Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan
Antrean kendaraan bermotor di sebuah SPBU di Medan. (sumber: istimewa)
SUMUT, SabangMerauke News – Jalur akses SPBU di Kota Medan kini penuh kendaraan berbaris panjang. Beberapa lokasi penjualan bahkan berhenti melayani pembelian sejak Selasa siang. Warga terpaksa berputar-putar berjam-jam demi mendapatkan satu liter bahan bakar.
SPBU di Jalan Williem Iskandar dan Simpang Yos Sudarso tutup total hari ini. Stok di lokasi tersebut sudah kosong dan belum ada pengiriman baru. Petugas di lokasi hanya bisa membiarkan gerbang tertutup rapat.
"Tangki kosong, kiriman belum datang. Belum tahu kapan bisa melayani lagi," ujar salah satu petugas. Lokasi lain masih buka namun hanya menyisakan jenis Pertamax. Pengendara yang mencari Pertalite dipersilakan pergi ke tempat lain.
Kondisi serupa terlihat di SPBU Jalan Putri Hijau sejak sore tadi. Barisan kendaraan membentang hingga ke pinggir jalan raya utama. Banyak pengendara memilih berbalik arah karena tak sanggup menunggu lama.
Ada pengendara yang mendorong motornya sendiri hingga ke lokasi. Kendaraan mogok di tengah jalan setelah berkeliling mencari persediaan. Lokasi lain seperti Bilal dan Glugur juga dilaporkan sudah kosong.
"Sudah keliling dari tadi pagi. Motor mati di jalan, untung sampai sini," kata pengendara tersebut. Ia menyebut hal ini belum pernah terjadi selama ia tinggal di Medan. Banyak warga yang kini bingung mencari tempat pengisian yang masih beroperasi.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution akhirnya buka suara soal kejadian ini. Keterangan resmi diterima langsung dari pihak manajemen Pertamina. Masalah tak berpusat pada ketersediaan bahan bakar di gudang utama.
"Persediaan BBM aman, yang terhenti justru pengemudi pengantarnya," jelas Bobby. Terjadi pemberhentian massal sopir truk tangki yang bertugas. Armada pengangkut tidak bisa berjalan tanpa pengemudi yang memadai.
Pemerintah provinsi segera berkoordinasi dengan pihak keamanan. Personel TNI dan Polri diminta membantu mengemudikan truk sementara. Langkah ini diambil sampai proses rekrutmen sopir baru selesai berjalan.
"Kami siapkan pengemudi dari unsur TNI dan Polri mulai malam ini," tambahnya. Tim juga menjaga keamanan jalur pengiriman agar berjalan lancar. Pertamina tinggal menghitung jumlah tenaga tambahan yang dibutuhkan.
Bobby meminta agar masalah internal perusahaan tak melumpuhkan warga. Wajib bagi pihak pengelola memberi tahu publik lebih awal. Keributan baru bisa dihindari jika informasi disampaikan sejak awal.
"Urusan perekrutan menjadi ranah penuh Pertamina, kami tak ikut campur," ujarnya. Dampak gangguan jangan sampai dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Pihaknya kecewa masalah baru diketahui setelah kekacauan terjadi.
Kekosongan stok Pertalite mulai terdeteksi sejak hari Senin lalu. SPBU di Jalan Lau Dendang dan Simpang Selayang tutup lebih dulu. Pegawai di sana menyebut tangki sudah kosong sejak pukul delapan pagi.
Antrean kini menyebar ke SPBU Cemara Asri hingga Simpang Krakatau. Warga berdatangan dari berbagai penjuru kota membawa kendaraan mereka. Ketidakpastian jadwal pengiriman membuat suasana makin tegang.
Pertamina Patra Niaga Sumbagut menyampaikan penjelasan terkait kondisi ini. Terjadi penyesuaian operasional di terminal bahan bakar Medan. Penyaluran dilakukan secara bertahap ke seluruh titik penjualan.
"Distribusi diatur seimbang agar setiap wilayah tetap terlayani," kata Rafly Masyal Donta. Ia menjamin kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Cadangan di gudang cukup untuk memenuhi permintaan seluruh wilayah.
Penyesuaian ini berdampak pada kecepatan pengiriman ke lokasi. Beberapa SPBU harus menunggu giliran pengisian tangki baru. Warga diimbau tak bergegas memborong bahan bakar di titik yang ada.
Pihak kepolisian kini mengawasi jalur pengiriman dari terminal. Setiap truk yang berangkat didampingi petugas keamanan tambahan. Proses pemeriksaan keberangkatan dipercepat agar kiriman tak tertunda.
Sopir pengganti dari unsur keamanan sudah memahami rute perjalanan. Mereka juga dilengkapi izin sementara untuk mengemudikan kendaraan berat. Pertamina berjanji mempercepat pelatihan calon sopir baru agar tak bergantung lama.
Pemprov Sumut akan memantau perkembangan penyaluran setiap jam. Jika gangguan berlanjut, bantuan tenaga akan ditambah lagi jumlahnya. Warga diharapkan kembali tenang dan mengisi bahan bakar sesuai kebutuhan. R-02

