Kisah Kelam Piala Dunia 1994, Andres Escobar Dibunuh Setelah Kolombia Kalah, Diduga Dipicu Taruhan Miliaran
Andres Escobar, bek Tim Nasional Kolombia. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News - Tragedi kelam menyelimuti dunia sepak bola ketika bek tim nasional Kolombia, Andres Escobar, tewas ditembak hanya beberapa hari setelah negaranya tersingkir dari Piala Dunia 1994. Kematian pemain berusia 27 tahun itu diduga berkaitan dengan kekalahan Kolombia yang membuat sejumlah bandar taruhan mengalami kerugian besar.
Saat tampil di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, Kolombia datang dengan status sebagai salah satu favorit. Penampilan impresif pada babak kualifikasi membuat banyak pihak menjagokan mereka melaju jauh di turnamen tersebut.
Namun, harapan itu sirna setelah Kolombia kalah 1-3 dari Rumania pada laga pembuka. Situasi semakin memburuk ketika mereka kembali tumbang 1-2 dari tuan rumah Amerika Serikat pada 22 Juni 1994.
Dalam pertandingan tersebut, Andres Escobar mencetak gol bunuh diri saat berusaha menghalau umpan silang lawan. Gol itu menjadi salah satu penyebab kekalahan Kolombia sekaligus memastikan mereka gagal melangkah ke babak berikutnya.
Mengutip laporan The New York Times, Rabu (8/7/2026), kakak Andres, Santiago Escobar, mengungkapkan bahwa adiknya sangat terpukul setelah insiden tersebut. Escobar merasa menjadi sasaran kritik publik dan khawatir masa depannya sebagai pesepak bola akan hancur.
Padahal saat itu, bek tangguh Atletico Nacional tersebut disebut-sebut tengah menjadi incaran klub raksasa Italia, AC Milan, untuk diproyeksikan sebagai penerus bek legendaris Franco Baresi.
Empat hari setelah kembali ke Kolombia, Andres Escobar menghabiskan malam bersama beberapa rekannya di sebuah klub malam di Kota Medellin.
Saat hendak pulang, ia dihampiri sekelompok pria yang mengejek gol bunuh dirinya di Piala Dunia. Sempat terjadi adu mulut, namun situasi mereda setelah Escobar masuk ke mobilnya.
Tak lama kemudian, terdengar enam kali letusan senjata. Escobar ditembak dari jarak dekat saat berada di kursi kemudi mobilnya.
Kesaksian saksi mata menyebut pelaku bahkan meneriakkan kata "Gol!" setiap kali melepaskan tembakan sebagai bentuk ejekan terhadap gol bunuh diri yang dicetak Escobar di Piala Dunia.
Penyelidikan yang dikutip CBS News mengungkap pelaku penembakan adalah Humberto Munoz Castro, pengawal pribadi dua tokoh yang memiliki hubungan dengan jaringan kriminal di Kolombia.
Munoz mengakui perbuatannya dan dijatuhi hukuman 43 tahun penjara. Namun, ia hanya menjalani sekitar 11 tahun sebelum akhirnya dibebaskan.
Hasil penyelidikan polisi juga menemukan bahwa Santiago Gallon Henao dan Pedro Gallon Henao diduga mengalami kerugian besar akibat memasang taruhan pada penampilan Kolombia di Piala Dunia 1994.
Keduanya diketahui memiliki hubungan dengan La Oficina de Envigado, organisasi kriminal yang merupakan penerus Kartel Medellin yang didirikan gembong narkoba Pablo Escobar.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa pembunuhan Andres Escobar dipicu oleh kemarahan akibat kekalahan taruhan yang berujung pada aksi balas dendam.
Hingga kini, kematian Andres Escobar dikenang sebagai salah satu tragedi paling memilukan dalam sejarah sepak bola dunia. Peristiwa itu menjadi simbol kelam tentang bagaimana olahraga dapat tercampur dengan kekerasan, perjudian, dan kejahatan terorganisasi. (R-05)

