Fakta Mengejutkan SPMB Pekanbaru 2026, Jalur Prestasi Minim Peminat, Jalur Domisili Kelebihan Kuota
Ilustrasi
RIAU, SabangMerauke News – Persaingan masuk SMP Negeri di Kota Pekanbaru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menunjukkan fenomena yang mencolok. Jalur domisili menjadi pilihan utama masyarakat hingga jumlah pendaftarnya melampaui kuota yang tersedia. Sebaliknya, berbagai jalur prestasi justru sepi peminat dan masih menyisakan banyak kursi yang belum terisi.
Berdasarkan data dari laman resmi SPMB SMPN Kota Pekanbaru hingga Sabtu (27/6/2026), jalur domisili mencatat 8.301 pendaftar, sementara kuota yang disediakan hanya 7.533 kursi. Kondisi ini membuat persaingan di jalur tersebut berlangsung sangat ketat karena jumlah pendaftar telah melebihi daya tampung.
Dominasi jalur domisili memperlihatkan bahwa sebagian besar orang tua masih menjadikan faktor kedekatan tempat tinggal dengan sekolah sebagai pertimbangan utama dalam memilih sekolah negeri bagi anak-anak mereka.
Berbeda dengan jalur domisili, sejumlah jalur lainnya justru belum mampu memenuhi kuota yang telah disiapkan. Bahkan, jalur prestasi akademik berdasarkan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi jalur dengan peminat paling sedikit.
Data menunjukkan, dari kuota 323 kursi yang tersedia, pendaftarnya hanya 22 orang. Angka tersebut menjadi yang terendah dibandingkan seluruh jalur penerimaan yang dibuka pada SPMB tahun ini.
Kondisi serupa juga terjadi pada jalur prestasi akademik menggunakan nilai rapor. Jalur ini hanya diikuti 704 pendaftar, sementara kuota yang tersedia mencapai 1.486 kursi. Artinya, masih banyak daya tampung yang belum terisi.
Tidak hanya itu, jalur prestasi nonakademik juga belum diminati secara maksimal. Dari kuota 2.234 kursi, jumlah pendaftarnya baru mencapai 476 orang.
Sementara itu, jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi peserta didik dari keluarga tertentu juga belum memenuhi kuota. Tercatat sebanyak 1.478 siswa mendaftar, sedangkan kuota yang tersedia mencapai 3.089 kursi.
Begitu pula pada jalur mutasi yang diperuntukkan bagi perpindahan tugas orang tua atau wali. Jalur tersebut hanya menerima 224 pendaftar, jauh di bawah kuota sebanyak 777 kursi.
Perbedaan jumlah pendaftar yang cukup mencolok antara jalur domisili dan jalur lainnya memperlihatkan adanya kecenderungan masyarakat lebih memilih jalur domisili sebagai peluang utama untuk masuk SMP Negeri.
Di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi gambaran bahwa berbagai jalur prestasi maupun afirmasi belum dimanfaatkan secara optimal oleh calon peserta didik yang memenuhi persyaratan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, memastikan seluruh proses pendaftaran SPMB tingkat SMP Negeri telah resmi ditutup.
Menurutnya, tahapan pendaftaran telah berakhir pada Kamis (25/6/2026) sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Untuk tahap pendaftaran sudah berakhir. Tahapan berikutnya pengumuman Senin besok," ujar Alek, Minggu (28/6/2026).
Ia menjelaskan, setelah proses verifikasi dan seleksi selesai dilakukan, hasil penerimaan calon murid baru akan diumumkan pada Senin (29/6/2026).
Selanjutnya, peserta yang dinyatakan lolos diwajibkan mengikuti proses daftar ulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.
"Sedangkan untuk daftar ulangnya berlangsung hingga 1 Juli 2026 mendatang," pungkasnya.
Tahapan daftar ulang menjadi proses penting untuk memastikan calon peserta didik yang dinyatakan diterima benar-benar mengambil haknya. Apabila terdapat peserta yang tidak melakukan daftar ulang sesuai jadwal, sekolah akan mengikuti ketentuan yang berlaku dalam mekanisme SPMB.
Dengan berakhirnya masa pendaftaran, perhatian masyarakat kini tertuju pada pengumuman hasil seleksi yang akan menentukan sekolah tujuan para calon siswa. Persaingan diperkirakan paling ketat terjadi pada jalur domisili karena jumlah pendaftarnya jauh melampaui kuota, sementara peluang diterima melalui jalur lain relatif lebih besar mengingat masih banyak kursi yang belum terisi. (R-05)

