Piala Dunia 2026
Merino Menghukum Belgia, Spanyol Melaju dan Menantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Aksi Lamine Yamal di laga Spanyol vs Belgia, perempat final Piala Dunia 2026 (sumber: AP Photo/Andre Penner)
AMERIKA SERIKAT, SabangMerauke News – Spanyol kembali menunjukkan mental juara ketika tekanan mencapai puncaknya. Belgia memberi perlawanan keras sepanjang pertandingan. Namun, satu kesalahan kecil mengubah seluruh arah laga.
La Furia Roja memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026. Mereka menaklukkan Belgia dengan skor tipis 2-1. Kemenangan itu membuka jalan menghadapi Prancis pada babak empat besar.
Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Spanyol langsung menguasai bola melalui permainan pendek. Belgia memilih menunggu sambil membangun serangan balik cepat.
Lamine Yamal menjadi mesin ancaman sejak peluit pertama berbunyi. Winger muda itu terus menusuk sisi pertahanan Belgia. Enam percobaannya memaksa lini belakang bekerja tanpa jeda.
Dominasi penguasaan bola perlahan menghasilkan peluang berbahaya. Fabian Ruiz akhirnya memecahkan kebuntuan pada menit ke-30. Ia memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan Thibaut Courtois.
Gol tersebut membuat Spanyol semakin percaya diri. Belgia tetap menjaga disiplin pertahanan. Tim asuhan mereka menunggu celah melalui kecepatan Jeremy Doku.
Kesabaran Belgia akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum. Charles De Ketelaere menyundul umpan silang dengan sangat akurat. Unai Simon gagal menghalau bola menuju gawangnya.
Gol itu mematahkan catatan sempurna pertahanan Spanyol. Untuk pertama kalinya mereka kebobolan sepanjang turnamen. Skor imbang membuat babak kedua semakin terbuka.
Selepas jeda, ritme pertandingan meningkat tajam. Kedua tim saling bertukar tekanan. Peluang lahir hampir setiap beberapa menit.
Yamal kembali menjadi pusat permainan Spanyol. Ia berulang kali memancing pelanggaran lawan. Keberaniannya membuka ruang bagi rekan setim memasuki kotak penalti.
FIFA kemudian memilih Yamal sebagai pemain terbaik pertandingan. Penghargaan itu lahir dari kontribusi besarnya sepanjang laga. Meski tanpa gol, pengaruhnya terasa dalam setiap serangan.
Statistik memperlihatkan dominasi Spanyol sangat jelas. Mereka mencatat 68 persen penguasaan bola. Total 18 tembakan dilepaskan sepanjang pertandingan.
Belgia memang kalah dalam penguasaan permainan. Namun, efektivitas serangan balik tetap mengancam. Kevin De Bruyne beberapa kali membelah pertahanan Spanyol melalui umpan tajam.
Pelatih Spanyol terus mengubah komposisi pemain. Pergantian itu bukan sekadar penyegaran tenaga. Strategi tersebut menjadi kunci menjelang akhir pertandingan.
Mikel Merino kembali dipercaya masuk sebagai supersub. Keputusan itu ternyata menghasilkan dampak besar. Naluri golnya kembali berbicara pada momen paling menentukan.
"Kami terus percaya hingga peluit terakhir berbunyi. Kesabaran selalu membuka peluang," ujar Mikel Merino usai pertandingan.
Di sisi lain, Belgia menerima pukulan berat. Thibaut Courtois mengalami cedera pada babak kedua. Pergantian kiper mengubah keseimbangan pertahanan mereka.
Cedera Courtois mengubah ritme pertandingan secara perlahan. Senne Lammens masuk menggantikan penjaga gawang utama Belgia. Pergantian itu membuka celah yang sebelumnya tertutup rapat.
Spanyol terus menekan tanpa mengendurkan intensitas permainan. Belgia bertahan sambil mencari peluang terakhir. Kedua tim terlihat enggan mengambil risiko berlebihan.
Ketika laga mengarah menuju perpanjangan waktu, drama akhirnya muncul. Pau Cubarsi melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola gagal diamankan sempurna oleh Lammens.
Bola liar memantul tepat di depan Mikel Merino. Gelandang Arsenal itu bergerak tanpa pengawalan berarti. Satu sentuhan sederhana mengubah papan skor menjadi 2-1.
Stadion langsung bergemuruh menyambut gol penentu kemenangan. Para pemain Spanyol berlari memeluk Merino. Belgia hanya terpaku melihat peluang menghilang.
Gol menit ke-88 itu mengulang kisah Merino sebelumnya. Ia juga menjadi penentu kemenangan melawan Portugal. Status supersub kini melekat kuat pada dirinya.
"Pemain pengganti harus selalu siap mengubah pertandingan. Kesempatan tidak datang dua kali," kata Merino.
Belgia mencoba membalas pada sisa pertandingan. Romelu Lukaku hampir menyambar umpan matang di depan gawang. Namun, Aymeric Laporte melakukan sapuan krusial.
Peluang itu menjadi napas terakhir Belgia. Peluit panjang kemudian mengakhiri pertandingan sengit tersebut. Spanyol memastikan langkah menuju semifinal Piala Dunia 2026.
Statistik mempertegas dominasi La Furia Roja sepanjang laga. Mereka melepaskan 18 tembakan sepanjang pertandingan. Belgia hanya mampu menghasilkan lima percobaan.
Delapan tembakan Spanyol mengarah tepat ke gawang. Belgia hanya membukukan dua tembakan tepat sasaran. Angka itu menggambarkan tekanan tanpa henti.
Lamine Yamal kembali tampil luar biasa. Kecepatannya membuat pertahanan Belgia terus bergeser. Ruang kosong akhirnya muncul bagi rekan-rekannya.
Meski gagal mencetak gol, Yamal menjadi pembeda. FIFA memilihnya sebagai Man of the Match. Penghargaan itu lahir dari kontribusi sepanjang pertandingan.
"Penghargaan individu terasa indah. Namun, kemenangan tim jauh lebih penting," ujar Yamal.
Fabian Ruiz juga tampil konsisten sepanjang laga. Ia membuka jalan kemenangan lewat gol pertama. Pergerakannya membuat lini tengah Belgia kesulitan berkembang.
Belgia sebenarnya tampil cukup disiplin sepanjang pertandingan. Charles De Ketelaere memberi harapan melalui gol penyama kedudukan. Jeremy Doku juga beberapa kali merepotkan pertahanan lawan.
Kevin De Bruyne tetap menjadi pengatur irama serangan. Pengalamannya menjaga Belgia tetap kompetitif. Namun, efektivitas penyelesaian akhir belum berpihak.
Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Belgia di turnamen. Mereka pulang setelah memberikan perlawanan sengit. Margin kekalahan hanya ditentukan satu momen kecil.
Sebaliknya, Spanyol melangkah dengan penuh kepercayaan diri. Mental mereka semakin teruji pada fase gugur. Kemenangan dramatis memperkuat keyakinan menuju laga berikutnya.
Lawan yang menunggu bukan sembarang tim. Prancis sudah lebih dahulu mengamankan tiket semifinal. Pertemuan dua raksasa Eropa dipastikan berlangsung panas.
Spanyol membawa modal permainan kolektif yang solid. Prancis datang dengan lini depan sangat tajam. Duel itu berpotensi menjadi final sebelum waktunya.
Pelatih Spanyol kini menghadapi pekerjaan baru. Kebugaran pemain menjadi perhatian utama. Jadwal padat menguras tenaga seluruh skuad.
Merino kembali membuktikan arti kesabaran dalam sepak bola. Ia tidak selalu bermain sejak awal. Namun, kehadirannya sering menentukan hasil akhir.
Piala Dunia 2026 kembali memperlihatkan satu kenyataan menarik. Pertandingan besar sering diputuskan pemain yang datang dari bangku cadangan. Kesempatan kecil mampu mengubah sejarah besar.
Kini Spanyol hanya berjarak satu kemenangan menuju partai final. Belgia harus pulang dengan kepala tetap tegak. La Furia Roja terus menjaga mimpi mengangkat trofi dunia kembali. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Piala Dunia 2026
Mbappe Tempel Messi, Sepatu Emas Piala Dunia Kini Memanas!
-
Piala Dunia 2026
Mesir Gugat FIFA Usai Drama Lawan Argentina, Kontroversi VAR Memanas

