Indonesia Resmi Gandeng India, Rudal BrahMos Masuk Daftar Kesepakatan Strategis
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati 16 kerja sama strategis bilateral. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati 16 kerja sama strategis bilateral. Kesepakatan mencakup sektor pertahanan, teknologi, kesehatan, antariksa, energi, industri, hingga pelestarian budaya. Kontrak sistem rudal jelajah supersonik BrahMos menjadi perhatian terbesar dalam pertemuan tersebut.
Penandatanganan dokumen berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, seusai pertemuan bilateral kedua pemimpin negara. Seluruh kesepakatan diharapkan memperkuat hubungan Indonesia dan India dalam berbagai sektor pembangunan. Langkah tersebut sekaligus memperluas kolaborasi strategis menghadapi tantangan kawasan.
Prabowo menegaskan seluruh kesepakatan segera ditindaklanjuti demi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah menargetkan implementasi berlangsung cepat melalui koordinasi lintas kementerian serta lembaga terkait. “Kami yakin kesepakatan tersebut segera diimplementasikan sehingga memberi hasil dan manfaat nyata,” ujar Prabowo.
Salah satu dokumen penting mencakup kontrak sistem pertahanan rudal jelajah supersonik BrahMos. Kontrak ditandatangani antara perusahaan BrahMos bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Kesepakatan tersebut memperkuat modernisasi alat utama sistem persenjataan nasional.
Indonesia dan India juga memperluas kolaborasi industri pertahanan melalui pengembangan rudal udara-ke-udara. Perjanjian ditandatangani Bharat Dynamics bersama Republic Corp dalam kerja sama teknologi strategis. Langkah tersebut membuka peluang penguatan kemampuan industri pertahanan nasional.
Bidang antariksa memperoleh perhatian melalui perpanjangan kerja sama BRIN bersama Indian Space Research Organisation. Kolaborasi difokuskan pada eksplorasi serta pemanfaatan antariksa untuk kepentingan damai. Program riset diharapkan menghasilkan inovasi mendukung pembangunan nasional.
Kerja sama maritim turut diperpanjang melalui protokol keselamatan dan keamanan kawasan perairan. Kedua negara juga menyepakati kolaborasi penanggulangan bencana menghadapi berbagai ancaman alam. Sinergi tersebut memperkuat kapasitas respons darurat pada masa mendatang.
Sektor industri mendapat dukungan melalui kerja sama mineral serta teknologi rantai pasok baja. Steel Authority of India menjalin kemitraan strategis bersama PT Krakatau Steel. Kolaborasi tersebut diharapkan meningkatkan daya saing industri nasional.
Kesepakatan lain meliputi sektor kesehatan, pertanian, telekomunikasi, regulasi produk medis, serta penelitian teknologi. Indonesia dan India juga memperkuat kerja sama pengelolaan teknologi penyelenggaraan pemilu modern. Kolaborasi pendidikan melibatkan Indian Institute of Management Bangalore bersama PT Inteligensia Grahatama.
Pelestarian budaya turut menjadi bagian penting hubungan kedua negara melalui konservasi Kompleks Candi Prambanan. Letter of Intent ditandatangani sebagai dasar restorasi situs bersejarah tersebut secara berkelanjutan. Program tersebut memperkuat hubungan budaya Indonesia dan India.
Kemitraan mineral juga diperkuat melalui kerja sama lembaga pengembangan material nonferrous bersama perusahaan nasional. Kolaborasi tersebut mendukung pengembangan teknologi pengolahan sumber daya mineral bernilai tambah tinggi. Pemerintah berharap investasi industri meningkat melalui transfer teknologi.
Rangkaian kesepakatan mencerminkan komitmen Indonesia dan India memperluas kemitraan strategis jangka panjang. Pemerintah optimistis implementasi seluruh dokumen menghasilkan manfaat ekonomi, teknologi, serta keamanan nasional. Hubungan bilateral kedua negara diproyeksikan semakin kuat menghadapi dinamika global.(R-04)

