Jelang Lawan Argentina, Kapten Cape Verde Ryan Mendes Terseret Dugaan Pemerkosaan
Kapten tim Ryan Mendes sedang diselidiki polisi Selandia Baru terkait dugaan pemerkosaan. Foto : Istimewa
SELANDIA BARU, SabangMerauke News - Perjalanan mengejutkan Cape Verde menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026 mendapat ujian berat. Kapten tim Ryan Mendes sedang diselidiki polisi Selandia Baru terkait dugaan pemerkosaan. Kasus tersebut mencuat beberapa hari sebelum Blue Sharks menghadapi Argentina pada fase gugur.
Keberhasilan Cape Verde menembus fase gugur berubah menjadi sorotan akibat kasus hukum Ryan Mendes. Penyerang berusia 36 tahun itu dilaporkan terseret dugaan pemerkosaan saat mengikuti turnamen persahabatan di Auckland. Insiden disebut terjadi pada akhir Maret 2026.
Media Brasil O Globo melaporkan dugaan tindak pidana berlangsung di sebuah hotel Auckland. Korban merupakan penerjemah asal Brasil yang bertugas mendampingi kontingen Cape Verde selama turnamen. Laporan tersebut memicu penyelidikan aparat kepolisian Selandia Baru.
Korban mengaku mengalami kekerasan fisik sebelum dugaan pemerkosaan terjadi di kamar hotel. Mendes disebut mencekik, memukul, menggigit, kemudian melakukan kekerasan seksual terhadap korban. Suami korban kemudian ikut melaporkan peristiwa tersebut kepada federasi Cape Verde serta FIFA.
Korban turut menyerahkan dokumentasi luka sebagai bagian pelaporan resmi kepada otoritas terkait. Pemeriksaan medis forensik menemukan memar pada leher, payudara, bibir, kulit kepala, bokong, serta area genital. Temuan tersebut memperkuat proses penyelidikan kepolisian Selandia Baru.
Korban berharap Ryan Mendes dicoret dari skuad Cape Verde menjelang Piala Dunia 2026. Federasi Cape Verde justru mengirim balasan melalui WhatsApp terkait laporan tersebut. Pesan itu menyebut, “Kasus tersebut merupakan urusan pribadi Ryan Mendes, bukan federasi.”
Laporan resmi kemudian masuk ke kepolisian Selandia Baru pada 10 April 2026. Korban telah menjalani pemeriksaan di klinik khusus penanganan kekerasan seksual sebelum membuat laporan. Seluruh dokumen medis menjadi bagian penting penyelidikan perkara.
Federasi Sepak Bola Selandia Baru juga melaporkan kasus tersebut kepada FIFA pada Mei 2026. Kepala Eksekutif Badan Sepak Bola Oseania, Andrew Pragnell, memastikan perkembangan perkara terus dipantau. Pragnell mengatakan, “FIFA telah mengetahui persoalan ini melalui saluran lain dan terus memantau proses hukumnya.”
Hingga kini Federasi Sepak Bola Cape Verde belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyelidikan tersebut. Ryan Mendes juga belum menyampaikan tanggapan kepada publik terkait tuduhan tersebut. Proses hukum masih berlangsung di Selandia Baru.
Jika terbukti bersalah, Ryan Mendes menghadapi ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara sesuai hukum Selandia Baru. Ancaman tersebut menjadi perhatian menjelang pertandingan penting Cape Verde di fase gugur. Status hukumnya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Ryan Mendes merupakan legenda sepak bola Cape Verde dengan catatan 101 penampilan internasional. Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah negaranya melalui koleksi 22 gol. Pada fase grup Piala Dunia 2026, Mendes tampil menghadapi Spanyol, Uruguay, serta Arab Saudi.
Cape Verde mencetak sejarah setelah lolos sebagai runner-up Grup H Piala Dunia 2026. Blue Sharks menahan Spanyol tanpa gol dan bermain imbang melawan Uruguay sebelum melaju. Tim asuhan Bubista dijadwalkan menghadapi juara bertahan Argentina pada babak 32 besar, Sabtu, 4 Juli 2026 WIB.(R-04)

