Sendirian Pasca Cerai dari Istri, Laki-Laki 47 Tahun Ditemukan Membusuk Sambil Ditemani Tumpukan Obat!
AZM (47) ditemukan membusuk di rumahnya di Perumahan Bukit Indah Piayu, Sei Beduk, Batam, Selasa malam, 23 Juni 2026. (sumber: batampos.com)
KEPRI, SabangMerauke News - Penemuan jasad pria berinisial AZM (47) yang membusuk di rumahnya menggegerkan warga Perumahan Bukit Indah Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Selasa malam, 23 Juni 2026. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari tidak masuk kerja tanpa kabar kepada rekan-rekannya.
Peristiwa itu bermula dari rasa curiga sejumlah rekan kerja korban. Selama tiga hari berturut-turut, AZM tidak terlihat datang bekerja. Telepon yang biasa digunakan juga tidak memberikan respons seperti biasanya.
Kondisi tersebut membuat salah satu rekan kerja memutuskan mendatangi rumah korban yang berada di Blok B5 Perumahan Bukit Indah Piayu. Kedatangan itu awalnya hanya untuk memastikan keadaan AZM.
Saat tiba di depan rumah, suasana terasa tidak biasa. Aroma busuk yang sangat menyengat langsung tercium dari dalam bangunan. Lalat terlihat berkerumun di beberapa bagian rumah.
Kecurigaan semakin kuat. Rekan korban kemudian berusaha mencari tahu sumber bau tersebut. Setelah memastikan kondisi mencurigakan itu, informasi langsung diteruskan kepada Ketua RT setempat.
Tak lama berselang, laporan diteruskan ke kepolisian. Warga sekitar mulai berdatangan dan memperhatikan situasi dari kejauhan.
Salah seorang warga bernama Dewi mengaku aroma tidak sedap sebenarnya sudah tercium sejak beberapa hari sebelumnya. Hanya saja, tidak ada yang menduga sumbernya berasal dari dalam rumah korban.
"Awalnya saya kira bau bangkai hewan. Ternyata setelah dicek, sumber baunya berasal dari jasad tetangga yang sudah meninggal dunia," ujar Dewi.
Pengakuan Dewi menggambarkan bagaimana suasana lingkungan sebelum penemuan tersebut. Banyak warga mengira bau menyengat berasal dari hewan mati di sekitar kawasan perumahan.
Rumah korban juga dikenal jarang didatangi tamu. Aktivitas penghuni rumah tidak terlalu mencolok sehingga tidak banyak warga yang menyadari ada sesuatu yang terjadi di dalam bangunan tersebut.
Menurut Dewi, AZM hidup seorang diri setelah berpisah dari istrinya. Dalam keseharian, korban lebih banyak menghabiskan waktu sendiri dan tidak terlalu sering berinteraksi dengan lingkungan sekitar. "Dia tinggal sendiri dan memang jarang bergaul dengan warga sekitar," kata Dewi.
Kondisi tersebut membuat keberadaan korban tidak terlalu terpantau saat beberapa hari tidak terlihat keluar rumah. Tetangga menganggap aktivitas itu sebagai hal yang biasa.
Sesudah menerima laporan warga, personel Polsek Sei Beduk bersama Tim Inafis Polresta Barelang langsung bergerak menuju lokasi. Garis polisi dipasang di sekitar rumah untuk memudahkan proses pemeriksaan.
Kapolsek Sei Beduk Iptu Alex Yasral membenarkan penemuan jasad tersebut. Tim gabungan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari petunjuk terkait penyebab kematian korban.
"Setelah menerima laporan, kami bersama Tim Inafis Polresta Barelang langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara," ujar Iptu Alex Yasral.
Proses evakuasi berlangsung cukup hati-hati. Kondisi jasad yang sudah membusuk membuat petugas harus menggunakan perlengkapan khusus saat melakukan pemeriksaan awal.
Sejumlah warga terlihat menyaksikan proses tersebut dari luar area rumah. Beberapa di antaranya masih tampak tidak percaya dengan kejadian yang menimpa tetangga mereka.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Temuan itu menjadi petunjuk awal bagi penyidik dalam mengungkap penyebab kematian AZM. "Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit," kata Iptu Alex Yasral.
Dugaan tersebut muncul setelah petugas menemukan sejumlah obat-obatan di dalam rumah korban. Barang-barang itu ditemukan saat tim melakukan pemeriksaan di beberapa ruangan.
Selain temuan obat-obatan, polisi juga memperoleh informasi dari sejumlah saksi. Keterangan yang dikumpulkan mengarah pada kondisi kesehatan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Menurut informasi yang diterima penyidik, AZM sempat meminta bantuan rekannya untuk mengantarkan dirinya berobat beberapa waktu lalu. Aktivitas itu menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan.
"Ada sejumlah obat-obatan di rumah korban. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, korban juga sempat menjalani pengobatan di klinik," ujar Iptu Alex Yasral.
Meski mengarah pada dugaan sakit, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab kematian secara pasti. Seluruh proses dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan guna memperoleh kepastian medis terkait penyebab kematian.
Di lingkungan Perumahan Bukit Indah Piayu, cerita tentang AZM masih menjadi perbincangan warga. Sosok pria yang selama ini hidup tenang dan tertutup itu kini meninggalkan kesedihan sekaligus tanda tanya bagi orang-orang yang mengenalnya.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dalam beberapa hari, sebuah rumah yang terlihat biasa ternyata menyimpan kabar duka yang tidak diketahui siapa pun.
Ketika aroma menyengat mulai memenuhi udara, tak ada yang menyangka seorang pria telah mengembuskan napas terakhirnya dalam kesunyian. Hingga akhirnya rasa curiga seorang rekan kerja membuka fakta yang selama beberapa hari tersembunyi di balik pintu rumah yang tertutup rapat. R-02

