Dramatis! RD Kongo Cetak Sejarah, Korea Selatan Tersingkir dari Piala Dunia 2026
RD Kongo memastikan tiket babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Uzbekistan 3-1. Foto : Istimewa
ATLANTA, SabangMerauke News - RD Kongo memastikan tiket babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Uzbekistan 3-1. Hasil dramatis tersebut mengantar wakil Afrika mencetak sejarah baru. Korea Selatan akhirnya gagal masuk fase gugur akibat perubahan klasemen tim peringkat ketiga terbaik.
RD Kongo sempat tertinggal lebih dahulu akibat gol Eldor Shomurodov pada menit ke-10 pertandingan. Tekanan Uzbekistan berlangsung efektif sepanjang babak pertama pertandingan. Kebangkitan RD Kongo akhirnya hadir selepas jeda melalui permainan menyerang.
Yoane Wissa menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak dua gol penting pada babak kedua pertandingan. Fiston Mayele melengkapi kemenangan lewat gol penutup penuh ketenangan. “Tim menunjukkan mental luar biasa hingga peluit akhir,” ujar Yoane Wissa usai pertandingan.
Kemenangan tersebut membawa RD Kongo mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan Grup K. Posisi ketiga cukup mengantar mereka menuju babak 32 besar. Prestasi tersebut menjadi sejarah pertama sepanjang keikutsertaan RD Kongo pada Piala Dunia.
Keberhasilan RD Kongo langsung berdampak besar terhadap nasib Korea Selatan pada klasemen akhir. Taegeuk Warriors kehilangan tempat dalam daftar delapan peringkat ketiga terbaik. Langkah Son Heung-min bersama rekan-rekannya akhirnya terhenti lebih cepat.
Korea Selatan mengakhiri fase grup dengan koleksi tiga poin dari tiga pertandingan. Mereka membuka turnamen melalui kemenangan menghadapi Republik Ceko. Setelah itu, Korea Selatan kalah menghadapi Meksiko serta Afrika Selatan.
Selisih gol minus satu membuat Korea Selatan gagal bersaing pada klasemen peringkat ketiga terbaik. Hasil tersebut tidak cukup mengejar pesaing lain. “Kami kecewa dengan hasil akhir turnamen ini,” ungkap perwakilan tim Korea Selatan.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan kedua belas Korea Selatan sepanjang sejarah kompetisi bergengsi tersebut. Mereka hanya tiga kali menembus fase gugur sejak tampil pertama. Prestasi terbaik tetap bertahan saat finis peringkat keempat pada edisi 2002.(R-04)

