Ini Sebaran 12 Kota Satelit Baru yang Mau Dibangun Prabowo, Tak Ada di Riau
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News – Pemerintah mulai mematangkan rencana pembangunan 12 kota satelit baru di berbagai wilayah Indonesia sebagai langkah mempercepat penyediaan hunian sekaligus mengurangi backlog perumahan nasional. Dari daftar lokasi yang telah disiapkan, Provinsi Riau dipastikan belum masuk dalam proyek strategis tersebut.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan data lahan untuk pembangunan kota satelit yang masing-masing memiliki luas minimal sekitar 200 hektare.
"Rata-rata satu kota minimal 200 hektare," ujar Nusron usai bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026).
Menurut Nusron, pembangunan kota satelit merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi tingginya kebutuhan rumah masyarakat. Selain membangun rumah susun, pemerintah juga ingin menciptakan kawasan permukiman baru yang terintegrasi dengan pusat ekonomi.
Sebanyak 12 titik kota satelit telah dipetakan dan tersebar di sejumlah provinsi.
Wilayah yang masuk dalam daftar tersebut meliputi:
- Sumatera Utara
- Sumatera Selatan
- Lampung
- Banten
- Jawa Barat (Bogor dan Bandung Barat)
- Jawa Tengah (Batang)
- Jawa Timur (Mojokerto dan Pasuruan)
- Kalimantan Barat
- Sulawesi Selatan
Sementara itu, pemerintah juga masih melakukan verifikasi terhadap tiga usulan lokasi tambahan, yakni di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Dari lokasi-lokasi itu, ada yang merupakan tanah negara dan ada juga eks Hak Guna Bangunan (HGB) swasta yang tidak diperpanjang sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembangunan," jelas Nusron.
Meski banyak provinsi di Sumatera memperoleh alokasi kota satelit baru, Riau belum termasuk dalam daftar lokasi yang disiapkan pemerintah..
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan rencananya membangun kota-kota baru dengan konsep hunian vertikal berskala besar.
"Kita akan bikin kota-kota baru. Tiap kota mungkin terdiri dari 100 ribu rumah, rumah susun 100 ribu," kata Prabowo dalam acara yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada 1 Mei 2026.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan pembangunan kota satelit bertujuan menyediakan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga kelompok berpenghasilan menengah.
Ia menyebut pemerintah sebelumnya telah mengantongi data awal untuk pengembangan kota baru di sejumlah daerah seperti Tangerang, Bogor, Batang, Deli Serdang, Kubu Raya, serta beberapa wilayah lain di Jawa Timur.
Program kota satelit tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengurangi backlog perumahan nasional sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan kawasan permukiman baru yang modern dan terintegrasi. (R-03)

