Bayar Rp 500 Juta: Langkah Hukum?

    Biaya Perbaikan Jembatan Pedamaran Rp 30 Miliar, Perusahaan Ponton Penabrak Cuma Bayar Rp 500 Juta: Langkah Hukum?

    Nasional •
    24/09/2022 ❘ 12:45 WIB
  • Sri Mulyani Pamer Ekonomi Indonesia Tangguh Hadapi Pandemi Covid-19: Negara G20 Belum Pulih!

    Sri Mulyani Pamer Ekonomi Indonesia Tangguh Hadapi Pandemi Covid-19: Negara G20 Belum Pulih!

    Ekonomi •
    24/09/2022 ❘ 12:27 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    25/05/2026  ❘  14:20 WIB
  • Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    22/05/2026  ❘  14:22 WIB
  • Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    21/05/2026  ❘  23:36 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan