Prabowo Angkat Politisi Gerindra Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang, Ini Profilnya
Sudaryono saat mendampingi Prabowo Subianto dalam kampanye Pilpres 2024. Foto: Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Presiden Prabowo Subianto mengangkat Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengisi jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Politisi Partai Gerindra ini menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
"Bapak Presiden memutuskan pengganti Kepala BGN, yakni Bapak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian," kata Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan pelantikan dijadwalkan berlangsung hari ini pukul 15.00 WIB. Menurut dia, Sudaryono akan menjabat sebagai Kepala BGN definitif dan tidak akan merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Prasetyo mengatakan Prabowo memilih Sudaryono karena sejak awal terlibat dalam penyusunan konsep dan pembahasan teknis Program Makan Bergizi Gratis.
"Beliau juga bersama-sama kami berdiskusi dan menggagas bagaimana teknis pelaksanaan program tersebut," ujarnya.
Selain itu, pengalaman Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian dinilai menjadi nilai tambah karena pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berkaitan erat dengan penyediaan bahan baku pangan.
Menurut Prasetyo, Kementerian Pertanian selama ini menjadi bagian dari ekosistem penyediaan bahan pangan bagi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis sehingga pengalaman Sudaryono dinilai mendukung pelaksanaan tugasnya sebagai Kepala BGN.
Profil Sudaryono
Dikutip dari beragam sumber, Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar, lahir di Grobogan, tepatnya di sebuah dusun bernama Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, 23 Januari 1985. Dia merupakan anak semata wayang dari Yahyo, ayahnya, dan Suwarni, ibunya. Ayahnya berprofesi sebagai petani.
Sudaryono merupakan lulusan kampus ternama di Jepang, yakni National Defense Academy of Japan pada 2004-2009. Dia mendapatkan program beasiswa untuk kuliah di Negeri Sakura tersebut.
Ia mengawali kariernya dari 2014 sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy, kemudian dipercaya menjadi CEO Garuda TV pada 2018. Selanjutnya, ia juga menjadi CEO PT Nusantara Telematics System sejak 2019, dan Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma sejak 2020.
Selain kepemimpinan di dunia profesional yang digelutinya, dia juga aktif pada organisasi sosial. Sejak 2021, Sudaryono menjabat Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ketua Dewan Pembina DPP Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA), CEO Garuda TV dan CEO PT Indonesian Defense and Security Technologies.
Di politik, Sudaryono sempat menjadi Wakil Sekretaris DPP Partai Gerindra sebelum diangkat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah. Sudaryono kemudian dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) menggantikan Harvick Hasnul Qolbi pada Juli 2024 oleh Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Ia kemudian kembali ditunjuk dan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertanian di Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024.
Sebelumnya, kabar mengejutkan datang lingkaran Istana Negara. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengundurkan diri.
Nanik disebut sudah berpamitan dengan Presiden Prabowo Subianto untuk meninggalkan jabatannya. Nanik beralasan akan menjalani pengobatan jantung.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," tulis Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan Dirgayuza Setiawan dalam akun Instagram resminya dikutip, Rabu (22/7/2026).
Pengunduran diri Nanik S Deyang ini berlangsung di tengah pengusutan kasus dugaan korupsi yang sebelumnya telah menjerat mantan Kepala BGN Dadan Hindayana. Selain itu, dua mantan Wakil Kepala BGN yakni Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusing juga telah ditahan dalam kasus yang sama. Nanik merupakan Kepala BGN yang menggantikan Dadan Hindayana.
Dirgayuza mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Nanik, di mata Digayuza, selalu peduli terhadap kehidupan masyarakat kecil.
"Lebih dari satu dekade saya melihat satu hal yang tidak pernah berubah darinya: ia tidak bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan," ujarnya.
Selain itu, Dirgayuza bercerita sosok Nanik yang mengungkap kasus BMI Wilfrida Soik kepada Presiden Prabowo Subianto hingga kemudian Wilfrida dibela dari ancaman hukuman mati di Malaysia.
"Bu Nanik pula yang mengusulkan program becak listrik untuk para pengayuh becak lanjut usia," imbuhnya. (R-03)

