Ternyata Cuma 3 Makanan Ini yang Baik untuk Ginjal, Nomor 2 Sering Ada di Dapur
Mentimun. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News - Ginjal merupakan salah satu organ vital yang bekerja tanpa henti menyaring racun dari dalam darah. Menjaga kesehatan ginjal sejak dini menjadi langkah penting agar organ ini tetap berfungsi optimal. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi makanan yang mendukung kesehatan ginjal.
Seorang chiropractor sekaligus penulis nutrisi, Dr. Eric Berg, mengungkapkan ada tiga jenis makanan yang dinilai mampu membantu menjaga sekaligus meningkatkan fungsi ginjal. Ketiga makanan tersebut juga mudah ditemukan dan bisa dikonsumsi sehari-hari.
Dikutip dari Times of India, Minggu (5/7/2026), berikut tiga makanan yang baik untuk kesehatan ginjal.
1. Mentimun
Mentimun menjadi salah satu makanan yang direkomendasikan karena memiliki kandungan air mencapai 95 persen. Kandungan air yang tinggi membantu tubuh tetap terhidrasi sehingga ginjal lebih mudah membuang limbah metabolisme, seperti kreatinin dan asam urat.
Selain itu, mentimun juga termasuk sayuran rendah kalori sehingga aman dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat tanpa khawatir meningkatkan asupan kalori harian.
2. Lemon
Lemon dikenal memiliki kandungan asam sitrat yang bermanfaat untuk membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Asam sitrat bekerja dengan mengikat kalsium dalam urine sehingga mengurangi risiko terbentuknya kristal batu ginjal.
Mengonsumsi air perasan lemon secara rutin juga disebut dapat membantu menurunkan kadar asam urat yang berlebihan, sehingga dapat mengurangi beban kerja ginjal.
3. Peterseli
Peterseli atau parsley juga masuk dalam daftar makanan yang baik untuk ginjal. Tanaman herbal ini memiliki sifat diuretik yang membantu meningkatkan produksi urine sehingga racun dalam tubuh lebih mudah dikeluarkan.
Peterseli mengandung berbagai senyawa antioksidan seperti apigenin, luteolin, dan quercetin yang memiliki sifat antiinflamasi. Senyawa tersebut diyakini membantu melindungi jaringan ginjal dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Sebuah penelitian pada 2024 melaporkan bahwa peterseli berpotensi meningkatkan fungsi ginjal, memperbaiki biomarker metabolik, serta menghambat pertumbuhan sejumlah bakteri dan jamur. Penelitian tersebut juga menunjukkan peterseli berpotensi membantu mencegah gangguan ginjal dan penyakit kronis yang berkaitan dengan peradangan.
Sementara itu, studi lain pada 2017 yang dilakukan terhadap tikus dengan batu ginjal menemukan bahwa pemberian peterseli mampu menurunkan ekskresi kalsium dan protein dalam urine, meningkatkan pH urine, serta memperbanyak frekuensi buang air kecil.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi makanan sehat sebaiknya tetap dibarengi dengan pola hidup sehat, cukup minum air putih, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan medis apabila mengalami keluhan pada ginjal. Bagi penderita penyakit ginjal kronis, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan sebelum mengubah pola makan. (R-05)

