Hujan Lebat Diprakirakan Terjadi di Riau hingga Dini Hari, Hotspot Terpantau 17 Titik
Ilustrasi
RIAU, SabangMerauke News - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada Minggu (19/7/2026).
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Gita Dewi S., mengatakan cuaca pada pagi hari didominasi udara kabur hingga cerah berawan.
Memasuki siang hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan mulai terjadi di sejumlah daerah.
"Pada siang hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, dan Kota Pekanbaru," ujarnya.
BMKG memprakirakan pada sore hingga malam hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kota Pekanbaru.
Sementara pada dini hari, hujan diprakirakan kembali mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kota Pekanbaru.
"Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, dan Kota Pekanbaru hingga dini hari," jelasnya.
Suhu udara di Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat laut dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.
"Di wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah. Meski demikian, masyarakat yang beraktivitas di laut tetap diimbau memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar," jelasnya.
Sementara itu, hasil pemantauan hotspot hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 373 titik panas di Pulau Sumatera. Sebaran terbanyak berada di Bangka Belitung dengan 101 titik. Kemudian, disusul Sumatera Selatan 148 titik, Jambi 44 titik, Lampung 32 titik, Provinsi Riau 17 titik, Aceh 12 titik, Sumatera Barat sembilan titik, Sumatera Utara empat titik, Bengkulu tiga titik, dan Kepulauan Riau tiga titik.
Di Provinsi Riau, sebanyak 17 hotspot tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu 10 titik, Kabupaten Indragiri Hilir empat titik, dan Kabupaten Bengkalis tiga titik.
"Di Provinsi Riau terpantau 17 titik panas yang tersebar di tiga kabupaten. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan agar dapat segera ditangani," kata Gita Dewi S. (R-05)

