OTK Bersamurai Bacok Dua Polisi Lalulintas, Pasar Angso Duo Mendadak Mencekam
Ilustrasi dan infografis pembacokan dua polisi lalulintas di Jambi. Foto: SM News/Created by AI
JAMBI, SabangMerauke News - Kesibukan pagi di Pasar Angso Duo mendadak pecah. Dua anggota Satlantas Polresta Jambi diserang orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi saat keduanya mengatur lalu lintas.
Insiden berlangsung Senin pagi, 22 Juni 2026. Lokasinya berada di Simpang Angso Duo. Kawasan itu dikenal sebagai titik lalu lintas tersibuk.
Jarum jam menunjukkan sekitar pukul 06.45 WIB. Kendaraan mulai memadati jalan utama. Aktivitas pasar juga sedang ramai berlangsung.
Tiba-tiba seorang pria muncul dari arah Gentala Arasy. Ia berjalan kaki menuju kawasan pasar. Penampilannya langsung menarik perhatian warga sekitar.
Pria tersebut tidak memakai alas kaki. Di tangannya terlihat senjata tajam berukuran besar. Situasi berubah tegang dalam hitungan detik.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Erlan Munaji, mengatakan pelaku datang seorang diri. Polisi kini terus memburu keberadaannya. Penyelidikan masih berlangsung hingga sekarang. "Keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama kami," ujar Erlan.
Menurut saksi mata, pelaku membawa samurai panjang. Ia juga membawa dua bilah pisau. Warga tidak menyangka serangan akan terjadi.
Ansori, seorang pedagang sekitar lokasi, menyaksikan kejadian itu. Ia melihat pelaku berjalan dengan tenang. Namun suasana berubah saat tiba di simpang. "Gerakannya terlihat cepat dan sulit ditebak," kata Ansori.
Setibanya di lokasi, pelaku langsung menyerang. Dua anggota Satlantas menjadi sasaran. Keduanya sedang menjalankan tugas rutin pagi.
Petugas sempat berusaha menghindar. Namun serangan berlangsung sangat cepat. Salah satu anggota akhirnya terkena sabetan senjata tajam.
Brigpol ST mengalami luka pada tangan kanan. Luka terjadi saat berusaha menahan serangan. Darah sempat mengalir dari telapak tangannya.
Sementara Bripka BT ikut menjadi korban. Ia terjatuh ketika mencoba mengejar pelaku. Akibatnya lutut kirinya mengalami lecet.
Meski terluka, kedua anggota tetap berupaya mengamankan situasi. Warga yang berada di sekitar lokasi mulai panik. Sebagian memilih menjauh dari area kejadian.
Kepanikan sempat menyelimuti kawasan pasar. Aktivitas jual beli terganggu beberapa saat. Arus kendaraan juga mengalami kemacetan.
Beberapa pengendara memilih berhenti. Mereka mencoba mencari tahu penyebab keributan. Situasi semakin ramai oleh kerumunan warga.
Petugas kemudian datang melakukan pengamanan. Lokasi kejadian segera dipasang garis polisi. Keterangan para saksi langsung dikumpulkan.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit. Keduanya mendapat penanganan medis. Kondisi mereka dilaporkan stabil. "Anggota yang terluka sudah mendapatkan perawatan," kata Erlan.
Usai melakukan penyerangan, pelaku melarikan diri. Ia diduga menggunakan sepeda motor. Polisi kini melacak arah pelariannya.
Tim gabungan bergerak mencari jejak pelaku. Rekaman kamera pengawas turut diperiksa. Sejumlah saksi juga kembali dimintai keterangan.
Hingga kini identitas pelaku belum terungkap. Motif penyerangan masih menjadi misteri. Polisi belum menyimpulkan penyebab aksi tersebut.
Polda Jambi meminta masyarakat membantu penyelidikan. Informasi sekecil apa pun dinilai penting. Kerahasiaan pelapor dipastikan terjaga. "Kami berharap masyarakat tetap tenang dan waspada," ujar Erlan.
Peristiwa ini menjadi perhatian luas masyarakat. Penyerangan terjadi di lokasi yang sangat ramai. Waktu kejadiannya pun saat aktivitas pagi memuncak.
Banyak warga berharap pelaku segera tertangkap. Keamanan kawasan pasar menjadi sorotan. Polisi juga meningkatkan patroli di sejumlah titik.
Kasus ini sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Ancaman dapat muncul kapan saja. Bahkan saat petugas sedang menjalankan tugas pelayanan.
Pengejaran terhadap pelaku masih berlangsung. Polisi berjanji mengusut kasus hingga tuntas. Publik kini menunggu perkembangan berikutnya. R-02

