Resmi Dimutasi! Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi Geser ke Rohil, Sosok AKBP Gede Datang dengan Pengalaman Bongkar Kasus Korupsi
AKBP Aldi Alfa bersama AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Mutasi kembali bergulir di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sejumlah pejabat utama dan perwira menengah di lingkungan Polda Riau resmi berganti jabatan berdasarkan Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada akhir Juni 2026. Salah satu pergantian yang menjadi perhatian masyarakat adalah posisi Kapolres Kepulauan Meranti yang dalam waktu dekat akan dipimpin oleh pejabat baru.
Setelah lebih satu tahun memimpin Polres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. mendapat kepercayaan mengemban amanah sama di wilayah hukum yang lain. Perwira menengah lulusan Akademi Kepolisian itu dipromosikan menjadi Kapolres Rokan Hilir dalam rangka rotasi dan penyegaran organisasi di lingkungan Polri.
Jabatan yang akan diemban AKBP Aldi Alfa Faroqi sebelumnya diisi oleh AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., yang kini mendapat penugasan baru sebagai Kabagbinkar Ro SDM Polda Kepulauan Riau.
Sementara itu, tongkat komando Polres Kepulauan Meranti selanjutnya akan dipercayakan kepada AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, S.I.K. Sebelum dipercaya memimpin Polres Kepulauan Meranti, ia menjabat sebagai Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.
Pergantian pimpinan tersebut merupakan bagian dari mutasi sejumlah perwira menengah di jajaran Polda Riau yang dilakukan sebagai bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta peningkatan kinerja institusi Kepolisian Republik Indonesia.
Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1341/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026 yang diterima wartawan pada Jumat (26/6/2026). Surat telegram tersebut ditandatangani oleh Irwasum Polri atas nama Kapolri.
Bagi masyarakat Kepulauan Meranti, nama AKBP Aldi Alfa Faroqi tentu tidak asing. Selama menjabat sebagai Kapolres, ia dikenal aktif turun langsung ke lapangan dalam berbagai penanganan persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat, mulai dari pengungkapan kasus kriminal, pemberantasan narkotika, pengamanan agenda masyarakat, hingga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai elemen masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, Polres Kepulauan Meranti juga cukup intens membangun komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, insan pers, serta berbagai komunitas dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif di wilayah kabupaten paling timur Provinsi Riau tersebut.
Selama 1 tahun 3 bulan 13 hari memimpin Polres Kepulauan Meranti, sejak Surat Telegram (TR) Kapolri diterbitkan pada 12 Maret 2025 hingga mutasi pada 25 Juni 2026, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. meninggalkan catatan penting dalam perang melawan peredaran narkotika di wilayah pesisir tersebut. Di tengah posisi Kepulauan Meranti yang berada di jalur strategis perairan internasional Selat Malaka, berbagai upaya penyelundupan narkoba berhasil digagalkan bersama jajarannya.
Wilayah Kepulauan Meranti yang berbatasan langsung dengan negara tetangga selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap masuknya narkotika melalui jalur laut. Kondisi geografis yang didominasi perairan menjadi tantangan tersendiri bagi aparat kepolisian dalam melakukan pengawasan dan penindakan.
Meski demikian, di bawah kepemimpinan AKBP Aldi Alfa Faroqi, Polres Kepulauan Meranti berhasil membukukan sejumlah pengungkapan kasus besar yang menjadi salah satu capaian paling menonjol selama masa kepemimpinannya.
Salah satu operasi terbesar berhasil mengungkap penyelundupan narkotika dalam jumlah fantastis. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti sebanyak 30.713 gram sabu-sabu atau sekitar 30,7 kilogram, serta 24.302 gram happy water bermerek Lamborghini yang merupakan narkotika jenis baru dengan nilai ekonomi tinggi di pasar gelap.
Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan 745 cartridge vape berisi liquid yang diduga mengandung narkotika golongan II bermerek Popeye. Selain itu, turut disita 289 cartridge lainnya dengan variasi warna hijau, merah muda (pink), dan ungu yang juga diduga mengandung zat berbahaya.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pengungkapan terbesar yang pernah dilakukan Polres Kepulauan Meranti dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus memperlihatkan semakin beragamnya modus operandi jaringan narkotika internasional yang mulai memanfaatkan rokok elektrik sebagai media peredaran barang haram.
Belum lama berselang, jajaran Satresnarkoba Polres Kepulauan Meranti kembali mencatat prestasi besar dengan menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu dalam jumlah yang tidak kalah fantastis.
Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan 27 kilogram sabu yang dikemas dalam 27 paket, terdiri dari 17 paket bermerek Chinese Pin Wei dan 10 paket bermerek Gold Leaf, yang diduga merupakan jaringan narkotika lintas negara.
Selain barang bukti sabu, polisi juga kembali menyita 260 cartridge vape yang diduga mengandung zat etomidate, yaitu obat anestesi yang belakangan mulai disalahgunakan sebagai bahan campuran pada liquid rokok elektrik dan menjadi perhatian aparat penegak hukum karena efeknya yang membahayakan kesehatan.
Rentetan pengungkapan tersebut menunjukkan bahwa peredaran narkotika di wilayah Kepulauan Meranti tidak lagi terbatas pada sabu-sabu konvensional, tetapi juga telah berkembang ke berbagai bentuk dan modus baru yang memerlukan penanganan lebih serius serta kemampuan penyelidikan yang semakin adaptif.
Berbagai keberhasilan itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polres Kepulauan Meranti dalam mendukung program pemberantasan narkoba yang menjadi prioritas nasional. Selain menyelamatkan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika, pengungkapan dalam jumlah besar tersebut juga diyakini berhasil memutus mata rantai peredaran narkoba yang berpotensi merusak ribuan generasi muda.
Kini, estafet kepemimpinan akan dilanjutkan oleh AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita yang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, khususnya dalam penanganan tindak pidana khusus. Pengalaman tersebut diharapkan mampu membawa semangat baru bagi jajaran Polres Kepulauan Meranti dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Pergantian pimpinan di tubuh Polri sendiri merupakan hal yang lazim dilakukan sebagai bagian dari dinamika organisasi. Selain menjadi sarana regenerasi kepemimpinan, mutasi juga bertujuan memberikan penyegaran serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian di setiap wilayah.
Sebelum resmi dipercaya memimpin Polres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, S.I.K. dikenal sebagai perwira reserse yang memiliki rekam jejak cukup mentereng dalam pengungkapan berbagai kasus besar, baik di bidang narkotika maupun tindak pidana korupsi. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mengemban tugas barunya di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti.
Saat masih berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) dan menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Tangerang, AKBP Gede Prasetya berhasil menorehkan prestasi yang mengantarkannya menerima penghargaan dari Kapolda Banten pada tahun 2022.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya bersama jajaran Satresnarkoba Polresta Tangerang dalam membongkar tujuh sindikat besar peredaran narkotika yang beroperasi di wilayah hukum Polda Banten.
Dalam serangkaian operasi itu, tim yang dipimpinnya berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dengan total berat mencapai 43 kilogram, sekaligus menangkap para pelaku yang diduga merupakan bagian dari jaringan pengedar berskala besar.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pengungkapan terbesar di wilayah Polda Banten saat itu dan menunjukkan kemampuan AKBP Gede Prasetya dalam memimpin penyelidikan serta operasi pemberantasan kejahatan narkotika yang terorganisir.
Kariernya kemudian berlanjut di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Di satuan tersebut, ia dipercaya menangani berbagai perkara strategis yang menjadi perhatian publik, khususnya di bidang tindak pidana korupsi.
Salah satu kasus yang ditanganinya ialah penyidikan dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Perkara tersebut menyeret sejumlah pihak, termasuk mantan Sekretaris DPRD Riau, Muflihun.
Selain itu, AKBP Gede Prasetya juga terlibat dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di tubuh PT Sarana Pembangunan Rokan Hilir (PT SPRH) Perseroda pada tahun 2025. Kasus tersebut menjadi salah satu perkara korupsi yang mendapat perhatian luas karena menyangkut pengelolaan badan usaha milik daerah.
Pengalaman panjang menangani perkara narkotika lintas jaringan maupun tindak pidana korupsi tersebut memperlihatkan kapasitas AKBP Gede Prasetya sebagai penyidik yang berpengalaman dalam mengungkap kejahatan-kejahatan dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Kini, dengan bekal pengalaman tersebut, AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Kepulauan Meranti menggantikan AKBP Aldi Alfa Faroqi. Kehadirannya diharapkan mampu melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus memperkuat penegakan hukum, pemberantasan narkotika, serta pelayanan kepolisian kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, prosesi serah terima jabatan (sertijab) para pejabat yang dimutasi dijadwalkan akan dilaksanakan sekitar 14 hari setelah Surat Telegram Kapolri tersebut diterbitkan. Setelah sertijab berlangsung, AKBP Aldi Alfa Faroqi secara resmi akan bertugas sebagai Kapolres Rokan Hilir, sementara AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita mulai memimpin Polres Kepulauan Meranti. (R-01)

