Tak Tertampung di SMP Negeri? Tenang, Pemko Pekanbaru Gratiskan 23 SMP Swasta dan 15 MTs
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Dok SM News
RIAU, SabangMerauke News – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan tidak ada lagi alasan bagi anak-anak usia sekolah untuk berhenti mengenyam pendidikan karena kendala biaya maupun keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Melalui Program Zero Putus Sekolah, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa seluruh anak di Pekanbaru harus tetap mendapatkan akses pendidikan, baik di sekolah negeri, sekolah swasta, maupun madrasah yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan Agung Nugroho saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan program pendidikan gratis di Kota Pekanbaru, Kamis (25/6/2026). Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai jalur pendidikan agar tidak ada satu pun anak yang kehilangan kesempatan belajar.
"Jadi orang tua tidak perlu risau soal biaya sekolah anak. Kalau tidak lulus atau tidak tertampung di sekolah negeri, bisa masuk ke sekolah swasta yang sudah bekerja sama dengan Pemko Pekanbaru dan biayanya ditanggung penuh oleh pemerintah," tegas Agung.
Pernyataan tersebut menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat yang setiap tahun menghadapi persaingan ketat dalam proses penerimaan peserta didik baru di sekolah negeri. Keterbatasan kuota sering kali membuat sebagian siswa tidak memperoleh bangku di SMP negeri, meskipun telah mengikuti proses seleksi.
Untuk mengatasi persoalan itu, Pemko Pekanbaru memperluas jangkauan program pendidikan gratis dengan menggandeng puluhan sekolah swasta dan madrasah tsanawiyah (MTs). Langkah ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah di kota tersebut.
Agung menjelaskan bahwa saat ini terdapat 23 Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta yang telah resmi menjalin kerja sama dengan Pemko Pekanbaru. Seluruh biaya pendidikan siswa yang masuk melalui skema kerja sama tersebut akan ditanggung pemerintah daerah.
Selain menggandeng sekolah swasta, Pemko Pekanbaru juga berkolaborasi dengan Kementerian Agama untuk memperluas pilihan pendidikan bagi masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 15 Madrasah Tsanawiyah turut masuk dalam program pendidikan gratis yang dibiayai pemerintah kota.
"Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Agama. Ada 15 MTs yang biayanya masuk dalam tanggungan Pemko Pekanbaru. Jadi intinya tidak ada yang boleh tidak sekolah," ujar Agung.
Menurutnya, program ini merupakan salah satu kebijakan prioritas yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Pekanbaru. Pendidikan dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang mampu bersaing di masa depan.
Karena itu, Pemko Pekanbaru tidak hanya menyediakan dukungan pembiayaan, tetapi juga mengintegrasikan sekolah-sekolah mitra ke dalam sistem penerimaan murid baru yang terhubung langsung dengan pemerintah kota. Dengan sistem tersebut, proses penyaluran siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat dilakukan secara lebih terarah dan transparan.
Agung menegaskan bahwa Program Zero Putus Sekolah bukan sekadar slogan, melainkan langkah konkret pemerintah untuk memastikan hak pendidikan seluruh warga dapat terpenuhi.
"Intinya tidak boleh ada anak Pekanbaru yang putus sekolah. Kami siapkan jalurnya, kami siapkan sekolahnya, dan kami tanggung biayanya. Itulah program Zero Putus Sekolah yang sedang kami jalankan," katanya.
Program ini sekaligus menjadi solusi atas persoalan klasik yang muncul setiap tahun ajaran baru, yakni keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Dengan adanya dukungan terhadap sekolah swasta dan MTs, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan pendidikan tanpa harus terbebani biaya sekolah.
Kebijakan tersebut juga mendapat perhatian luas karena dinilai mampu mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Pekanbaru. Tidak hanya siswa yang tinggal di pusat kota, anak-anak di kawasan pinggiran dan daerah berkembang juga berkesempatan memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Pemko Pekanbaru berharap keberadaan puluhan SMP swasta dan MTs mitra dapat mengakomodasi seluruh lulusan sekolah dasar yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah pertama pada tahun ajaran baru.
Adapun 23 SMP swasta yang telah bekerja sama dengan Pemko Pekanbaru antara lain:
- SMP Telekomunikasi
- SMP Widya Graha
- SMP Taruna Satria
- SMP PGRI
- SMP IT Badrul Islam
- SMP Dwi Sejahtera
- SMP Plus Terpadu
- SMP IT Masmur 2 School
- SMP IT Al-Muhajirin
- SMP Nurul Falah Kulim
- SMP Tri Bhakti
- SMP Muhammadiyah 5
- SMP Pekerti Mulya
- SMP Islam Nurul Hidayah
- SMP Islam YLPI
- SMP Plus At Thoiba
- SMP Masmur
- SMP Bukit Raya
- SMP Tunas Karya
- SMP IT Darul Fiy Azkya
- SMP Nurul Falah
- SMP IT Aziziyyah
- SMP Yabri Terpadu
Sementara itu, 15 MTs yang masuk dalam program kerja sama meliputi:
- MTsN 2 Pekanbaru
- MTs An Najah Pekanbaru
- MTs Al-Mukarramah
- MTs Hasanah Pekanbaru
- MTs Masmur Pekanbaru
- MTsS Al-Fajar
- MTs YKWI Pekanbaru
- MTs Ash Shiddiq
- MTsS Ummi Fatimah Pekanbaru
- MTs Tahfizh Rabbaniy
- MTs Diniyah Putri
- MTs Muhammadiyah 01 Pekanbaru
- MTs Nurul Yaqin Pekanbaru
- MTs Baitul Amal
- MTs Darul Ihsan.
Dengan dukungan pembiayaan penuh dari pemerintah daerah, Program Zero Putus Sekolah diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan dapat diakses seluruh anak di Kota Pekanbaru tanpa terkendala biaya maupun keterbatasan kuota sekolah negeri. (R-05)

