Semarakkan Pawai Taaruf MTQ ke-44 Provinsi Riau di Kuansing, Kepulauan Meranti Tampil Memukau dengan Usung Joged Meranti dan Tradisi Golek Tual Sagu
Pawai Taaruf berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau serta kepala daerah se-Riau. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Riau ke-44 yang dipusatkan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menjadi salah satu ajang syiar Islam terbesar di Bumi Lancang Kuning. Ribuan peserta dari 12 kabupaten/kota se-Riau turut ambil bagian dalam kegiatan yang tidak hanya menjadi kompetisi keagamaan, tetapi juga wadah mempererat ukhuwah Islamiyah serta melestarikan nilai-nilai Al-Qur'an.
Untuk menyemarakkan pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Riau tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengirimkan sebanyak ratusan orang untuk mengikuti Pawai Taaruf yang berlangsung pada Sabtu (27/6/2026).
Dari jumlah ratusan tersebut, sebanyak 112 orang yang diberangkatkan mewakili Kabupaten Kepulauan Meranti terdiri atas peserta, official, pelatih, pembina, serta para pendamping. Dari jumlah tersebut, sebanyak 64 orang merupakan peserta yang akan berkompetisi pada sembilan cabang perlombaan yang dipertandingkan selama pelaksanaan MTQ.
Keikutsertaan dengan jumlah kafilah yang cukup besar itu menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam mendukung syiar Islam sekaligus membina generasi Qur'ani yang berprestasi di tingkat Provinsi Riau.
Tidak hanya itu, partisipasi Kepulauan Meranti juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal daerah kepada masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Melalui Pawai Taaruf, setiap daerah menampilkan identitas budaya masing-masing sehingga semakin memperkuat persatuan dalam keberagaman.
Suasana pembukaan dan Pawai Taaruf berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau serta kepala daerah se-Riau. Turut hadir Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Agustatius Sitepu, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau.
MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau yang dipusatkan di Kabupaten Kuantan Singingi ini diikuti ribuan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga 3 Juli 2026, dengan mempertandingkan berbagai cabang lomba Al-Qur'an untuk mencari qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Provinsi Riau pada ajang MTQ tingkat nasional.
Pawai mengambil rute dari depan Masjid Makkah Simpang Tiga Teluk Kuantan, melintasi Jalan Ahmad Yani, dan berakhir di Astaka Utama MTQ di kawasan Tepian Narosa. Sepanjang rute, masyarakat memadati sisi jalan untuk menyaksikan penampilan masing-masing kafilah yang menampilkan kekayaan budaya daerahnya.
Kafilah Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi salah satu peserta yang berhasil mencuri perhatian. Dalam penampilannya, rombongan menampilkan beragam atraksi budaya, busana adat Melayu, serta memperkenalkan berbagai produk unggulan dan kerajinan lokal yang menjadi identitas Negeri Sagu.
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, memukau para penonton melalui tarian persembahan bertajuk Menggolek Tual Sagu. Tarian kreasi tersebut menggambarkan proses pengolahan sagu secara tradisional, mulai dari membawa tual sagu hingga diolah menjadi berbagai jenis makanan yang menjadi ciri khas masyarakat Kepulauan Meranti.
Tradisi menggolek tual sagu sendiri merupakan metode tradisional yang hingga kini masih dilakukan para petani dan pekerja sagu. Kabupaten Kepulauan Meranti pun dikenal sebagai daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia, sehingga komoditas tersebut menjadi simbol utama yang diangkat dalam pawai.
Selain itu, rombongan juga menampilkan barisan pembawa ojol, yakni cairan getah hasil sadapan pohon karet yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Kehadiran barisan tersebut menjadi simbol besarnya kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian masyarakat Kepulauan Meranti.
Dalam pawai tersebut, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar didampingi istri, Hj. Ismiatun, turut hadir bersama Wakil Bupati Muzamil Baharuddin beserta istri, Sriyana. Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Khalid Ali, juga ikut mendampingi rombongan kafilah. Kehadiran para pimpinan daerah itu menjadi bentuk dukungan dan penyemangat bagi seluruh peserta yang mewakili Kabupaten Kepulauan Meranti pada ajang MTQ tingkat Provinsi Riau.
Menempati urutan ke-11 dari 12 kabupaten dan kota peserta, kafilah Kepulauan Meranti tampil kompak dan seragam. Para pejabat eselon II, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, anggota DPRD, kepala desa, hingga pejabat eselon III dan IV mengenakan baju kurung Melayu berwarna ungu yang dipadukan dengan songket bermotif sagu sebagai ciri khas daerah.
Barisan pawai juga dimeriahkan oleh berbagai kelompok yang merepresentasikan kekayaan budaya dan nilai-nilai religius masyarakat Meranti. Di antaranya kelompok pembawa Asmaul Husna, Gagar Mayang, Kembang Penyeri tradisi Melayu, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), organisasi kemasyarakatan, hingga perwakilan masyarakat.
Tak kalah menarik, barisan PKK dan BKMT tampil anggun dengan perpaduan busana Melayu yang serasi. Kehadiran kedua organisasi tersebut menjadi simbol peran aktif perempuan dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pemberdayaan keluarga serta syiar keagamaan.
Penampilan yang paling menyita perhatian masyarakat adalah hadirnya Joged Meranti yang dibawakan oleh grup penari terbaik Kabupaten Kepulauan Meranti di bawah arahan pelatih tari terbaik daerah, Taufik, peraih Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tahun 2025.
Joged Meranti merupakan tarian warisan leluhur yang kini telah menjadi ikon budaya Kabupaten Kepulauan Meranti. Gerakan tari yang dinamis dipadukan dengan iringan musik tradisional dan lantunan pantun khas Melayu berhasil memikat perhatian masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.
Lebih dari sekadar hiburan, Joged Meranti menjadi simbol keberagaman suku dan kekayaan seni budaya yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Meranti. Tarian tersebut juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia, sehingga kehadirannya dalam Pawai Ta'aruf MTQ ke-44 Provinsi Riau menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya daerah di tingkat yang lebih luas.
Pada kesempatan tersebut, istri Bupati Kepulauan Meranti Hj. Ismiatun bersama istri Wakil Bupati Sriyana turut menyerahkan cenderamata berupa aneka produk olahan sagu khas Kepulauan Meranti serta souvenir tanjak kepada Plt Gubernur Riau dan Bupati Kuantan Singingi sebagai simbol persahabatan sekaligus promosi produk unggulan daerah.
Teriknya sinar matahari yang menyelimuti Kota Teluk Kuantan tidak sedikit pun mengurangi semangat rombongan Kafilah Kabupaten Kepulauan Meranti mengikuti rangkaian Pawai Ta'aruf hingga selesai. Senyum sumringah terus terpancar dari wajah para peserta ketika melintasi panggung kehormatan dan mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan maupun masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.
Meski bukan menjadi rombongan terbesar di antara 12 kabupaten dan kota peserta, Kafilah Kabupaten Kepulauan Meranti mampu mencuri perhatian melalui penampilan yang unik dan sarat makna budaya. Tarian persembahan yang dibawakan para penari sukses memukau tamu kehormatan dan masyarakat, sehingga tak sedikit yang memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi.
Di atas panggung kehormatan, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar beberapa kali tampak melambaikan tangan kepada peserta pawai dan masyarakat. Sesekali ia juga bertepuk tangan dengan penuh semangat saat rombongan kafilah Kepulauan Meranti melintas di hadapan mimbar kehormatan.
Usai mengikuti Pawai Ta'aruf, Bupati Asmar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kafilah yang telah berpartisipasi menyemarakkan pembukaan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau, khususnya kepada para peserta yang akan berlaga mewakili Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Kita berharap seluruh kafilah dapat menampilkan kemampuan terbaik saat bertanding sehingga mampu kembali mengharumkan nama Kabupaten Kepulauan Meranti di tingkat Provinsi Riau," ujar Asmar.
Ia berharap keikutsertaan para peserta tidak hanya menjadi ajang untuk memeriahkan MTQ semata, tetapi juga menjadi kesempatan memperluas ilmu pengetahuan, wawasan, serta pengalaman selama mengikuti pembinaan dan kompetisi.
"Dengan bekal pembinaan yang telah dilakukan, saya berharap seluruh peserta mampu menguasai cabang yang diperlombakan dan meraih prestasi terbaik untuk Kabupaten Kepulauan Meranti," katanya.
Asmar juga berpesan kepada seluruh anggota kafilah agar senantiasa menjaga sikap dan nama baik daerah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MTQ.
"Jaga etika, akhlaqul karimah, jaga nama baik kabupaten kita, dan yang paling penting jaga kesehatan," pesannya.
Menurut Asmar, keikutsertaan Kabupaten Kepulauan Meranti dalam MTQ dua tahun terakhir menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah daerah. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Meranti untuk bersama-sama memberikan doa dan dukungan agar para peserta mampu mempersembahkan hasil terbaik.
"Saya merasa bangga, senang dan bahagia kafilah Kabupaten Kepulauan Meranti ikut serta memeriahkan dan membesarkan nama baik Negeri Tanah Jantan dalam ajang MTQ dua tahun terakhir. Untuk itu kami memohon doa seluruh masyarakat Kepulauan Meranti agar kafilah kita dapat meraih hasil terbaik pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau ini," ungkapnya.
Setelah rangkaian Pawai Ta'aruf berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian pameran dan bazar MTQ yang diikuti seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Pada kesempatan tersebut, stan pameran Kabupaten Kepulauan Meranti menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari aneka makanan olahan berbahan baku sagu, kopi, kelapa, hingga berbagai hasil kerajinan tangan dan produk UMKM khas Negeri Sagu. Kehadiran stan tersebut menjadi media promosi potensi ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner dan kerajinan Kabupaten Kepulauan Meranti kepada para pengunjung MTQ dari berbagai daerah. (R-01)

