Usai Mundur dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Bantah MBG Bermuatan Politis: Bukan untuk Pemilu 2029
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News – Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukanlah program bermuatan politik ataupun disiapkan untuk kepentingan Pemilu 2029.
Pernyataan itu disampaikan Nanik melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Selasa (22/7), bertepatan dengan pengumuman pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN.
Nanik membantah anggapan bahwa jutaan penerima manfaat MBG dipersiapkan sebagai basis politik menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, mayoritas penerima program tersebut merupakan balita hingga siswa sekolah dasar yang secara usia belum memiliki hak pilih pada pemilu mendatang.
"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos. Jadi kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama-sama bisa menerima program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita," tulis Nanik.
Ia menegaskan tujuan utama MBG adalah memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia sebagai investasi untuk menciptakan generasi emas di masa depan.
Selain itu, Nanik menilai pelaksanaan MBG telah memberikan dampak ekonomi yang luas. Menurutnya, program tersebut tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian di tingkat bawah.
Ia mencontohkan, saat program MBG dihentikan sementara selama tiga pekan akibat libur sekolah, petani, peternak, hingga pedagang pasar merasakan penurunan permintaan yang berdampak pada anjloknya harga hasil produksi mereka.
"Terbukti kemarin tiga minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. Demikian juga pedagang di pasar juga sampai harus membuang-buang sayur dan buahnya," ujarnya.
Sebelumnya, Nanik mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN dengan alasan kesehatan. Ia mengaku telah menyampaikan langsung keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dan meminta izin untuk menjalani pengobatan di luar negeri.
Menurut Nanik, Presiden Prabowo menyetujui pengunduran dirinya setelah mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik mengungkapkan Presiden masih menginginkannya tetap terlibat dalam pengawasan lembaga tersebut. Ia menyebut terdapat rencana pembentukan Dewan Pengawas BGN dan dirinya diminta menjadi ketuanya.
Nanik S Deyang dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 8 Juni 2026 menggantikan Dadan Hindayana. Dadan sebelumnya dicopot dari jabatan tersebut setelah tersangkut dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis dan kini telah berstatus tersangka. (R-05)

