Survei Terbaru Ungkap 49 Persen Publik Merasa Kondisi Ekonomi Indonesia Buruk
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News – Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkap sinyal kuat terkait persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional. Hampir separuh publik atau 49,4 persen menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam keadaan buruk hingga sangat buruk.
Temuan tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan lonjakan tajam dibandingkan hasil survei pada akhir 2025. Persepsi negatif terhadap perekonomian kini menjadi pandangan dominan di tengah masyarakat.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan hanya sebagian kecil masyarakat yang memandang kondisi ekonomi nasional secara positif.
"Hanya sekitar 15,7 persen warga yang melihat kondisi ekonomi nasional secara positif. Sebaliknya, sekitar separuh masyarakat, 49,4 persen, menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk," ujar Deni Irvani, Minggu (26/7/2026).
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 37,9 persen responden menyatakan kondisi ekonomi nasional dalam keadaan buruk. Sementara 11,5 persen lainnya menilai sangat buruk. Jika digabungkan, totalnya mencapai 49,4 persen.
Di sisi lain, sebanyak 33,9 persen responden menganggap kondisi ekonomi berada pada tingkat biasa saja. Adapun hanya 15,7 persen yang menilai kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan baik.
Menurut Deni, tingginya angka tersebut menunjukkan persepsi negatif terhadap kondisi ekonomi bukan lagi dirasakan oleh kelompok tertentu, melainkan telah menjadi pandangan mayoritas masyarakat.
Survei SMRC juga mencatat tren peningkatan penilaian negatif yang sangat signifikan dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir.
Pada survei November 2025, warga yang menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk masih berada di angka 22,7 persen. Angka itu kemudian meningkat menjadi 31,7 persen pada survei Februari-Maret 2026.
Memasuki survei Juli 2026, persentasenya kembali melonjak hingga mencapai 49,4 persen, atau hampir setengah dari total responden.
Survei ini dilaksanakan pada 5 hingga 19 Juli 2026 dengan melibatkan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih sebagai populasi penelitian.
Sebanyak 749 responden dipilih secara acak melalui metode random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dan wawancara melalui telepon.
SMRC menyebut hasil survei memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen, sehingga dianggap mampu menggambarkan kecenderungan persepsi publik terhadap kondisi ekonomi nasional saat ini. (R-03)

